Tak Pernah Menunggu
Hingga seterusnya, waktu akan tetap berjalan.
Tak Pernah Menunggu
Hingga seterusnya, waktu akan tetap berjalan.
Malam akan datang tanpa pernah lupa pada gilirannya. Pagi akan kembali meski tak ada seorang pun yang memintanya.
Semesta tak pernah menunda putarannya.
Namun ada yang memilih diam, seperti perahu yang terus berlabuh, bukan karena tak mengenal lautan, melainkan karena terlalu akrab dengan rasa takut.
Kekecewaan perlahan menjadi lumut, menyelimuti batu yang semula ingin melangkah. Sedikit demi sedikit, ia membuat pijakan terasa licin, hingga diam tampak lebih nyaman daripada mencoba sekali lagi.
Lalu lahirlah kata-kata.
Tentang perubahan. Tentang harapan. Tentang esok yang katanya akan berbeda.
Namun kata-kata hanyalah angin.
Ia mampu menggetarkan daun, tetapi tak pernah memindahkan akar.
Sebab perubahan tak pernah tumbuh dari kalimat yang indah.
Ia lahir ketika keberanian lebih besar daripada keraguan, ketika langkah pertama mengalahkan seribu alasan untuk tetap tinggal.
Barangkali yang paling berat bukanlah perjalanan yang panjang.
Melainkan hati yang telah terlalu lama berdamai dengan penundaan.
Sebab bahkan api yang paling kecil tak akan pernah menjadi cahaya bila terus memilih menjadi percik.
Dan waktu…
tak pernah berhenti menunggu siapa yang siap berubah.
Ia hanya terus bergerak, meninggalkan siapa pun yang lebih memilih menetap di tempat yang telah lama selesai menjadi tujuan.
Foto oleh Valentin di Unsplash
메타데이터
- post_id
- 32bc93df9cbf
- slug
- tak-pernah-menunggu-32bc93df9cbf
- url
- https://medium.com/@aneliakartika/tak-pernah-menunggu-32bc93df9cbf
- canonical_url
- https://medium.com/@aneliakartika/tak-pernah-menunggu-32bc93df9cbf
- author_url
- https://medium.com/@aneliakartika
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 23:38:59