Udan dan Hujan
Udan dan Hujan

Sumber : Dokumentasi pribadi
Akhir-akhir ini aku mulai menyadari hal-hal kecil yang harusnya tidak kecil jika dilihat dalam kondisi yang berbeda.
Aku sangat menyukai hujan akhir-akhir ini karena suaranya mampu memasuki telingaku, padahal hujan sangat berisik dan aku kurang menyukai berisik.
Kusimpulkan rasa sukaku ini karena keberadaanku saat ini yang nyaman, aman, dan tanpa beban. Dalam rumah, suara hujan larut bersama minuman hangat yang kuteguk, ditambah semua beban pikiran yang ikut larut bersama air hujan yang mengalir menuju tempat yang rendah, dalam, lalu terasingkan.
Aku terbayang, bagaimana nantinya hujan ketika aku berada di kota sebelah? Di mana aku tengah berada nantinya saat sedang dalam perjalanan merangkai mimpiku? Kuyakin, berada di tempat dengan ketenangan yang minim dan tempat yang jauh dari kata nyaman, tetapi kupaksakan hidup karena tanggung jawab yang telah kupilih. Apakah akan senyaman sekarang?
Perasaan yang manja ini akan dipaksa untuk kembali hidup dengan tangguh, sepenuhnya. Kurasa nyaman akan terasa jauh lebih nikmat nantinya setelah perang yang kugeluti menemui jeda ataupun akhir.
Aku bersyukur akan lamunanku, aku bersyukur atas kenyamanan ini, dan aku bersyukur bisa mengenang ini, juga berharap semoga diriku nanti, mampu menggambarkan dengan nyaman apa yang coba kusajikan untuknya dalam memori tulisan ini.
메타데이터
- post_id
- 314ceb074d1e
- slug
- udan-dan-hujan-314ceb074d1e
- url
- https://medium.com/@mandoan/udan-dan-hujan-314ceb074d1e
- canonical_url
- https://medium.com/@mandoan/udan-dan-hujan-314ceb074d1e
- author_url
- https://medium.com/@mandoan
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 09:01:03