← Back to list

do you think there's a place up there,

Khansa Hidayatul Fadhilah · 2026-07-04 21:34 · 0 claps · 1.6 min read
#relationships #poetry #sexuality #film #heaven
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing CUL · Culture & Media 💑 · Relationships ✍️ · Writing & Creative 🎬 · Film & Television

do you think there's a place up there,

for the two of us?

“Menurutmu, masih adakah tempat di atas sana untuk kita berdua?"

Aku ingin menjawab ada, agar cemasmu reda. Namun lidahku terlalu akrab dengan luka untuk pandai berdusta. Andaikan benar tak tersedia ruang untuk kita di sana, lalu kenapa? Aku memilih neraka, bila dirimu ada disana.

Biarlah surga tetap menjadi surga bagi mereka yang menginginkannya. Aku memilih neraka, bila dirimu ada disana.

Bumi sudah terlalu sesak untuk memuat kita, dan bila bahkan langit terlalu tinggi untuk merengkuh kita, mari berpaling saja. Tak mengapa bila kaki ini harus berpijak di atas bara, tak mengapa bila api melumat habis sampai kepala, asal takdir tak lagi tega memisahkan kita, aku memilih neraka, bila dirimu ada disana.

Namun ada hal yang sering luput dari keberanian memilih: bahwa setiap pilihan bukan hanya tentang “ke mana kita pergi”, tetapi juga “siapa yang kita relakan menjadi bagian dari luka kita”.

Aku pernah berpikir, cinta adalah tempat pulang yang paling masuk akal. Tempat di mana semua yang retak akan disusun ulang dengan tangan yang sama-sama gemetar. Tapi ternyata tidak selalu begitu. Ada cinta yang justru membuat seseorang harus belajar berjalan sendiri, bahkan ketika langkahnya masih ingin menggenggam.

Dan jika benar di atas sana ada ruang untuk kita berdua, aku tidak sedang menolak surga itu. Aku hanya sedang bertanya pada diriku sendiri: apakah aku cukup layak untuk membawamu ke tempat yang bahkan aku sendiri belum sepenuhnya bersih untuk memasukinya?

Maka jangan salahkan aku jika aku memilih “neraka” yang kau sebut itu. Karena mungkin bagiku, neraka bukan tentang api atau kehilangan, melainkan tentang tetap tinggal di tempat yang sama, selama bayangmu masih di sana, meski hanya sebagai kenangan yang tak lagi bisa kusentuh.

Aku tahu, mencintai seperti ini tidak selalu terdengar bijak. Tidak selalu terdengar sehat. Tapi beberapa perasaan memang tidak lahir untuk menjadi rapi. Ia lahir untuk dirasakan, bahkan ketika ia menyakitkan.

Dan bila suatu hari nanti kau benar-benar pergi ke tempat yang lebih tinggi dari semua ini, jangan anggap aku kalah. Anggap saja aku sedang belajar menerima bahwa tidak semua yang kita inginkan harus menjadi milik kita, meski kita pernah merasa saling memiliki dalam cara yang paling diam dan paling dalam.

Karena pada akhirnya, bukan surga atau neraka yang benar-benar menentukan kita. Melainkan sejauh apa kita mampu bertahan mencintai, tanpa kehilangan diri sendiri sepenuhnya.

Dan jika suatu saat takdir benar-benar berhenti memisahkan kita—aku tidak lagi memilih apa pun. Aku hanya akan diam, dan membiarkan semesta yang menjawab sisanya.

-tickettoheaven


메타데이터
post_id
32fcf63cce2b
slug
do-you-think-theres-a-place-up-there-32fcf63cce2b
url
https://medium.com/@khansahidayatulfadhilah/do-you-think-theres-a-place-up-there-32fcf63cce2b
canonical_url
https://medium.com/@khansahidayatulfadhilah/do-you-think-theres-a-place-up-there-32fcf63cce2b
author_url
https://medium.com/@khansahidayatulfadhilah
status
ok
fetched_at
2026-07-10 01:40:30