JIS x San Siro: Kolaborasi Sport Tourism Jakarta
Yuk, simak langkah Jakarta mengembangkan sport tourism lewat inisiasi kerja sama JIS dengan San Siro Milan.
JIS x San Siro: Kolaborasi Sport Tourism Jakarta
Yuk, simak langkah Jakarta mengembangkan sport tourism lewat inisiasi kerja sama JIS dengan San Siro Milan.

Kunjungan kerja Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, ke Milan menjadi langkah awal penjajakan kerja sama sport tourism. Sumber: Jakarta.go.id
Smartcitizen, stadion masa kini bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk menonton pertandingan sepak bola saja, lho. Berbagai kota besar di dunia belakangan mulai mengembangkan stadion jadi destinasi wisata yang seru untuk dikunjungi kapan pun. Kamu bisa ikutan tur keliling area pemain, mampir ke museum klub, sampai menikmati hiburan seru dalam satu kawasan. Inovasi ini membuat stadion tetap hidup dan produktif walau sedang tidak ada jadwal pertandingan resmi.
Inspirasi menarik inilah yang membawa Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan kunjungan kerja ke Milan pada 13 Mei 2026 lalu untuk menjajaki potensi kerja sama antara Jakarta International Stadium (JIS) dengan stadion legendaris San Siro. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta yang kini tengah bertransformasi menjadi kota global yang kompetitif, kreatif, dan berdaya saing internasional. Jakarta ingin belajar bagaimana cara mengembangkan stadion menjadi magnet sport tourism yang memberi pengalaman baru buat warga sekaligus membuka peluang ekonomi. Kira-kira potensi apa saja yang bisa dikembangkan JIS lewat kolaborasi ini? Yuk simak ulasan lengkapnya di artikel ini!
San Siro Lebih dari Sekadar Arena Sembilan Puluh Menit

Kemegahan Stadion San Siro yang sukses bertransformasi menjadi pusat hiburan global. Sumber: Sansiro Stadium
Kalau dulu stadion identik dengan keramaian selama sembilan puluh menit pertandingan saja, sekarang perannya sudah jauh berkembang. Stadion modern dirancang supaya tetap ramai setiap hari melalui berbagai aktivitas hiburan dan wisata. Karena itu, stadion tidak lagi hanya berfungsi sebagai arena olahraga, tetapi juga menjadi ruang publik dan penggerak ekonomi kota.
San Siro menjadi salah satu contoh sukses dari transformasi tersebut. Stadion yang menjadi markas AC Milan dan Inter Milan ini mampu memadukan olahraga, hiburan, dan wisata dalam satu ekosistem. Selama satu musim kompetisi, San Siro tidak hanya menggelar laga sepak bola, tetapi juga puluhan konser internasional serta berbagai aktivitas wisata yang mendatangkan ratusan ribu pengunjung.
Baca juga: Jakarta International Stadium: Ini Fakta-fakta Uniknya!
Menariknya, pemasukan terbesar San Siro justru datang dari aktivitas di luar pertandingan. Pada musim 2023/2024, pendapatan dari konser mencapai €11,9 juta (Rp244,3 miliar) atau lebih tinggi dibanding biaya sewa pertandingan yang dibayar AC Milan dan Inter Milan sebesar €10,9 juta (Rp233,7 miliar). Selain itu, museum dan tur stadion menghasilkan sekitar €6,3 juta (Rp129,3 miliar), ditambah layanan food and beverage sebesar €2,5 juta (Rp51,3 miliar). Data ini menunjukkan bahwa stadion modern kini tidak hanya bergantung pada jadwal pertandingan, tetapi juga pada pengalaman dan aktivitas yang ditawarkan kepada pengunjung.
Smartcitizen, dampak ekonomi dari transformasi ini ternyata bisa meluas hingga ke luar area stadion. Salah satu contohnya adalah fenomena *swiftonomics*, sebuah istilah untuk menjelaskan lonjakan aktivitas ekonomi yang terjadi saat Taylor Swift menggelar konser di kota Milan pada tahun 2024. Kehadiran ratusan ribu penonton dalam dua hari konser di San Siro pada Juli 2024 sukses menyumbang dampak ekonomi sekitar €180 juta (Rp3,6 triliun). Sektor akomodasi, kuliner, tiket, serta transportasi lokal menjadi penyumbang pengeluaran terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa stadion modern tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi secara bersamaan.
Wisata Olahraga Berbasis Pengalaman

Deretan foto dan jersey bersejarah tertata rapi di dalam museum sepak bola San Siro. Sumber: @Birokerjasamadaerah.
Salah satu kekuatan utama San Siro terletak pada kemampuannya mengubah stadion menjadi pengalaman wisata yang lengkap. Pengunjung membeli tiket bukan hanya untuk melihat lapangan saja, tetapi diajak merasakan langsung atmosfer di balik layar stadion legendaris tersebut melalui layanan San Siro Museum & Tour.
Dalam tur ini, kamu bisa masuk ke ruang ganti resmi AC Milan dan Inter Milan, berjalan melewati terowongan pemain menuju lapangan, hingga duduk di bangku cadangan layaknya seorang pelatih saat pertandingan berlangsung. Selain itu, kamu juga bisa mengakses ruang konferensi pers dan zona wawancara yang biasa digunakan pemain setelah laga usai.
Smartcitizen, pengalaman tersebut makin lengkap dengan adanya museum sepak bola yang berada di dalam stadion. Museum ini menyimpan ratusan koleksi bersejarah, mulai dari trofi, bola pertandingan klasik, memorabilia sepak bola Italia, hingga jersey legenda dunia seperti Paolo Maldini, Javier Zanetti, sampai Zlatan Ibrahimović. Selain itu, tersedia juga toko suvenir resmi, audio guide multibahasa, hingga paket wisata terintegrasi dengan destinasi lain di Kota Milan.
Kini, San Siro bahkan menghadirkan pengalaman wisata premium melalui layanan San Siro Skywalk. Untuk pertama kalinya, pengunjung dapat berjalan di area atap stadion sambil menikmati panorama Kota Milan dari atas struktur spiral ikonik San Siro. Pengalaman ini menunjukkan bahwa stadion modern tidak hanya menjual pertandingan, tetapi juga menjual cerita, sejarah, arsitektur, dan pengalaman emosional bagi pengunjungnya.
Peluang Kolaborasi San Siro dan JIS

Sesi foto bersama setelah pembahasan potensi kolaborasi sport tourism antara Jakarta dan Milan. Sumber: Jakarta.go.id
Melihat berbagai praktik yang diterapkan di San Siro, Jakarta mulai menjajaki peluang untuk mengadaptasi konsep serupa di JIS. Dalam kunjungannya, Rano Karno berdiskusi dengan General Manager San Siro Stadium, Fabrizio Caruso, serta Business Development Manager San Siro Stadium, Michele Finucci, mengenai potensi kerja sama pengelolaan stadion modern dan pengembangan ekosistem sport tourism.
Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari manajemen event berskala internasional, pengembangan museum stadion, hingga strategi membangun keterlibatan penggemar atau fan engagement. Selain itu, aspek teknis seperti pengelolaan rumput stadion dan optimalisasi aktivitas nonpertandingan juga menjadi bagian dari pembelajaran yang ingin diadopsi Jakarta.

Kemegahan Jakarta International Stadium yang siap dikembangkan menjadi destinasi sport tourism unggulan. Sumber: Jakarta Smart City.
Menurut Rano Karno, stadion modern tidak lagi cukup hanya menjadi tempat pertandingan. Stadion perlu berkembang menjadi ruang hiburan, pusat ekonomi kreatif, destinasi wisata, sekaligus ikon kebanggaan warga kota. Dengan begitu, stadion dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi warga maupun perekonomian Jakarta.
Baca juga: Rekomendasi Tempat Olahraga Gratis dan Asyik di Jakarta
Rencana kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari pihak San Siro. Business Development Manager San Siro Stadium, Michele Finucci, menyampaikan bahwa San Siro memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pertandingan, museum, tur stadion, hingga berbagai aktivitas yang melibatkan penggemar. Menurutnya, kerja sama seperti ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan tentang bagaimana stadion dapat berkembang bukan hanya sebagai arena olahraga, tetapi juga sebagai ruang wisata dan interaksi publik.
JIS dan Potensi Sport Tourism Jakarta

Desain arsitektur modern JIS dengan sistem atap buka-tutup yang futuristik. Sumber: Jakarta Smart City.
Di Jakarta sendiri, JIS punya fondasi yang kuat untuk berkembang sebagai destinasi sport tourism. Sebab, sport tourism bukan hanya soal menghadirkan pertandingan besar, tetapi juga membangun pengalaman, sejarah, dan keterikatan emosional yang membuat orang ingin datang kembali. Karena itu, keberadaan identitas klub, museum, komunitas suporter, hingga aktivitas di sekitar stadion menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem wisata olahraga.
Smartcitizen, modal tersebut sebenarnya sudah dimiliki Jakarta. JIS memiliki keterikatan kuat dengan Persija Jakarta, klub sepak bola yang telah berdiri sejak 1928 dan mengoleksi 11 gelar juara nasional. Selain itu, ada The Jakmania yang dikenal sebagai salah satu komunitas suporter terbesar di Indonesia dengan loyalitas tinggi dan basis simpatisan yang sangat besar. Ke depan, rencana pembangunan Museum Persija di kawasan sekitar JIS juga berpotensi memperkuat identitas stadion sebagai ruang yang menyimpan sejarah dan budaya sepak bola Jakarta.
Di luar pertandingan, JIS juga mulai menunjukkan potensinya sebagai ruang multifungsi yang siap bersaing secara global. Dalam beberapa tahun terakhir, JIS sukses menggelar berbagai acara musik berskala internasional seperti konser Ed Sheeran, NCT DREAM, hingga Bruno Mars. Saat event berlangsung, dampaknya juga terasa di sekitar kawasan. Pergerakan transportasi publik meningkat, pelaku UMKM mendapat lebih banyak pengunjung, dan aktivitas kuliner ikut tumbuh. JIS tidak hanya menjadi tempat acara, tetapi mampu memicu aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Baca juga: Intip Megahnya Jakarta International Stadium
Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat akses menuju JIS melalui layanan transportasi publik, agar kamu bisa menikmati kemeriahan kota dengan lebih nyaman. Saat ini, kawasan JIS dilayani oleh rute Transjakarta Koridor 14 (Senen — JIS), Koridor 14A (Juanda — JIS), Koridor 14B (Tanjung Priok — Senen via JIS) dan Koridor 12P (Stasiun LRT Pegangsaan Dua — JIS). Ke depan, akses akan semakin luas dengan rencana operasional Stasiun KRL Commuter Line JIS pada pertengahan 2026, pembangunan LRT Jakarta Fase 2A rute Kelapa Gading-JIS, serta MRT Fase 2B rute Ancol-JIS.
Dari Stadion ke Pengalaman Kota, Saatnya Kamu Ikut Terhubung

Fasilitas modern di Jakarta International Stadium mendukung pengalaman pengunjung yang lebih nyaman dan terintegrasi. Sumber: Jakarta Smart City.
Smartcitizen, pengembangan JIS sebagai destinasi sport tourism menjadi bagian dari upaya Jakarta untuk menghadirkan ruang kota yang lebih hidup, terhubung, dan memberi manfaat luas bagi warganya. Stadion kini tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat pertandingan, tetapi juga ruang berkumpul, hiburan, hingga bagian dari pengalaman kota yang bisa dinikmati bersama. Lewat berbagai event olahraga, konser musik, hingga pengembangan kawasan di sekitarnya, JIS diharapkan dapat terus menghadirkan aktivitas yang membuat Jakarta semakin semarak.
Baca juga: Panduan Transportasi Umum ke Jakarta International Stadium (JIS)
Untuk mendukung pengalaman tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menghadirkan kemudahan akses informasi dan layanan publik melalui aplikasi JAKI. Lewat fitur Berita, kamu bisa mendapatkan informasi terbaru seputar event, kegiatan kota, hingga agenda yang sedang berlangsung di Jakarta.

Fitur Transportasi Publik di aplikasi JAKI mempermudah perjalanan dalam menikmati berbagai event kota. Sumber: Jakarta Smart City.
Sementara itu, bagi Smartcitizen yang ingin bepergian ke JIS untuk menonton pertandingan, konser, atau sekadar menikmati kawasan sekitar stadion, fitur Transportasi Publik di aplikasi JAKI dapat membantu kamu memantau rute dan jadwal Transjakarta, MRT Jakarta, hingga LRT Jakarta. Dengan begitu, perjalanan kamu jadi lebih praktis dan terencana.
Yuk, unduh aplikasi JAKI secara gratis di Play Store dan App Store untuk tetap terhubung dengan berbagai aktivitas kota. Karena sekarang, menikmati stadion bukan hanya soal menonton pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman baru menikmati Jakarta.
메타데이터
- post_id
- 2fdf4f1e4b0e
- slug
- jis-x-san-siro-kolaborasi-sport-tourism-jakarta-2fdf4f1e4b0e
- url
- https://medium.com/jakartasmartcity/jis-x-san-siro-kolaborasi-sport-tourism-jakarta-2fdf4f1e4b0e
- canonical_url
- https://medium.com/jakartasmartcity/jis-x-san-siro-kolaborasi-sport-tourism-jakarta-2fdf4f1e4b0e
- author_url
- https://medium.com/@budiavolk
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-11 15:16:29