← Back to list

Prototipe Bangunan Tahan Gempa

Oleh: Made Andria Prameshti Santosa

Made Andria Prameshti Santosa · 2026-03-03 11:23 · 51 claps · 11.3 min read
#gempa #laporan-penelitian
Open on Medium ↗

Prototipe Bangunan Tahan Gempa

Oleh: Made Andria Prameshti Santosa

  1. Pemahaman mengenai konsep spesifik

a. Latar Belakang

Menurut Earthquake Hazards Program (t.th.), Gempa bumi adalah peristiwa yang terjadi ketika dua blok bumi tiba-tiba bergeser satu sama lain. Permukaan tempat pergeseran tersebut disebut patahan atau bidang patahan, yang dimana lokasi di bawah permukaan bumi tempat gempa bumi dimulai disebut hiposentrum, dan lokasi tepat di atasnya di permukaan bumi disebut episenter.

Dari bencana tersebut, orang-orang yang tinggal di gedung-gedung tinggi, seperti perkantoran, hotel, ataupun apartemen, memiliki risiko tinggi mengalami kematian dan terkena cedera, seperti contohnya luka robek, benturan dan patah tulang, cedera kepala, dan kejutan listrik. Hal tersebut dapat terjadi oleh karena, jika terjadinya gempa bumi besar di tempat tertentu, gedung — gedung tinggi tersebut otomatis dapat runtuh dan berguncang dengan keras saat gempa dimulai. Misalnya, Aceh, lokasi gempa bumi terbesar di Indonesia, dengan magnitudo antara 9,1 dan 9,3, menelan lebih dari 200.000 jiwa masyarakat, yang dimana hampir semua rumah, pepohonan, toko — toko, dan lainnya, ditelan oleh tsunami yang terjadi setelah gempa tersebut muncul.

Menurut Harris (t.th.), gempa bumi sering terjadi di negara Indonesia yang dimana merupakan negara yang sering terkena bencana alam, terutamanya gempa bumi, yang dimana bencana tersebut dapat memberi banyak dampak negatif, salah satunya dampak fisik, yang dimana bangunan rusak, roboh, retak, hingga hancur, terutama wilayah yang mendekati titik gempa tersebut muncul.

b. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginformasikan masyarakat yang tinggal di gedung — gedung tinggi, bahwa mereka akan memiliki risiko tinggi dalam kehilangan nyawa maupun terkena cedera jika terjadinya gempa bumi masif dalam wilayah tertentu. Karena menurut Dino (2023), gempa bumi adalah salah satu fenomena geologi, yang paling kuat dan berdampak besar di Bumi, yang dimana jika gempa terjadi, fenomena tersebut dapat memberi dampak kerusakan struktural, seperti bangunan yang roboh, hilangnya nyawa dan cedera, tsunami, jika gempa terjadi sangatlah besar, tanah longsor dan runtuhnya Tanah, dan kerusakan lingkungan. Akan lebih berisiko lagi, jika gedung — gedung tersebut yang ditinggali orang — orang baik itu sebagai perkantoran, apartemen, atau hotel, jika gempa bumi tersebut berlokasi dengan sangat dekat dari gedung tersebut, yang dimana gedung tersebut dapat berguncang dengan keras dan juga berpotensi dalam runtuh.

c. Manfaat Penelitian

Penelitian ini bermanfaat bagi orang-orang yang tinggal di gedung-gedung tinggi, dan para pekerja yang sering bekerja sebagai pekerja konstruksi gedung tinggi. Setelah orang-orang yang tinggal di gedung tinggi melihat desain bangunan tahan gempa yang dapat mengurangi guncangan bangunan saat gempa bumi, dan dapat membuat orang-orang di dalamnya lebih aman ketika terjadi gempa besar, mereka juga dapat belajar bahwa mereka tidak perlu panik ketika gempa terjadi, dan dapat menggunakan cara-cara untuk bertahan hidup, seperti segera berlindung di bawah meja untuk melindungi diri dari benda-benda yang jatuh, menggunakan tangga selain lift ketika ingin mengungsi atau dievakuasi, ataupun berada di titik berkumpul untuk keamanan yang lebih besar. Dari perspektif masyarakat di gedung tersebut, di sisi lain, yaitu para pekerja. Penelitian ini juga dapat bermanfaat bagi para pekerja yang sering bekerja sebagai pekerja konstruksi gedung tinggi, di mana ketika mereka mengetahui penggunaan atau desain bangunan tahan gempa, mereka dapat terinspirasi oleh desain tersebut dan membuatnya untuk keselamatan orang-orang yang tinggal di gedung-gedung tinggi.

2. Permasalahan/isu/topik dan mengapa itu penting

a. Masalah

Menurut akademisipil (2025), sebagian besar, gedung tinggi sudah dirancang khusus agar bisa bertahan dari gempa bumi besar dengan menggunakan berbagai teknologi dan prinsip rekayasa struktur, seperti fleksibilitas struktur, peredam getaran seismik, fondasi yang dirancang khusus, material dan sistem konstruksi yang lebih kuat, dan standar perencanaan bangunan anti-gempa. Tetapi, dari bukti — bukti berita gempa bumi besar, seperti contohnya di Thailand, yang dimana Salah satu gedung pencakar langit yang sedang dalam tahap pembangunan di Bangkok, Thailand, runtuh saat gempa bermagnitudo (M) 7,7 terjadi pekan lalu (Fadhil, 2025), dapat memberi berbagai dampak buruk, baik itu kepada manusia dan binatang, seperti terkena cedera, ataupun lingkungan itu sendiri, seperti contohnya suasananya berubah drastis, yang dimana dari suasana tenang menjadi kacau dan memusnahkan. Dari informasi tersebut, konflik utamanya adalah, dimana orang-orang yang tinggal di gedung-gedung tinggi memiliki resiko tinggi dalam mengalami cedera maupun kehilangan nyawa. Hal ini dapat terjadi oleh karena struktur bangunan yang lemah, ataupun gempa bumi besar yang terjadi itu sendiri. Hal ini baik untuk diketahui bagi orang — orang yang berada di bangunan tinggi, baik itu sebagai kehidupan sehari - hari ataupun sesekali, untuk mencegah diri mereka dalam memiliki risiko tinggi untuk terkena cedera atau mengalami kematian. Seperti contohnya dengan melakukan berbagai cara dalam bertahan diri saat gempa terjadi, seperti berada di titik perakitan, bertahan diri dibawah meja, ataupun menjauhi jendela dan tembok.

b. Hipotesis

Menurut TunasHijau (2025), Gempa bumi bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan. Bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di apartemen maupun gedung bertingkat, situasi ini bisa terasa lebih menakutkan karena keterbatasan ruang gerak dan risiko keruntuhan bangunan. Oleh karena itu, dengan cara menyelamatkan diri saat berada di gedung bertingkat atau tinggi, caranya adalah, pertama, mempersiapkan diri saat gempa terjadi, dengan mengenali jalur evakuasi, bangunan, atau tangga darurat, supaya dapat ber evakuasi dengan cepat. Kedua, saat gempa mulai terasa, hal terpentingnya adalah untuk tetap tenang, dan segera melakukan Drop, Cover, Hold on, yang dimana Drop berarti untuk menjatuhkan diri dan merunduk, Cover yang berarti berlindung di suatu tempat, seperti contohnya meja, dan terakhir Hold on, yang berarti bertahan atau berpegangan dengan objek kokoh hingga gempa selesai. Setelah melakukan langkah kedua, langkah terakhir adalah untuk pergi ke titik perakitan untuk menghindari celaka.

  1. Hasil Penelitian

a. Faktor Penyebab

Pada akhir — akhir ini, gempa bumi menjadi jauh lebih berbahaya bagi manusia, oleh karena kota — kota di seluruh dunia, yang sekarang memiliki bangunan dan menara besar dan tinggi (Putri, 2020). Menurut Putri (2020), Ketika tanah bergerak di bawah bangunan berakibat pada rendahnya permukaan bawah bumi yang mengirimkan gelombang kejut ke seluruh bangunan. Karena itu, saat gempa bumi, bangunan bergetar sangat cepat dalam gerakan terus- menerus hingga bangunan roboh. Posibilitas bangunan untuk roboh, akan lebih tinggi, tergantungdengan besarnya kekuatan gempa yang terjadi, dan titik gempa tersebut terjadi. Jika titik gempa yang terjadi sangatlah dekat dengan bangunan, maka dari itu bangunan tersebut akan memilikirisiko lebih tinggi dalam roboh, retak, atau hancur. Bangunan memiliki banyak tipe, sesuai dengan proses dalam pembangunannya. Berikut adalah contoh bangunan yang sering roboh saat gempa terjadi. Adanya berbagai contoh bangunan yang memiliki risiko tinggi dalam roboh, salah satu contohnya adalah bangunan beton tidak bertulang. Bangunan yang menggunakan beton tetapi tak mengenakan balok ring beton, akan memiliki posibilitas dalam retak dan roboh. Kedua, rumah panggung. Rumah panggung adalah rumah tradisional yang dibangun diatas tiang — tiang penyangga, yang dimana tiang tersebut meninggikan lantai dari tanah. Dari situ, jika rumah panggung memiliki pondasi lemah, maka rumah panggung tersebut dapat roboh sesuai dengan kekuatan gempa. Terakhir, bangunan tinggi tua. Bagunan tinggi tua sering kali menjadi aksi bisu sejarah, yang dimana bangunan ini dapat roboh, tergantung dengan material yang dipakai, jika dipakainya kayu yang lemah, maka bangunan ini akan roboh dengan posibilitas tinggi.

b. Dampak atau Akibat

Menurut Maulana (2024), Gempa megathrust adalah gempa bumi berukuran sangat besar yang terjadi di zona subduksi, di mana salah satu lempeng tektonik Bumi terdorong ke bawah lempeng tektonik lainnya. Gempa megathrust juga bisa dikatakan bahwa hal tersebut adalah gempa yang terjadi dengan guncangan besar yang dapat memberi dampak tsunami untuk muncul. Dari informasi tersebut, mengapa bangunan tinggi dapat rubuh dari gempa bumi besar? Hal tersebut dapat terjadi oleh karena guncangan gempa yang terjadi sangat besar, dan terutamanya oleh karena struktur bangunan tersebut. Contohnya seperti pertama, bangunan yang penggunaan material berkualitas rendah, kedua, material beton yang rapuh dan tak konsisten, ketiga, material tidak sesuai dengan lingkungan gempa bumi, dan terakhir, kekuatan tanpa daktilitas: Kesalahan Fatal (Perwirasteel, 2025). Dari contoh — contoh tersebut, hal itu memberi dampak untuk bangunan tinggi roboh. Oleh karena bangunan roboh, tentu saja dapat memberi dampak kepada orang -orang didalamnya. Contohnya cedera dan kehilangan nyawa. Hal ini, dapat disebabkan oleh kekurangan pengetahuan oleh orang — orang terkait dengan cara bertahan hidup saat gempa besar terjadi dan berada di bangunan tinggi. Bukan hanya oleh karena hal, Tersebut, tetapi bisa saja terjadi oleh karena bangunan itu sendiri, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

c. Solusi

  1. Solusi Permasalahan

Menurut Maulana (2024), Gempa megathrust adalah gempa bumi berukuran sangat besar yang terjadi di zona subduksi, di mana salah satu lempeng tektonik Bumi terdorong ke bawah lempeng tektonik lainnya. Gempa megathrust juga bisa dikatakan bahwa hal tersebut adalah gempa yang terjadi dengan guncangan besar yang dapat memberi dampak tsunami untuk muncul. Dari informasi tersebut, mengapa bangunan tinggi dapat rubuh dari gempa bumi besar? Hal tersebut dapat terjadi oleh karena guncangan gempa yang terjadi sangat besar, dan terutamanya oleh karena struktur bangunan tersebut. Contohnya seperti pertama, bangunan yang penggunaan material berkualitas rendah, kedua, material beton yang rapuh dan tak konsisten, ketiga, material tidak sesuai dengan lingkungan gempa bumi, dan terakhir, kekuatan tanpa daktilitas: Kesalahan Fatal (Perwirasteel, 2025). Dari contoh — contoh tersebut, hal itu memberi dampak untuk bangunan tinggi roboh. Oleh karena bangunan roboh, tentu saja dapat memberi dampak kepada orang -orang didalamnya. Contohnya cedera dan kehilangan nyawa. Hal ini, dapat disebabkan oleh kekurangan pengetahuan oleh orang — orang terkait dengan cara bertahan hidup saat gempa besar terjadi dan berada di bangunan tinggi. Bukan hanya oleh karena hal, Tersebut, tetapi bisa saja terjadi oleh karena bangunan itu sendiri, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

2. Solusi Rekomendasi Alat & Langkah Kerja

Dengan dibuatnya Desain 3D Tahan Gempa ini, akan diperlukannya kardus, logam pegas kecil, kabel yang memiliki panjang kurang lebih 13cm, bola lampu kecil yang berukuran 0.3cm, tombol on/off, satu baterai, tanaman mainan, cat yang berwarna hitam, putih, dan hijau tua, dan beberapa stik eskrim. Untuk alat-alat yang diperlukan adalah gunting, pemotong, kuas cat, lem tembak, bersertakan lemnya, pensil, dan penghapus. Dari semua alat dan bahan tersebut, langkah-langkah dalam mengerjakan Desain 3D Tahan Gempa ini adalah pertama, dengan memotong kardus dengan membentuknya seperti kubus tinggi dan membuat dua macam pendek dan tinggi, yang memiliki ukuran sekitar 24cm, dan 33cm untuk yang tinggi, sebagai bangunan tinggi yang ada di perkotaan. Kedua, buatlah dasar bangunan yang bentuknya kotak, yang memiliki ukuran 10 cm. Ketiga, memotong kardus untuk dasar bangunan tersebut, dan membentuknya seperti kubus yang sangatlah pendek, namun lebar, yang kurang lebih tingginya 6 cm dan lebarnya 34cm, dan membuat lubang sebesar bangunan yang telah dibuat, yaitu 10cm, agar logam pegas dapat ditempel di bagian tersebut. Lalu mulailah mengecat kedua bangunan dan dasar tersebut, dengan warna abu gelap untuk bangunannya dan abu terang sebagai jendela — jendela di bangunan tersebut, dan juga gunakanlah warna hijau terang untuk dasar agar terlihat seperti rumput asli. Setelah mengecat bagian — bagian tersebut, ambillah logam pegas yang sudah ada dan menempelkannya di bagian lubang dasar dan salah satu bangunan yang telah dibuat, agar akan adanya perbedaan dari bangunan yang ditempelkannya logam pegas dan bangunan kedua yang tidak ditempelkan logam pegas padanya. Kemudian, buatlah sebuah lampu jalan menggunakan kardus dengan memotongnya dengan baik. Setelah itu mulailah menghubungkan bohlam lampu dengan kabel yang tersedia, sertakan baterai dan tombol untuk menghidupkan dan mematikan lampu tersebut. Terakhir, sebagai sentuhan terakhir gunakanlah mainan tanaman, seperti pohon, rumput, bunga, dan lain sebagainya, di bagian rumput atau basis, dan membuat sebuah bangku dari stik es krim agar lebih terlihat realistik. Demikian, dengan mengikuti langkah — langkah tersebut, terbuatnya lah sebuah Desain 3D Tahan Gempa yang dapat mencegah bangunan tinggi untuk berguncang saat gempa bumi besar terjadi.

Dari langkah — langkah tersebut, cara kerja Desain 3D Bangunan Tahan Gempa ini, adalah dari logam spiral atau pegas yang terletak di bagian bawah bangunan, yang dimana hal tersebut dapat mencegah bangunan untuk berguncang dengan besar. Apa perbedaannya? Perbedaan jika tidak ada logam pegas di bagian bawah bangunannya adalah, dimana jika terjadinya gempa bumi di daratan, maka otomatis bangunan ikut bergerak dengan tanah saat gempa besar terjadi. Yang dimana hal tersebut memberi risiko tinggi dalam bangunan untuk jatuh. Cara mengetes desain ini adalah dengan menggoyangkan basis dimana bangunan tersebut terletak untuk melihat perbedaan dalam bangunan yang isi logam pegas dan bangunan yang tidak. Dari situ, informasi tersebut adalah cara kerja dari logam pegas yang terletak di bawah bangunan, tetapi bagaimanakah cara menghidupkan lampu yang terdapat di antara dua bangunan? Caranya adalah dengan menghidupkannya melewati tombol yang sudah ada, dan mengandaikan bahwa lampu tersebut adalah lampu besar yang terdapat di perkotaan. Dari cara kerja produk, disitulah produk ini memiliki tujuan untuk memberi tahu orang — orang yang tinggal di gedung — gedung tinggi, baik itu sebagai perkantoran, kos, hotel, dan lain sebagainya, yang dimana setelah melihat produk ini, akan adanya informasi baru yang dapat mereka ketahui.

  1. Kesimpulan dan Saran

a. Kesimpulan

Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa menurut Earthquake Hazards Program (t.th.), Gempa bumi adalah peristiwa yang terjadi ketika dua blok bumi tiba — tiba bergeser satu sama lain. Yang dimana hal tersebut dapat memicu berbagai dampak — dampak buruk bagi manusia, terutamanya yang tinggal di pergedungan tinggi, baik itu sebagai perkantoran, apartemen, kos, dan lain sebagainya. Namun, dari masalah yang dimana masyarakat tinggal di gedung — gedung tinggi, akan memiliki resiko tinggi dalam tercelaka maupun kehilangan nyawa saat gempa besar terjadi, oleh karena struktur gedung yang tidak ramah dengan gempa, terutamanya gempa dengan magnitudo besar. Oleh sebab itu, dibuatnya desain 3D Bangunan Tahan Gempa dengan teknologi struktur gedung yang berbeda. Dari desain ini, terletaknya logam spiral, yang terletak di bawah gedung — gedung tinggi untuk mencegah robohnya bangunan tertentu. Mengapa? Karena logam spiral adalah jenis logam yang diformulasikan khusus memiliki elastisitas tinggi, yang dimana saat gempa terjadi, bangunan ter bola lampu kecil yang berukuran 0.3cm, tombol on/off, satu baterai,sebut tidak ikut bergerak dengan tanah saat gempa terjadi. Di desain tersebut, terdapatnya juga sebuah lampu, baik itu berwarna apa saja, yang andaikan berbentuk besar di kehidupan nyata, dan dapat hidup dengan otomatis saat gempa besar terjadi, untuk memberi tahu kepada orang — orang yang sedang berada di pergedungan tinggi tertentu, bahwa gempa dengan magnitudo besar sedang terjadi, agar mereka dapat bertahan hidup dengan berbagai cara untuk mencegah tercelakanya diri kita saat gempa besar terjadi, contohnya seperti Hold, Drop, dan Cover. Tetapi apa saja yang diperlukan dan langkah — langkah dalam membuat produk ini? Di produk ini, akan digunakannya kardus, logam pegas kecil, kabel yang memiliki panjang kurang lebih 13cm, tanaman mainan, cat yang berwarna hitam, putih, dan hijau tua, dan beberapa stik eskrim. Lalu, alat-alat yang diperlukan adalah gunting, pemotong, kuas cat, lem tembak, bersertakan lemnya, pensil, dan penghapus. Dari informasi tersebut, untuk membuat produk ini akan diperlukannya untuk memotong kardus dengan tinggi 24 cm, dan 33 cm untuk bangunan kedua, seperti apa yang telah dijelaskan di bagian solusi. Lalu, bangunan tersebut akan dicat dengan warna hitam dan putih, dan lanjut dengan membuat basisnya, yang kurang lebih tingginya 6 cm dan lebarnya 34cm, dan dasar tersebut akan dicat menggunakan warna hitam, hijau, dan putih, agar terlihat seperti warna rumput. Lalu, akan mulailah menempel logam pegas dibagian bawah bangunan kedua, yang diantarai oleh dasar dan bangunan tersebut. Setelah itu, buatlah lampu yang berbentuk seperti lampu jalan dengan menghubungkan bola lampu kecil, tombol on/off, satu baterai, dan perkabelan. Terakhir produk ini dapat didekorasi dengan mainan tanamannya, seperti pohon, bunga, dan lainnya, dan bangku berukuran kecil dengan stik eskrim yang telah disediakan. Dari proses pembuatan di paragraf pertama, para pekerja yang sering dalam mengerjakan gedung — gedung tinggi dapat terinspirasi dengan teknologi ini dan dapat membuat orang — orang yang berada di gedung — gedung selamat dari guncangan besar. Tidak hanya itu, tetapi orang — orang di dalam gedung -gedung tertentu, juga dapat merasa lebih aman dan tidak panik, saat gempa besar terjadi, oleh karena teknologi yang dapat mencegah bangunan untuk berguncang dengan besar saat gempa besar terjadi.

b. Saran

Dari penelitian ini, sebagai hasil akhir dari produk, sangatlah bagus, namun beberapa memiliki yang kurang dari ekspektasi. Yang dimana saran untuk desain 3D Bangunan Tahan Gempa ini, adalah mestinya dirapikan logam spiral yang diletakkan di bagian bawah bangunan kedua, agar para hadirin atau orang — orang yang melihat desain 3D ini, dapat menggambar arti dari desain Bangunan Tahan Gempa ini. Yang dimana agar mereka mengetahui bahwa, desain bangunan yang berisi logam spiral terletak di bagian bawahnya, dapat digunakan untuk mencegah terguncangnya bangunan saat gempa besar terjadi, maka orang — orang di dalam bangunan tinggi tertentu, baik itu sebagai perkantoran, kos, hotel, dan lain sebagainya, dapat merasa lebih aman dan selamat, ketika bertahan hidup dengan berbagai cara untuk mencegah diri kita terluka atau kehilangan nyawa saat gempa bumi besar terjadi. Tidak hanya itu, tetapi disarankan juga bahwa lampu di desain tersebut, diinginkan untuk terlihat lebih nyata, yang dimana lampu tersebut mestinya lebih dirapikan sedikit, agar masyarakat dapat menggambar atau mengimajinasi dengan apa yang diartikan oleh desain 3D Bangunan Tahan Gempa yang telah dibuat ini. Maka dari itu, mereka dapat terinspirasi dari desain ini, untuk menggunakan teknologi bangunan tahan gempa, terutamanya bangunan tinggi, agar orang — orang di dalam bangunan dapat menjadi lebih aman saat gempa dengan magnitudo besar terjadi di wilayah tertentu.

Daftar Pustaka

Akademisipil. (2025, April 16). Mitos atau Fakta Gedung Tinggi Lebih Berbahaya Saat Gempa. akademisipil.com. https://akademisipil.com/2025/04/16/gedung-tinggi-lebih-berbahaya-saat-gempa-mitos-atau-fakta/

Dino. (2023, October 19). Gempa bumi: Pemahaman Dasar dan Dampaknya. web.bpbd.jatimprov.go.id. https://web.bpbd.jatimprov.go.id/2023/10/19/gempa-bumi%20pemahaman-dasar-dan-dampaknya

Fadhil, H. (2025, April 01). Thailand Usut Penyebab Gedung Runtuh Saat Gempa, Baja DiDuga di Bawah Standar. news.detik.com. https://news.detik.com/internasional/d-7850964/thailand-usut-penyebab-gedung-runtuh-saat-gempa-baja-diduga-di-bawah-standar

Harris, M. (n.d.). 7 Dampak Gempa Bumi, Jenis, dan Langkah Mengantisipasinya. gramedia.com. https://www.gramedia.com/literasi/dampak-gempa-bumi/

Maulana, F. (2024, Agustus 15). Apa Itu Gempa Megathrust?, Dampak, dan Zonanya di Indonesia. umj.ac.id.https://umj.ac.id/just_info/apa-itu-gempa-megathrust-dampak-dan-zonanya-di-indonesia/

PerwiraSteel. (2025, Desember 30). Kesalahan Fatal dalam Konstruksi yang Memperparah Dampak Gempa. perwirasteel.com. https://perwirasteel.com/blog/kesalahan-fatal-konstruksi/

Program, E. H. (n.d.). The Science of Earthquakes. usgs.gov. https://www.usgs.gov/programs/earthquake-hazards/science-earthquakes

Putri, A. S. (2020, Mei 31). Mengapa Bangunan Roboh Saat Gempa Bumi? kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/31/190000169/mengapa-bangunan-roboh-saat-gempa-bumi

TunasHijau. (2025, September 06). Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa di Gedung Bertingkat. tunashijau.id. https://tunashijau.id/cara-menyelamatkan-diri-saat-gempa-di-gedung-bertingkat/


메타데이터
post_id
2fa42e6c834a
slug
prototipe-bangunan-tahan-gempa-2fa42e6c834a
url
https://medium.com/@andria.160527/prototipe-bangunan-tahan-gempa-2fa42e6c834a
canonical_url
https://medium.com/@andria.160527/prototipe-bangunan-tahan-gempa-2fa42e6c834a
author_url
https://medium.com/@andria.160527
status
ok
fetched_at
2026-06-23 19:38:28