Langit, Cahaya, dan Kesempurnaan
Hampa.
Langit, Cahaya, dan Kesempurnaan

sc: pinterest
Hampa.
Semuanya terasa monoton, terjebak dalam ritual harian yang itu-itu saja. Menatap layar yang sama, menunggu angka yang sama, menelan bosan yang sama. Kadang aku bertanya, apakah orang lain juga merasakan kekosongan yang berisik ini di dalam kepala mereka? Ke manakah sebenarnya kita semua akan berlabuh? Kapan kita benar-benar akan berhenti?
Kita sering disebut makhluk sempurna, namun kita adalah kesempurnaan yang penuh dengan kecacatan. Kita adalah spesies paling rakus yang pernah menginjakkan kaki di planet ini. Kita mengeruk apa saja, mengklaim apa saja, seolah kita akan hidup selamanya.
Malam sudah tiada berbintang, bulan pun memudar, tersisa hanyalah cahaya lampu yang bersinar terang.
Apakah kita terlalu sering melihat cahaya lampu kota sehingga melupakan kegelapan? Hingga kita merasa dunia ini besar dan kita adalah penguasanya.
Mungkin kita perlu berhenti sejenak dan menatap langit. Mungkin saja dengan melihat kegelapan langit yang penuh bintang, kita dapat tersadar betapa kecilnya kita. Mungkin kegelapan langit merupakan obat dari kesombongan.
메타데이터
- post_id
- 3165f19ee2ac
- slug
- langit-cahaya-dan-kesempurnaan-3165f19ee2ac
- url
- https://medium.com/@nafenafi/langit-cahaya-dan-kesempurnaan-3165f19ee2ac
- canonical_url
- https://medium.com/@nafenafi/langit-cahaya-dan-kesempurnaan-3165f19ee2ac
- author_url
- https://medium.com/@nafenafi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13