← Back to list

Dari Lintasan Scroll Instagram, Organisasi Kampus, dan Tiga Pilar Listrik Masa Depan

​Ketika kita memilih buat lebih bijak gunain energi, kita sebenernya lagi ambil bagian buat ngerajut masa depan yang lebih hijau. Kita lagi…

Idvi Nur Ubaidillah · 2026-05-31 10:08 · 0 claps · 3.4 min read
#renewable-energy #energy-transition #clean-energy #green-energy #solar-energy
Open on Medium ↗

Dari Lintasan Scroll Instagram, Organisasi Kampus, dan Tiga Pilar Listrik Masa Depan

​Belakangan 2 tahun terakhir gua lagi cukup konsen memperhatikan isu-isu tentang perubahan iklim dan transisi ke energi terbarukan. Ini bukan sekedar fomo ataupun ikut-ikutan apa yang lagi tren belakangan ini, tapi karena memang gue cukup tertarik buat ngulik isu ini.

​Kira-kira mungkin juga karena ada beberapa pengalaman gua di organisasi yang punya kontribusi ke lingkungan, mulai dari organisasi pecinta lingkungan di zaman gua SMA sampai ke organisasi yang berfokus ke energi terbarukan pas moment gua kuliah kemarin. Jadi, isu-isu kayak gini udah jadi cemilan gue beberapa tahun terakhir.

​Menariknya, 5 tahun terakhir isu terkait krisis iklim dan tradisi ke energi terbarukan ini sangat diperhatikan oleh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah maupun swasta. Mulai dari kalangan pebisnis sampai dengan orang yang memang berempati pada kondisi lingkungan yang semakin rusak seperti saat ini.

​Gua melihat ini sebagai salah satu hal yang bagus banget karena dengan adanya perhatian yang lebih dari pemerintah maupun pihak swasta terkait dengan isu-isu seperti ini membuka peluang dan kesempatan bagi generasi muda seperti saya dan temen-temen pembaca.

​Beberapa hari yang lalu pas lagi sekarang di Instagram, gua lihat feed instagram yang cukup menarik dari akun Instagram @akademitransisienergi, di mana fitur tersebut menginformasikan tentang pelaksanaan seminar pelatihan dasar ketenaga listrik yang dilaksanakan selama 2 hari. Buat gua ini sebuah berkah dan kesempatan untuk belajar lagi tentang dasar-dasar ketenagalistrikan yang mana dulu pernah ikut seminar kok pelatihannya juga tentang fundamental dan prospek panel surya. Kebetulan sementara ini dilaksanakan di akhir pekan, ini menjadi satu hal yang sangat produktif buat ngisi weekand gua.

​Dari acara seminar ini gua dapat pelajaran yang banyak tentang dasar dasar ketenagalistrikan, tapi di sini ada satu hal yang gua highlight yang selama ini sering gue denger tapi gue sendiri baru memahami maknanya setelah gue ikut pelatihan ini. Dulu pas gue masih aktif di organisasi energi terbarukan gue sering banget denger istilah: "energi yang andal, rendah karbon, dan fleksibel". Kedengarannya kayak bahasa jargon proyekan yang berat ya? Wkwk.

​Setelah gua memahami istilah-istilah ini, ternyata istilah istilah ini bukan sekedar jargon tapi sebenernya punya urgensi yang besar banget di dunia energi terbarukan. Makanya, coba kita pretelin maknanya pelan-pelan berdasarkan apa yang gua pahamin...

Tiga Pilar yang Menjadi Pekerjaan Rumah Kita

​Dari paparan pemateri, gua menyimpulkan kalau sistem ketenagalistrikan kita saat ini lagi punya 'pekerjaan rumah' besar yang bertumpu pada tiga pilar tadi. Kenapa sih tiga hal itu mendadak jadi krusial banget buat kita pahami?

  1. ​Keandalan

​Pertama, soal keandalan. Bayangin aja lu lagi dikejar deadline tulisan atau kerjaan, tiba-tiba listrik padam tanpa permisi, ini kaya kasus Blackout di pulau sumatra kemarin. Kesal, kan?

​Nah, di skala yang lebih gede, keandalan ini urusannya nyawa kayak fasilitas di rumah sakit atau perputaran mesin di pabrik. Sistem yang andal itu kerja dalam sunyi, memastikan semuanya berjalan normal tanpa interupsi sekecil apa pun

  1. Rendah Karbon

​Tapi andal aja gak cukup kalau ujung-ujungnya ngerusak bumi. Ini masuk ke poin kedua: rendah karbon. Gak bisa dimungkiri kalau pembangkit listrik konvensional kita masih hobi banget 'ngasih makan' atmosfer pake emisi karbon yang masif.

​Beralih ke energi bersih, kayak PLTS misalnya, itu bukan lagi opsi keren-kerenan biar keliatan peduli lingkungan. Ini urusan warisan. Gimana caranya biar generasi setelah kita masih bisa ngerasain udara yang layak hirup.

​3. Fleksibilitas

​Nah, tantangan terbesarnya ada di poin ketiga: fleksibilitas. Uniknya, sumber energi terbarukan kayak matahari atau angin itu kan punya sifat intermittent alias angin-anginan, tergantung cuaca banget. Gak bisa diatur semau kita.

​Di sinilah jaringan listrik kita dipaksa cerdas. Gimana caranya biar sistem bisa fleksibel, mampu beradaptasi cepat pake teknologi baterai (storage) biar pasokan tetep stabil di-backup pas mendung datang tiba-tiba.

​Kalau dipikir-pikir, obrolan ini emang seringnya berhenti di meja konferensi tingkat tinggi yang dihadiri orang-orang berdasi. Padahal, urusan transisi energi ini ujung-ujungnya bakal pulang ke rumah kita masing-masing. Ke kehidupan sehari-hari kita yang banal ini.

​Menariknya ke Ruang Lingkup yang Lebih Dekat

​Gua selalu percaya kalau perubahan yang dampaknya panjang itu justru dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten dijalani dirumah. Bukan dari narasi besar yang muluk-muluk.

​Sebagai orang yang kebetulan tiap hari bersentuhan langsung sama urusan lapangan dan instalasi panel surya (Solar PV), gua ngerasa punya tanggung jawab moral buat mulai duluan. Langkahnya gak harus langsung masang sistem megawatt kok.

​Beberapa bulan terakhir, gua nyoba buat lebih disiplin sama hal yang sering disepelekan: matiin "beban vampir". Itu lohh, kabel charger laptop atau hp yang tetep dicolok ke stopkontak padahal gak dipake. Kelihatannya sepele, tapi dalam mode standby, mereka diem-diem tetep nyedot daya listrik.

​Di sisi lain, gua juga lagi ngebiasain diri buat maksimalin pencahayaan alami. Kalau matahari siang masih terang benderang, ya lampu ruangan gak usah ikutan nimbrung.

​Sistem ketenagalistrikan yang ideal dan bersih itu jelas gak bakal beres diwujudkan dalam waktu semalam. Para pembuat kebijakan dan industri emang lagi ngerakit infrastrukturnya di atas sana, tapi penentu gawangnya tetep ada di tangan kita sebagai konsumen.

​Ketika kita memilih buat lebih bijak gunain energi, kita sebenernya lagi ambil bagian buat ngerajut masa depan yang lebih hijau. Kita lagi ikut andil dalam transisi ini.

​Kalau di area sekitar lu sendiri, hal kecil apa yang udah mulai lu biasain buat dukung bumi yang lebih sehat? Obrolin di kolom komentar, kuyy...

​Artikel ini ditulis sebagai bagian dari proses belajar dan komitmen personal untuk terus mengawal transisi energi di Indonesia.

akademitransisienergi #pengenalandasarketenagalistrikan


메타데이터
post_id
335e20ccb069
slug
dari-lintasan-scroll-instagram-organisasi-kampus-dan-tiga-pilar-listrik-masa-depan-335e20ccb069
url
https://medium.com/@idvidillah/dari-lintasan-scroll-instagram-organisasi-kampus-dan-tiga-pilar-listrik-masa-depan-335e20ccb069
canonical_url
https://medium.com/@idvidillah/dari-lintasan-scroll-instagram-organisasi-kampus-dan-tiga-pilar-listrik-masa-depan-335e20ccb069
author_url
https://medium.com/@idvidillah
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30