10 Juni 2025
kencan pertama.
10 Juni 2025
Kencan perdana setelah kuizinkan dia untuk mendekati aku lagi. Ia bilang bahwa ia sudah selalu ingin mengajakku untuk pergi ke foto box. Aku nurut aja. Enggak ada salahnya kan, main sama teman??? Ke foto box????
Kami pakai dress code kemeja putih dan bawahan hitam — dia pakai celana bahan panjang dan aku pakai rok selutut. Aku yakin waktu itu, kalau enggak ada jaket angkatan, kami udah kayak duo insan pemburu loker. Gimana nggak? Beneran kayak habis melamar kerja. Masih untung enggak nenteng map cokelat. Ya sebetulnya aku pegang barang sih, kipas tangan. Soalnya keringatan dan bajuku basah — enggak bau kok, serius! Malu kan kalau masuk ke tempat foto box dalam keadaan begitu. Jadinya, kami memutuskan untuk duduk dulu di sebuah bangku panjang di mall tersebut.
Ia mengangkat tangannya yang lagi pegang digicam. “Ey, di mana nih kita?” tanyanya di balik kamera, menyorotku yang masih kipas-kipas, ngadem.
Aku nggak menjawab. Entah deh. Malu. Gengsi. Semuanya jadi satu. Biar situasi aja yang menjelaskan kami di mana, pikirku begitu. Namun, meski aku cuekin, dia tetap bersikeras dan kembali bicara dengan pertanyaan yang lebih bikin aku malu.
“Gimana rasanya jalan sama aku?”
BEUH.
JALAN??? SAMA??? AKU????
Aku pasang wajah tenang, pura pura kalem. Padahal sanubariku sebetulnya udah bergetar gak karuan sejak dengar pertanyaan itu.
Aku diam. Mikir sambil terus kipas kipas. Namun lama kelamaan makin gak tahan lagi sebab malu, apalagi dia nanya sambil pegang kamera, menyorot gerak-gerikku. Jadi aku jawab aja, “Memang ini jalan ya?” tanyaku dengan nada santai dan tak acuh, berlagak cuek.
“Oh ya terus apa dong? Pacaran?”
GELO.
AKU LANGSUNG BALIK BADAN. Lalu dia ketawa.
메타데이터
- post_id
- 30e77470cd64
- slug
- 10-juni-2025-30e77470cd64
- url
- https://medium.com/@serendipitachi/10-juni-2025-30e77470cd64
- canonical_url
- https://medium.com/@serendipitachi/10-juni-2025-30e77470cd64
- author_url
- https://medium.com/@serendipitachi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-15 03:40:54