← Back to list

Litani Kekaguman

(oleh Yoel Edward Hasugian)

Yoel Edward Hasugian · 2025-10-22 02:20 · 0 claps · 1.2 min read
#puisi #cinta #kagum #litani
Open on Medium ↗

Litani Kekaguman

(oleh Yoel Edward Hasugian)

Tuhan menciptakan keindahan bumi dan isinya,

dan diantara debur cahaya itu — engkau.

Setiap hal yang menyentuhmu menjadi tenang, setiap getar yang menyebut namamu menjadi doa.

Kadang aku berfikir,

barangkali semua indah di dunia hanya sedang menirumu.

Karena nyatanya,

sudut bumi manapun takkan indah jika tak bersamamu di sana.

S’bab pada mulanya, yang indah itu adalah kamu.

Mari berkelana tanpa rencana —

biarkan angin dan semesta menuntun langkah yang lelah ini.

Mereka tahu,

aku telah lama berjalan tanpa arah,

menyusuri ratusan hari yang serba harus —

tanpa semangat menjadi “aku” yang dulu.

Namun jika harus kutempuh semua jalan berdebu itu,

asalkan puncaknya kamu, tak apa.

Asalkan ujungnya matamu,

biarlah lututku gemetar,

biarlah pundakku berat oleh segala yang kutanggung.

Kita usahakan untuk tetap jatuh cinta dengan menghargai,

karena cinta tanpa hormat adalah ego yang menyamar jadi sayang.

Dan di antara keriuhan bumi

yang penuh suara ingin menang sendiri,

izinkan aku mengagumimu lebih lama — dengan diam,

dengan cara yang tak banyak orang pahami.

Mari menjelajah beberapa sudut bumi indah itu,

bukan untuk melupakan,

melainkan untuk menemukan kembali bagian diriku yang hilang bersamamu.

Setiap langit yang pernah kita doakan, semmoga kini menjelma menjadi restu yang tak lagi sakit.

Dan andai semesta mengizinkanku untuk bertukar mata,

akan kutunjukkan betapa aku mengagumimu —

tidaklah karena ku tidak bisa mencintai yang lain, tapi karena tak ada yang bisa kulihat seindah matamu dulu

Ada banyak yang menatapku kini,

banyak tangan yang ingin menggantikan jemarimu.

Namun semua terasa seperti bayangan tanpa bentuk,

karena yang kucari bukan perhatian,

tapi kehadiran yang pernah membuatku pulang.

Maka biarkan aku tetap begini,

berjalan perlahan di antara yang bising,

membawa rindu sebagai doa,

dan kelelahan sebagai persembahan sunyi

Tuhan menciptakan keindahan bumi dan isinya,

berserta kamu —

dan barang kali juga,

kesepianku yang diam-diam terus menyebut namamu,

dalam litani kekaguman yang tak selesai-selesai


메타데이터
post_id
3300952a80da
slug
litani-kekaguman-3300952a80da
url
https://medium.com/@yoelhasugian24/litani-kekaguman-3300952a80da
canonical_url
https://medium.com/@yoelhasugian24/litani-kekaguman-3300952a80da
author_url
https://medium.com/@yoelhasugian24
status
ok
fetched_at
2026-06-24 16:30:55