← Back to list

Buat Apa Matematika di Sepakbola?

Setelah sebagian besar kompetisi sepakbola selesai, semua mata penikmat sepakbola kini tertuju pada agenda pertandingan internasional…

jimly · 2025-06-05 03:08 · 0 claps · 2.5 min read
#sepakbola-indonesia #data #timnas #indonesia #matematika
Open on Medium ↗

Buat Apa Matematika di Sepakbola?

Setelah sebagian besar kompetisi sepakbola selesai, semua mata penikmat sepakbola kini tertuju pada agenda pertandingan internasional. Timnas Indonesia sendiri kini melanjutkan perjuangannya untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2026. Di dua pertandingan sisa, Tim Garuda akan menjamu Tiongkok di Jakarta nanti malam (5/6) lalu dilanjutkan laga tandang melawan Jepang — Sang Raja Terakhir Asia di Osaka tanggal 10 Juni. Menarik untuk dinanti apakah Patrick Kluivert dan jajarannya mampu mewujudkan impian jutaan penduduk Indonesia untuk melihat Indonesia Raya berkumandang di panggung tertinggi sepakbola tahun depan atau harus kembali menundanya.

Terlepas bagaimanapun skenario kelolosan Timnas Indonesia, entah otomatis lolos ataupun harus lanjut ronde 4, ada hal menarik yang muncul di jagad media sosial beberapa waktu yang lalu. Unggahan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D., turut “memeriahkan” antusiasme warga Indonesia melalui Instagram. Dalam video yang berdurasi kurang lebih 3 menit itu, beliau menyajikan kalkulasi dan probabilitas Timnas Indonesia lolos dengan data yang sudah ada. Dalam video itu, beliau juga menjelaskan pengaruh hasil pertandingan tim lain yang secara tidak langsung mempengaruhi probabilitas Tim Garuda secara signifikan.

Namun, terlepas kekaguman saya terhadap Prof. Stella dalam menyajikan data, saya tergelitik dengan respon-respon sinis yang muncul dengan dalih “Sepakbola bukan Matematika”. Sebagai penikmat sepakbola sekaligus alumni program studi statistika, saya cukup prihatin dengan ini. Di teori peluang, kami tidak menganggap suatu peristiwa akan mutlak terjadi jika memiliki probabilitas lebih besar. Kami mengkaji probabilitas sebagai ilmu pengetahuan yang kemudian diolah menjadi sajian informasi. Barangkali orang-orang salah kaprah mengartikan maksud yang coba diinterpretasikan Prof. Stella di unggahan tersebut.

Fenomena ini menjadi ironi mengingat kehadiran data untuk sebuah tim sepakbola kini telah berada di level primer. Di saat sinisme masyarakat Indonesia muncul terhadap sajian fakta berdasarkan data, negara dengan peradaban sepakbola yang jauh di atas kita justru selalu menjadikan data sebagai acuan. Artinya, di era modern, sepakbola bukan hanya sekedar olahraga melainkan juga objek penelitian untuk memberikan hasil terbaik. Misalnya kebijakan federasi Jepang untuk menghimpun bakat sedini mungkin dari level grassroot. Mereka mengumpulkan performa individu, statistik pertandingan, hingga riwayat fisik pemain. Hasilnya nama beken seperti Takefusa Kubo mampu bersaing di kancah eropa. Atau mungkin bagaimana kisah heroik Jepang mampu keluar sebagai juara grup di Piala Dunia 2022 dengan mengalahkan Spanyol 2–1 berkat taktik Hajime Moriyasu yang didasarkan pada probabilitas kemenangan dan kelolosan yang sebenarnya lebih menguntungkan tim lawan. Saya bisa sebutkan lebih banyak contoh konkret betapa krusialnya data dalam sepakbola modern.

Anggaplah memang sepakbola bukan tentang matematika, namun hadirnya data nyatanya mampu memberikan argumen rasional dalam setiap pengambilan keputusan. Munculnya probabilitas 41.7% yang disampaikan Prof. Stella tidak serta merta memupus harapan untuk lolos karena peluang tidak lolos lebih besar (58.3%). Beliau berusaha menyampaikan bahwa ada informasi melimpah bahwa berdasarkan statistik yang ada dapat ditarik pertimbangan rasional bagi pelatih untuk pendekatan permainan (ofensif atau defensif), pengelolaan risiko dan manajemen psikologis (pemain, manajemen, dan ekspektasi media), atau mungkin peningkatan analitik dan taktis jangka panjang.

Terlalu naif jika masih menganggap kajian ilmu berdasarkan data statistik tak bisa dijadikan dasar dalam sepakbola. Apalagi dengan dalih “Sepakbola bukan matematika”. Sepakbola tidak semata menghasilkan skor. Olahraga terpopuler di dunia ini juga menghasilkan informasi dan referensi bagi pelatih, pemain, tim analis, atau bahkan bagi wakil menteri untuk keperluan edukasi para penikmat sepakbola di Indonesia seperti kita.

Saya pribadi justru mendorong lebih banyak konten edukatif seperti yang dibuat Prof. Stella. Tentu jauh lebih baik daripada gorengan media yang selalu membahas berita adu domba dari pihak yang tidak bertanggungjawab atau bahkan lemparan statement “nakal” dari pundit abal-abal. Saya yakin dengan sajian informatif sekaligus rasional, penikmat sepakbola di Indonesia pun lambat laun akan bijak dalam mendukung Timnas di setiap pertandingan yang dihadapi.

Semoga Indonesia mampu mewujudkan mimpinya tampil di Piala Dunia. Aamiin.


메타데이터
post_id
2f7f2fbd78fa
slug
buat-apa-matematika-di-sepakbola-2f7f2fbd78fa
url
https://medium.com/@jimly_/buat-apa-matematika-di-sepakbola-2f7f2fbd78fa
canonical_url
https://medium.com/@jimly_/buat-apa-matematika-di-sepakbola-2f7f2fbd78fa
author_url
https://medium.com/@jimly_
status
ok
fetched_at
2026-07-19 14:15:38