Kepura-puraan yang Jujur
Seperti kata Nike Ardila, dunia adalah panggung sandiwara. Kenapa harus kita harus kaku dengan membebani diri dengan peran yang tidak…
Ketika keluar rumah aku sering kali bermain peran, maksudnya? Ya aku melangkah keluar untuk mendalami peran menjadi seseorang.

dokumen pribadi
Suatu waktu aku pergi ke taman dekat kampus, duduk di bangku tepi danau, memerhatikan dua angsa yang berenang. Aku mengeluarkan buku catatan, mencoret sana sini, berlagak aku adalah seorang penyair.
Pujangga yang berusaha menangkap nuansa yang ada di sekelilingnya, memperhatikan riak air, burung yang hinggap di ranting pohon kapas, juga merasakan hembusan angin sepoi.
Pada lain waktu aku adalah pemeran utama sebuah film, mengambil sepeda lantas berkeliling jalan-jalan tikus yang sepi. Mengencangkan volume musik pada headset, sambil sesekali berguman mengikuti irama musik.
Lain waktu aku adalah seorang pemurung yang mendekap buku di dadanya. Memilih tempat duduk di pinggir jalan, memerhatikan orang-orang berlalu lalang.
Pada hari yang cerah, aku seringkali menjadi turis di kota yang tak asing. Memasuki gang demi gang yang selama ini membuatku penasaran, dengan berjalan kaki tentunya.
Ketika berolahraga, aku seringkali berpura-pura menjadi pemain favorit ku. Sang maestro dalam basket ataupun penguasa jalan ketika berlari. Sungguh adrenali yang menyenangkan.
Entah kenapa aku suka berbuat demikian, pencarian diri kah? atau semacam pembebasan diri? Keduanya bisa saja tepat, walau aku tidak begitu yakin.
Sebab menjadi muda tentu sangat membingungkan, penuh harapan, juga seringkali terlampau banyak ekspektasi. Apapun itu yang melekat akan identitas diri, rasanya lepas ketika aku berpura-pura.
Aku bukanlah orang yang kikuk ketika berlagak menjadi seorang pemain basket handal, aku bukan orang yang membosankan ketika berlagak sebagai pujangga, juga lebih keren ketika aku bersepeda seperti tokoh utama di film jepang haha.
Ah akan ada banyak penyamaran, hal baru, ataupun hal yang sudah aku pikirkan sejak lama. Sepertinya aku belum akan menemukan diri atau benar-benar bebas dalam segala harapan.
Aku rasa kalian harus mencobanya sesekali, ini sungguh penyamaran yang tak merugikan. Barangkali, kau bisa menemukan peran yang kau suka. Tidak kah itu menguntungkan? Paling tidak itu menyenangkan.
Seperti kata Nike Ardila, dunia adalah panggung sandiwara. Kenapa harus kita harus kaku dan membebani diri dengan peran yang tidak benar-benar kita nikmati.
Sampai jumpa pada bualan lainnya!
메타데이터
- post_id
- 2fa1b185c541
- slug
- kepura-puraan-yang-jujur-2fa1b185c541
- url
- https://medium.com/@whosejak/kepura-puraan-yang-jujur-2fa1b185c541
- canonical_url
- https://medium.com/@whosejak/kepura-puraan-yang-jujur-2fa1b185c541
- author_url
- https://medium.com/@whosejak
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 02:50:30