← Back to list

Eksploitasi dan Pemberdayaan Perempuan di Ajang Kontes Kecantikan Miss Universe

Akar Eksploitasi Perempuan

Mega Diah Wati · 2023-08-09 16:36 · 0 claps · 4.1 min read
#pemberdayaanperempuan #miss-universe #eksploitasi #indonesia #perempuan
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔭 · Astronomy & Space

Antara Eksploitasi dan Pemberdayaan Perempuan di Ajang Kontes Kecantikan Miss Universe

Gambar diambil dari https://nalarpolitik.com/dekonstruksi-kecantikan-perempuan-dalam-dunia-kapitalisme/

Gambar diambil dari https://nalarpolitik.com/dekonstruksi-kecantikan-perempuan-dalam-dunia-kapitalisme/

Akar Eksploitasi Perempuan

Kontes kecantikan di dunia, perempuan selalu menjadi tokoh dan objek pertama dalam pemanfaatkan nama brand-brand kecantikan besar, baik pasar skala nasional dan international. Hal ini terjadi karena mengakarnya dan kenyamanan paradigma patriarki perempuan sebagai obejek dan laki-laki sebagi subyek.

Bentuk marginalisasi terhadap tubuh dan peran perempuan di atas, tidaak lain dan tidak kurang dari kecenderungan pemahaman budaya perempuan sebagai objek ( alat) dan laki-laki sebagai subyek (aktor).

Istilah ini, sebetulnya sudah sejak lama, dan sampai saat ini masih terus mengakar dan membudaya. Sampai memunculkan narasi perempuan sebagai makhluk yang narsistik.

Kenarsisan perempuan di era jaman dahulu dan moderen ini, bisa dilihat diberbagai bentuk partisipasi publik, pembatasan kerja — kerja, upah yang tidak balance dan platfoam media saat ini. Seperti Teater, Tik-Tok, Instagram, Facebook, Twitter, Televisi, dan bentuk program-program pengiklanan lainya yang cenderung peminat pasar pekerjanya didominasi oleh perempuan yang cenderung dijadikan alat narsistik masa.

Alhasil, perempuan menjadi alat kepuasan masa dan menjadi bumerang sesama perempuan dalam berbagai kontes kecantikan. Seperti menyebabkan beberapa masyarakat mempunyai paradigma cantik yang sudah dipertontonkan dilayar lebar dengan berbagai macam kontestasi dan narasinya. Sementara, cantik versi perempuan-perempuan di dunia begitu berbeda dan beragam. Seperti tidak menggunakan make up, hanboddy, kulit hitam, memakai lipstik dan tidak, kulit putih, rambut lurus dan kriwil dan lain-lain.

Dari latar belakang tersebut, tanpa disadari, standar kecantikan dalam perawatan perempuan yang diimunculkan oleh berbagai pasar iklan dan berbagai kontestsi konyol di media televisi nasional dan international, sadar dan tidak sadar perempuan menjadi alat kepuasan yang menyebabkan eksploitasi struktur kapitalis yang sudah membudaya untuk menarik audien atau konsumen.

Menurut KBBI, eksploitasi diartikan sebagai pengusahaan, pendayagunaan, pemanfaatan untuk keuntungan sendiri, penghisapan, dan pemerasan (tentang tenaga orang). Dalam bentuk eksploitasi kecantikan ini, perempuan menjadi suber utama alat industri kapitalis yang menciptakan standar kecantikan yang terus berlanjut.

Begitupula dengan tokoh yang meinisiasikan perempuan sebagai budaya narsistik diatas adalah Simone de Beauvoir, melalui analisis dan kritiknya Simone mengatakan situasi perempuan sebagai liyan dalam kultur yang diciptakan oleh laki-laki. Liyan atau he voiceless merupakan mereka yang berbeda dan tidak memiliki kesadaraan the self yang mengakibatkan perempuan selalu ditindas dan terlupakan.

Dari kritik Simone de Beauvoir terhadap budaya patriarki tersebut, perempuan tidak memiliki percaya dengan tubuhnya sendiri, karena nilai dan cara pandang perempuan tidak dicapai dari dirinya sendiri, melainkan melalui norma-norma lain yang ditentukan oleh sistem dan kultur maskulin. Dari penjelasan ini, dapat dijelaskan bahwa perempuan merupakan Liyan dalam keseharian kita, bahkan menjadi Liyan bagi dirinya sendiri.

Dan perlu kalian ketahui, untuk mengantisipasi terjadinya standarisasi kecantikan, menurut Jasmine di dalam tulisan Magdalene, perempuan mulai sekarang harus berani bersikap untuk percaya diri dan lebih mencintai diri sendiri. Katakan dengan lantang, setiap manusia baik perempuan dan laki-laki memiliki kecantikan dan ke tampanan yang sama, dengan porsi Tuhan kasihkan kepada masing-masing makhluknya. Hal ini tentu sangat membantu, bagaimana perempuan berdaya, merdeka dengan dirinya sendiri. Tidak menjadi merdeka dan berdaya atas standarisasi patriarki.

Miss Universe dan Pemberdayaan Perempuan

Salah satu teman saya Songhyol, yang kebetulan ia adalah pageant lovers atau pecinta kontes tersebut. Ia mencoba mendefiniskan, kontes Miss Universe adalah bentuk pemberdayaan perempuan.

Bentuk pemberdayaan adalah bagaimana perempuan bisa berani speak up dan percaya diri. Memang terdengar ekslusif dan tidak layak didengar sebagai kontes kecantikan. tapi pada faktanya, isi dalam Miss Universe bukan ajang kecantikan, akan tetapi kontes ini dilihat dari segi perayaan kecantikan diri yang dinilai dari nilai-nilai kecerdasan, pengetahuan dan action atau advokasi yang sudah dilakukan mewakili organisasi untuk menginspirasi wanita lainnya.

Adapun dilihat dari sudut pandang kecantikan itu, seorang perempuan bisa merepresentasikan sudut pandang bagaimana ia bisa menjaga, merawat tubuh dan meresapi tubuhnya sendiri, bukan eksploitasi terhadap perempuan.

Begitu juga apa yang sudah menjadi follow Up Winner Miss Universe untuk melakukan kerja sama dengan berbagai organisasi kemanusiaan seperti UNAIDS, smileTRAIN dan UNICHEF. Supaya Perempuan berani speak up dan mempunyai dampak impek yang lebih bagus yang menginspirasi pereempuan lainya.

Kita bsa melihat contoh para alumni Putri Indonesia setelah menjabat kebanyakan karir, Venna Melinda,Angelina Sondakh, Ralin Shah yang masuk ke dunia politik dan beberapa alumni lainya yang jadi enterpreneur, pembisnis dan lain-lain.

Menurut Kak Songhyol, jika beberapa orang berasumsi Miss Universe itu dominan dilihat dari bentuk tubuh barat dan kulit putih bagaimana ?

Sebetulnya bukan ke situ arahnya, kalo kita bisa melihat sejarahnya orang-orang latinas mendominasi, terutama kuliat coklat dari amerika selatan. Mereka bisa mendapatkan Winner dinilai karena lebih percaya diri dari setiap yang ia bicarakan pada saat tanya jawab di depan umum. Lalu kemudian orang Asia mulai berani mengekpresikan dan disusul orang-orang Africa.

Sebenarnya jika dilihat dari sejarah, munculnya ajang kecantikan itu dimulai dari tahun 1850- 2010 kemudian dilanjut dari tahun 2010–2023 Asia dan Afrika mendominasi. Kalo kita berasumsi dari sudut keadilan bentuk eksploitasi secara sepihak itu salah, apalagi tanpa melihat fakta lapangan langsung itu cukup tidak mendasar. Karena pada faktanya, justru orang-orang Asia terbanyak kedua yang memenangkan beauty pageant International terutama dari Philippnes karna confidentnya yang luar biasa.

Dan perlu diingat kembali, kontes kecantikan itu adalah perayaan kecantikan atau celebrate womans, berkumpulnya beragam kecantikan dari berbagai daerah hingga berbagai negara. Mungkin narasi ini terkenal ekslusif dan eksploitasi tapi pada definisinya demikianlah kontes kecantikan di ajang nasional dan international.

Di tengah isu yang sedang viral ini, banyaknya korban dugaan pelecehan yang dialami oleh Miss Universe menurut Kak Songhoal sendiri bagaimana ?

Melihat berita yang sedang beredar saat ini, kebetulan saya juga mengikuti ada finalist yang pas body checking di foto tanpa kesepakatan. Nah Body Chexking itu cek tubuh hampir telanjang untuk mendata bintik hitam, bekas luka, stretchmark dan Ini masih dalam dugaan dan masih berjalan kasusnya.

Nah yang saya ketahui, Body Checking biasanya dilakukan dikontes national sbelum dikirim ke International, body checking dilakukan oleh dokter professional dan scara private. Body checking itu meliputi tinggi badan,berat badan, check kulit (belas luka, stretchmark, darkspot) termasuk kesehatanya. Hanya melihat bagian darkspot dikulit saja untuk bagaimana menutupi atau mengobatinya sebelum kontes. Dan setau saya, Body Checking tidak sampai lepas bra dan celana dalam. Kalo itu sudah masuk keranah pengecekan badan diranah privasi, dan bertenteangan dengan MOU dan SOP pekerjaanya jelas pelanggaran dan harus diusut tuntas.

Sumber : https://lsfdiscourse.org/the-self-liyan-dan-orang-ketiga/#:~:text=Kaum%20perempuan%20di%20masa%20Yunani,yang%20memiliki%20kesadaran%20The%20Self.

Sumber : https://magdalene.co/story/standar-kecantikan-hancurkan-perempuan/.

Sumber : Wawancara Langsung Sumber Utama


메타데이터
post_id
338a30ebdc8a
slug
eksploitasi-dan-pemberdayaan-perempuan-di-ajang-kontes-kecantikan-miss-universe-338a30ebdc8a
url
https://medium.com/@megadiah/eksploitasi-dan-pemberdayaan-perempuan-di-ajang-kontes-kecantikan-miss-universe-338a30ebdc8a
canonical_url
https://medium.com/@megadiah/eksploitasi-dan-pemberdayaan-perempuan-di-ajang-kontes-kecantikan-miss-universe-338a30ebdc8a
author_url
https://medium.com/@megadiah
status
ok
fetched_at
2026-07-25 09:50:52