2024: Tahun Jatuh Cinta, Jatuh Hati, dan Jatuh dalam Pelukan-Nya
2024 benar-benar tahun yang penuh lika-liku, tapi entah kenapa — aku justru ingin menyebutnya sebagai tahun paling berwarna dalam hidupku.
2024: Tahun Jatuh Cinta, Jatuh Hati, dan Jatuh dalam Pelukan-Nya
2024 benar-benar tahun yang penuh lika-liku, tapi entah kenapa — aku justru ingin menyebutnya sebagai tahun paling berwarna dalam hidupku.
Bukan karena semua berjalan mulus. Justru sebaliknya.
🌧️ Lika-liku, Tapi Penuh Cahaya
Beberapa ujian hidup datang bersamaan. Ada momen-momen di mana kalau aku pikirkan lagi sekarang, rasanya seperti titik-titik yang mampu mengguncang iman. Tapi di saat yang sama, justru dari titik itu aku belajar: Allah selalu hadir. Dan ketika semua terasa tak pasti, justru di situlah aku bisa merasa sedekat itu dengan-Nya.
Ada satu hal yang nggak pernah aku sangka terjadi di tahun ini:
Aku jatuh cinta untuk pertama kalinya dalam 30 tahun hidupku.
Dan bukan hanya jatuh cinta dalam konteks romantis, tapi juga… jatuh cinta pada hidup, pada diriku sendiri, dan pada setiap detik pertumbuhan yang Allah izinkan untuk aku alami.
🎁 Hadiah di Balik Ujian
Maha Besar dan Maha Baiknya Allah. Di tahun yang sama ketika aku merasa goyah, Allah justru memberi begitu banyak hadiah yang luar biasa istimewa untukku.
Mulai dari:
Ketenangan hati yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Invitation untuk bisa manasik haji (Allahu Akbar, Allahumma baarik).
Menemukan dua hobi baru yang akhirnya jadi soul activity-ku: lari dan menulis.
Refleksi diri yang mendalam dan rasa koneksi yang kuat — bukan cuma dengan individu lain, tapi juga dengan alam dan semesta ciptaan-Nya.
Semua proses ini membuat hidupku jauh lebih slow, lebih mindful, dan lebih penuh makna dari sebelumnya.
🌱 Embracing My True Self
Sejak Q4 2024 hingga saat ini, aku benar-benar merasa pelan-pelan memeluk versi terbaik dari diriku sendiri. Versi yang tetap punya luka, tapi lebih sadar dan lembut terhadapnya. Versi yang nggak lagi terlalu ngoyo, tapi tetap bertumbuh. Versi yang lebih banyak berserah, tapi juga berusaha.
Dan untuk pertama kalinya, aku merasa:
“So proud and so blessed with this journey.”
Semua ini bisa terjadi, hanya karena izin Allah.
🤍 Pelukan yang Nggak Pernah Lepas
Kesimpulan paling penting yang aku bawa dari tahun ini adalah:
Diri kita bukan milik kita sepenuhnya. Hati kita, hidup kita, bahkan orang-orang yang kita sayangi — semuanya titipan.
Dan karena itu, ketika ada ujian, bahkan sekecil apapun, aku belajar untuk tidak buru-buru panik.
Lebih baik aku tarik napas, lalu mendekat. Mendekat ke Pemilik Hati ini. Karena hanya Allah yang bisa melembutkan, menguatkan, dan memeluk… tanpa pernah melepaskan.
Kalau kamu pernah merasakan ini juga — momen jatuh hati, lalu jatuh dalam pelukan Allah — pasti kamu tahu persis rasanya:
Seperti dipeluk erat banget, sampai nggak bisa berkata apa-apa lagi, selain “terima kasih ya Allah…”
Dari hati yang jatuh, tumbuhlah versi terbaik dari diriku.
Dan dari luka yang lama, Allah tumbuhkan cinta yang baru.
Terima kasih, 2024. Kamu benar-benar tahun yang akan aku kenang selamanya.
Dan terima kasih, Allah, untuk semua pelukan yang tak terlihat, tapi terasa sampai ke jiwa. 🤍
메타데이터
- post_id
- 32bfb61fe182
- slug
- 2024-tahun-jatuh-cinta-jatuh-hati-dan-jatuh-dalam-pelukan-nya-32bfb61fe182
- url
- https://medium.com/@ridadep/2024-tahun-jatuh-cinta-jatuh-hati-dan-jatuh-dalam-pelukan-nya-32bfb61fe182
- canonical_url
- https://medium.com/@ridadep/2024-tahun-jatuh-cinta-jatuh-hati-dan-jatuh-dalam-pelukan-nya-32bfb61fe182
- author_url
- https://medium.com/@ridadep
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-31 11:24:43