← Back to list

Yang Sebentar, Ternyata Paling Lama Tinggal

Ada yang hanya singgah sebentar, tapi jejaknya tinggal lebih lama dari yang seharusnya…

perii🧚🏻 · 2026-05-03 16:08 · 0 claps · 1.4 min read
#moveon #hilang #masa-lalu
Open on Medium ↗

Yang Sebentar, Ternyata Paling Lama Tinggal

pinterest

pinterest

Ada yang hanya singgah sebentar, tapi jejaknya tinggal lebih lama dari yang seharusnya…

Kita tidak pernah benar-benar lama bersama. Tidak ada cerita besar yang bisa diceritakan berulang-ulang. Hanya potongan-potongan kecil — percakapan singkat, tawa yang datang tanpa rencana, dan perasaan yang tumbuh diam-diam.

Lalu, seperti banyak hal lain dalam hidup, kita memilih untuk tidak melanjutkan.

Tidak ada yang benar-benar salah. Tidak ada yang benar-benar perlu disalahkan. Hanya saja….

Kita berhenti.

Dan anehnya, yang sebentar itu justru yang paling lama tertinggal. Tanpa diminta, kamu masih hadir di hal-hal kecil — terselip di lagu, di sudut-sudut tempat, dan di momen yang tidak pernah menyebut namamu.

Sometimes, i wonder —

do you ever think of me too?

Atau aku satu-satunya yang masih sesekali kembali ke sesuatu yang sebenernya sudah selesai?

Aku pernah melihatmu lagi, dari jauh. Bukan benar-benar melihat, lebih seperti…. mengetahui. Kamu terlihat baik-baik saja lebih dari itu — kamu terlihat bahagia. Kamu mencapai hal-hal yang dulu mungkin kamu ceritakan, pelan-pelan jadi nyata. Dan di situ aku berhenti sebentar, bingung harus merasa apa.

Dan perlahan, aku belajar percaya — bahwa semua ini memang bagian dari jalanmu, untuk sampai pada hal-hal yang membuatmu bahagia.

But at the same time., ada bagian kecil dalam diriku yang masih bertanya — kenapa bukan aku yang ada di sana?

Sekarang kita hanya dua orang asing — yang pernah saling memiliki sesuatu, lalu memilih untuk melepaskannya tanpa banyak kata. Dan entah bagaimana, kamu masih tinggal, bukan lagi sebagai luka, tapi sebagai ingatan yang pelan, diam, dan tidak pernah benar-benar hilang.

Mungkin ini bukan lagi tentang kembali, melainkan tentang belajar menerima — bahwa ada yang tidak ditakdirkan untuk tinggal, namun tetap meninggalkan jejak, dan tentang menjadi cukup dewasa untuk ikut merasa bahagia, meski bukan lagi bagian dari kebahagiaanmu.

i’m happy for you, even if it no longer includes me.


메타데이터
post_id
3330937ec8a5
slug
yang-sebentar-ternyata-paling-lama-tinggal-3330937ec8a5
url
https://medium.com/@princeelune/yang-sebentar-ternyata-paling-lama-tinggal-3330937ec8a5
canonical_url
https://medium.com/@princeelune/yang-sebentar-ternyata-paling-lama-tinggal-3330937ec8a5
author_url
https://medium.com/@princeelune
status
ok
fetched_at
2026-07-10 21:04:09