Kerja Remote Kini Makin Susah? Ini Dia Tren, Tantangan Realistis, dan Solusi Buat Pemula
Pahami tren, tantangan, dan solusi bekerja remote yang tidak pernah dibahas sebelumnya
Kerja Remote Kini Makin Susah? Ini Dia Tren, Tantangan Realistis, dan Solusi Buat Pemula
Pahami tren, tantangan, dan solusi bekerja remote yang tidak pernah dibahas sebelumnya

Gambar oleh Vitaly Gariev dari Unsplash
Dewasa ini, apakah kerja remote makin susah? Nyatanya, kalau kita membuka platform-platform lowongan kerja, banyak pekerjaan remote masih dapat ditemui. Jika bukan di platform berbasis Indonesia, maka bisa ditemukan di platform berbasis internasional.
Tak dapat dipungkiri, perkembangan zaman yang cepat menyebabkan beberapa kebaruan yang harus disesuaikan semua orang, termasuk tantangan-tantangan yang ada dalam bekerja remote. Simak artikel ini untuk berdiskusi soal tren, tantangan, dan solusi yang bisa dilakukan sebagai pemula yang baru memulai karier remote.
Tren Bekerja Remote: Masih Berpeluang atau Tidak?
Menurut data dari Statista, tren bekerja remote sebenarnya telah meningkat perlahan dari tahun 2015, lalu meningkat drastis setelah pandemi hingga mencapai 28% di 2023. Secara global, industri dengan mode kerja remote didominasi oleh industri teknologi, agensi dan konsultasi, serta keuangan sebagai rank 3 besarnya.
Banyak perusahaan juga memilih mempekerjakan karyawan secara remote karena memiliki akses yang lebih luas untuk menyeleksi kandidat dan meminimalisir biaya untuk tempat kerja. Perusahaan-perusahaan top di kancah global itu 82% menyatakan remote working berjalan dengan lancar, karyawan pun merasa lebih fleksibel dan dapat menghemat pengeluaran.
Jadi, apabila ditanya berpeluang atau tidak, kerja remote masih sangat bisa diperjuangkan, ya. Mungkin, hanya ada beberapa perbedaan, tantangan-tantangan yang harus dihadapi sejak awal, seperti hal-hal di bawah ini.
Tantangan-Tantangan Bekerja Remote
Di era sekarang ini, teknologi yang makin canggih memunculkan beberapa tantangan dalam bekerja remote. Mari kita lihat dari segi apa saja tantangan-tantangan yang muncul sehingga nantinya dapat kita cari solusinya.
AI: Menambah Produktivitas atau Malah Merusak?
Tak dapat dipungkiri, adanya AI menjadi suatu tantangan tersendiri dalam dunia kerja remote. Di sini, AI sebagai tantangan bukan bermaksud bahwa perusahaan beralih sepenuhnya ke AI dan sama sekali tidak mempekerjakan sumber daya manusia, tetapi, bagaimana perusahaan-perusahaan ini mencari kandidat yang paham mengenai workflow AI dan memiliki skill untuk memanfaatkannya secara optimal.
Perusahaan yang Cenderung Cari Kandidat Entry Level
Hal ini bisa menjadi keuntungan dan tantangan di waktu yang bersamaan tergantung tujuannya. Apabila ingin mencari pekerjaan remote yang cukup mudah digeluti dan menghasilkan cuan yang cukup, maka ini menjadi kelebihan. Namun, apabila seorang specialist yang sudah expert di bidang tersebut memutuskan untuk freelance remote, ini akan cukup menjadi tantangan.
Salary Tergantung Lokasi Pekerja
Agaknya topik yang cukup sensitif, namun inilah tantangan realistis dari bekerja secara remote. Tak jarang, perusahaan memberikan salary yang diukur berdasarkan lokasi pekerja, disesuaikan dengan kurs yang setara UMR daerah. Namun, jangan khawatir, masih banyak juga pekerja remote yang mendapatkan salary tinggi, tergantung perusahaan dan bagaimana kamu harus pandai-pandai bernegosiasi serta menonjolkan skill.
Solusi-Solusi dalam Bekerja Remote
Dengan tantangan-tantangan di atas, mari bedah satu per satu dan menemukan solusi untuk masing-masing permasalahan yang ada.
Memperkuat Skill AI Automation
Dengan aktivitas sehari-hari yang sudah terpapar oleh AI, dunia kerja tidak semata-mata menghapus AI, melainkan berusaha secara optimal memanfaatkannya. Dari sini, direkomendasikan bagi kamu untuk menambah skill penguasaan AI ini pada setiap skill yang kamu punya.
Misalnya, kamu jago di bidang copywriting, maka, kamu kombinasikan copywriting dan skill AI menjadi “skill AI-assisted copywriting”. Hal ini bukan berarti kamu menulis copywriting menggunakan AI persis, tetapi kamu dapat memberi klaim bahwa berhasil mengerjakan copy 3x lebih cepat menggunakan assistance AI tanpa menurunkan kualitas.
Menyesuaikan Positioning Diri dengan Lowongan
Satu hal pasti yang bisa kita lakukan sebagai kandidat adalah menyesuaikan positioning diri atau skill yang kita miliki dengan kualifikasi dan industri pekerjaan tersebut. Apabila kamu baru memulai kerja remote, perusahaan yang mencari kandidat entry level bisa menjadi peluangmu, asalkan jangan lupa untuk menyesuaikan CV terhadap kualifikasi yang dicari perusahaan.
Apabila kamu adalah seorang specialist dan ingin mencari peluang lebih tinggi, kamu bisa fokuskan untuk mempertahankan value kamu dengan portofolio dan reach out ke perusahaan-perusahaan yang secara spesifik membutuhkan seorang expert. Meski hal-hal ini seringkali di luar kendali kita, yang bisa kita lakukan adalah tetap terus berusaha.
Perihal Salary: Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Secara realistis, permasalahan salary berdasarkan lokasi pekerja remote tidak dapat kita tangani sendiri dengan mudah. Hal ini pun masih menjadi diskusi yang cukup kontroversial. Di sini, artikel ini tidak semata-mata menjadi instruksi yang harus diikuti, melainkan membagikan insight baru dan menjadi ruang refleksi bersama.
Perihal salary, hal ini bisa dilihat dari tujuanmu melakukan kerja remote. Apabila kamu berfokus untuk menjadi berpenghasilan terlebih dahulu, mungkin lowongan seperti ini bisa cukup bagimu. Namun, apabila sudah saatnya bagi kamu untuk level up, maka penting untuk mencoba melakukan negosiasi dan mencari perusahaan yang lebih mengutamakan value.
Personal Branding Jadi Kunci Kerja Remote Masa Kini
Kerja remote membutuhkan portofolio yang menunjukkan kemampuan diri kita. Portofolio tersebut dapat ditunjukkan melalui personal branding yang kita bangun di media sosial. Personal branding membuat seorang kandidat terlihat lebih tepercaya, apalagi dengan niche masing-masing yang menunjukkan kreativitas dan value kandidat tersebut.
Personal branding ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari sering aktif posting di LinkedIn hingga membuat konten terkait bidang spesialisasi pekerjaan. Sudah 2026 begini, tidak ada salahnya, kok, mulai jadi percaya diri dan bangun personal branding lewat media sosial.
Dunia kerja remote akan terus mengalami perkembangan dalam tantangan-tantangannya. Oleh karena itu, skill terpenting untuk dipunyai adalah adaptif dengan perubahan yang ada dan tidak berhenti untuk belajar hal baru. Menurut kamu, sebagai pemula, apa lagi hal yang menjadi tantangan dalam bekerja remote?
메타데이터
- post_id
- 324d9dd8d83f
- slug
- kerja-remote-kini-makin-susah-ini-dia-tren-tantangan-realistis-dan-solusi-buat-pemula-324d9dd8d83f
- url
- https://medium.com/@digilock.idn/kerja-remote-kini-makin-susah-ini-dia-tren-tantangan-realistis-dan-solusi-buat-pemula-324d9dd8d83f
- canonical_url
- https://medium.com/@digilock.idn/kerja-remote-kini-makin-susah-ini-dia-tren-tantangan-realistis-dan-solusi-buat-pemula-324d9dd8d83f
- author_url
- https://medium.com/@digilock.idn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 02:33:43