← Back to list

Buntu Maksimal

#123: Ketika ide buntu, tetapi menulis tetap jalan.

Abdan Islah Trisnadi · 2026-06-22 09:08 · 0 claps · 1.4 min read
#konsistensi #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗

Buntu Maksimal

123: Ketika ide buntu, tetapi menulis tetap jalan.

Foto oleh Ryan Snaadt di Unsplash

Foto oleh Ryan Snaadt di Unsplash

Sebenarnya, kebuntuan ide hari ini disebabkan oleh saya sendiri. Pagi tadi, setelah salat subuh saya tidak langsung keluar dari kamar guna melakukan rutinitas pagi. Alih-alih beranjak dari kasur, saya justru kembali merebahkan diri sambil menggulir konten di TikTok. Karena masih pagi buta, saya mengenakan penyuara telinga (earphone) agar suaranya tidak mengganggu kamar sebelah.

Media sosial benar-benar berbahaya. Karenanya, tidak terasa saya menghabiskan waktu selama 4 jam di atas kasur. Waktu itu jika digunakan untuk mematangkan ide tulisan sembari diselingi olahraga ringan maka akan masih tersisa banyak. Bahkan sisa waktunya dapat digunakan untuk beberes kamar, memberi pakan kucing, dan menyiapkan sarapan.

Walau sudah bangun sejak subuh, setelah habis 4 jam di atas kasur, tubuh rasanya malas dan demotivasi untuk beraktivitas. Aktivitas pagi ini benar-benar seperti aktor yang berperan sebagai pengangguran di sinetron. Bangun dari kasur langsung sarapan, lanjut beberes kamar, kemudian bermain dengan kucing, dan barulah mandi.

Laptop baru dinyalakan pada pukul 12:30. Namun, pikiran dan perasaan belum sepenuhnya nyetel. Pikiran masih terbawa kemana-mana. Perasaan pun begitu, rasanya seperti tertinggal di kasur. Penginnya rebahan dan lanjut bermedsos ria. Alhasil, tiga jam laptop menyala tidak ada ide yang muncul.

Tiga jam itu pun tidak selalu berinteraksi dengan laptop. Saya terpaksa harus membuka medsos lagi untuk mencari inspirasi di sana. Ikhtiar itu sebelumnya didahului dengan membaca tulisan dari penulis lain di Medium. Sayangnya, itu belum mampu memantik otak untuk menelurkan ide. Berharap medsos dapat membantu, tetapi nyatanya tidak juga.

Hasilnya, keluarlah tulisan ini. Tulisan yang terkesan dipaksakan demi mengamankan rentetan menulis setiap hari. Namun, pikir saya lebih baik begitu daripada menunggu ide datang yang benar-benar baru. Saya beberapa kali menulis topik ini, tetapi isinya selalu baru. Nah, kan, tulisan ini sudah melengkapi rentetan menulis setiap hari. Cukup hari ini kesalahan ini terjadi, esok jangan lagi. Lagipula, seterjal apapun prosesnya, saya akan selalu mencoba konsisten karena proses kecil lebih baik daripada diam.


메타데이터
post_id
3086ca2d306d
slug
buntu-maksimal-3086ca2d306d
url
https://medium.com/@abdantrisnadi/buntu-maksimal-3086ca2d306d
canonical_url
https://medium.com/@abdantrisnadi/buntu-maksimal-3086ca2d306d
author_url
https://medium.com/@abdantrisnadi
status
ok
fetched_at
2026-07-18 10:04:05