← Back to list

Mengenal Tafsir Syiah dan kritik Syekh Adz-Dzahabi terhadap Tafsir Al-Kazurani

Kaum Syiah memiliki kekayaan intelektual yang sangat besar dalam bidang tafsir yang berpusat pada doktrin akidah mereka. Penafsiran mereka…

Aisyah Zulfa · 2026-05-13 14:31 · 0 claps · 1.5 min read
#tafsir #syiah #kazurani #tafsir-syiah #syekh-dzahabi
Open on Medium ↗

Mengenal Tafsir Syiah dan kritik Syekh Adz-Dzahabi terhadap Tafsir Al-Kazurani

Kaum Syiah memiliki kekayaan intelektual yang sangat besar dalam bidang tafsir yang berpusat pada doktrin akidah mereka. Penafsiran mereka bervariasi mulai dari kelompok yang moderat hingga yang ekstrem (ghuluw), tergantung pada manhaj yang ditempuh penulisnya. Beberapa kitab klasik yang menjadi rujukan utama antara lain Tafsir al-Ayyashi yang merupakan sandaran besar bagi mereka, serta Tafsir Ali bin Ibrahim al-Qummi yang disusun pada akhir abad ke-3 Hijriah. Fokus utama dari seluruh karya ini adalah otoritas Imamah sebagai poros pemahaman Al-Qur’an.

Salah satu karakteristik unik dalam tafsir Syiah adalah keyakinan bahwa setiap ayat memiliki makna zahir dan batin. Tokoh seperti al-Kazurani dalam kitab Mir’at al-Anwar menyatakan bahwa umat wajib mengimani kedua makna tersebut, bahkan mengklaim adanya tujuh hingga tujuh puluh lapis makna batin. Baginya, makna batin Al-Qur’an mutlak hanya diketahui oleh para Imam Syiah karena wahyu turun di rumah mereka. Oleh karena itu, mereka melarang keras penafsiran yang hanya mengandalkan akal atau pendekatan bahasa tanpa merujuk pada riwayat Ahlul Bait.

Dalam tafsir batiniah yang ekstrem, ayat-ayat Al-Qur’an sering kali ditarik secara paksa untuk membenarkan doktrin kelompok. Setiap ayat yang berisi pujian, kebaikan, dan surga ditafsirkan sebagai simbol kemuliaan para Imam dan pengikut Syiah. Sebaliknya, ayat-ayat ancaman, neraka, dan azab dimaknai sebagai celaan bagi musuh-musuh Ahlul Bait, termasuk para sahabat Nabi dan pengikut Ahlussunnah. Bahkan, atribut fisik Allah dalam Al-Qur’an seperti “Wajah Allah” ditafsirkan sebagai wujud fisik dari para Imam itu sendiri.

Kritik tajam datang dari Syeikh adz-Dzahabi yang menyoroti inkonsistensi metodologi dalam tafsir ekstrem seperti milik al-Kazurani. Beliau menilai bahwa mufasir tersebut tidak membaca Al-Qur’an untuk mencari petunjuk hidayah, melainkan memaksanya tunduk pada hawa nafsu kelompok. Riwayat-riwayat yang diklaim mutawatir oleh kelompok ini sering kali dianggap sebagai hadis palsu oleh ulama Ahlussunnah karena sanadnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini menunjukkan adanya benturan metodologi yang sangat tajam antara pendekatan riwayat Ahlul Bait dengan standar kritik hadis umum.

Di sisi lain, terdapat pula kelompok Syiah Zaidiyyah yang memiliki karakter lebih moderat dalam penafsiran. Mereka memiliki hubungan intelektual yang kuat dengan Mu’tazilah, sehingga dalam urusan tafsir mereka sangat bergantung pada kitab al-Kasysyaf karya al-Zamakhsyari. Salah satu karya agung dari kalangan ini adalah Fathul Qadir karya asy-Syaukani yang berhasil menggabungkan metode riwayat dan analisis nalar secara komprehensif. Perbedaan corak antara Syiah Imamiyah dan Zaidiyyah ini menunjukkan betapa luasnya spektrum pemikiran di dalam khazanah tafsir mereka.


메타데이터
post_id
2fe8dbc365bf
slug
mengenal-tafsir-syiah-dan-kritik-syekh-adz-dzahabi-terhadap-tafsir-al-kazurani-2fe8dbc365bf
url
https://medium.com/@aisyahzulfa/mengenal-tafsir-syiah-dan-kritik-syekh-adz-dzahabi-terhadap-tafsir-al-kazurani-2fe8dbc365bf
canonical_url
https://medium.com/@aisyahzulfa/mengenal-tafsir-syiah-dan-kritik-syekh-adz-dzahabi-terhadap-tafsir-al-kazurani-2fe8dbc365bf
author_url
https://medium.com/@aisyahzulfa
status
ok
fetched_at
2026-07-10 16:32:07