Jakarta: Mantan Ibu Kota?
Memijakinya sebelum mungkin akan tenggelam, dan melepas status DKI-nya
Jakarta: Mantan Ibu Kota?
Memijakinya sebelum mungkin akan tenggelam, dan melepas status DKI-nya

Bundaran HI — Edwin Leonard
Tahun 2026 benar-benar menjadi awal yang baru. Seperti yang tertulis pada catatan terakhir di sini, tentang perpisahan dengan pekerjaan di ibu kota provinsi sebelumnya. Dan ya, setelah melewati proses bulan pertama di tahun ini, Februari kemarin menjadi titik tolak perjalanan saya di Jakarta untuk pelabuhan karier selanjutnya.
Kondisi dan situasinya nyatanya masih mirip seperti sebelumnya. Bermitra dengan lingkup layanan untuk masyarakat, hanya saja sekarang audiensnya berbeda: untuk mereka yang ada di ibu kota. Namun, untuk urusan pekerjaan, rasanya belum banyak yang bisa disimpan, dirasa, atau diceritakan secara mendalam di tengah rutinitas harian. Justru, kehidupan di luar pekerjaanlah yang menjadi hal menarik untuk didokumentasikan. Tentang bagaimana bertahan hidup di sini, memahami karakter kotanya yang unik, serta menantang dan tak tertandingi.

Taman St. Tanah Abang - Jl. Jatibaru
Jakarta adalah tempat yang nyata. Benar-benar asli hiruk-pikuknya, keras kondisinya, dan sibuk setiap saatnya. Ini adalah arena pertempuran di semua lini; lalu lintas yang tak pernah sepi, dan malam yang tak pernah benar-benar sunyi, karena semua orang berdedikasi untuk hidupnya sendiri.
Meski belum lama — baru hitungan bulan — tapi sudah cukup banyak yang bisa dibawa sebagai bekal pengalaman pertama. Di sini, saya dipaksa belajar: harus mau membaca lebih banyak agar tahu arah, berbicara dengan artikulasi yang jelas untuk menanyakan hal yang rancu, dan berjalan kaki jauh lebih banyak dibanding mengandalkan kendaraan pribadi, karena ada begitu banyak pilihan moda transportasi.
Semuanya sangat terasa. Saya cukup bersyukur karena pengalaman pertama kali bermukim di kota ini langsung dihadapkan pada lokasi yang tantangannya lumayan besar: Tanah Abang. Sebuah lokasi yang seru untuk dijajaki, pusat mode primadona, apalagi saat momen Ramadan kemarin, yang sekaligus menjadi pengalaman pertama saya menjalani puasa di tanah rantau. Merasakan sesak dan ramainya, serta berbagai kondisi yang cukup terlihat cadasnya. Literally merasakan Jakarta yang sesungguhnya.

Jl. K.H. Wahid Hasyim, Kebon Kacang — Sarinah

Jl Cideng — Tanah Abang
Ditambah lagi, saya bermukim di sebuah tempat bertingkat, sebuah “apartemen eksklusif” (baca dengan nada Rico Lubis alias Rusun Benhil!). Lokasi di mana suasananya terasa seperti Jakarta Undercover. Kalau butuh gambaran visualnya, kalian bisa tonton film Fiksi (2008), The Raid: Redemption (2011), Nightmare and Daydreams: Old House (2024), atau The Shadow Strays (2024). Begitulah vibes-nya. Belum lagi lokasi kerja dan rute commute yang sangat “menikmati” peak hour: Halte dan Stasiun Tanah Abang. Ghaarrrrr…
Kondisi yang memaksa ini nyatanya membuat saya merasa lebih hidup. Membuat kaki ini melangkah lebih jauh, dan menuntut diri untuk mencari tahu segalanya sendiri. Karakter manusia di sini pun sangat beragam rupanya, dari yang paling ramah sampai yang mudah meledak marah. Semuanya berjalan beriringan dengan tujuannya masing-masing. Tak banyak basa-basi atau bercanda, hanya bekerja, yang entah bagaimana membuat waktu berlalu tanpa terasa. Untuk kondisi cuaca? Rasanya tak perlu diceritakan, karena sudah sangat jelas kondisinya.

Tower Rusun Benhil

Bantaran Rel — Pasar Petamburan

Transjakarta

Intinya, perjalanan ini masih panjang. Masih sedikit pengalaman yang baru dirasa, dan semoga bisa betah sampai waktu yang lama. Karena pada akhirnya, tujuan saya sama seperti jutaan orang lainnya di kota ini: bekerja untuk masa depan dan keluarga. Kini, setelah sejenak mengambil jeda untuk libur Lebaran, rasanya energi sudah terisi penuh kembali. Saatnya kembali melangkah, menghadapi realitas, dan siap untuk kembali bekerja menaklukkan hari-hari di ibu kota.


:)
Ada yang baru pertama ke Jakarta, atau sudah lama? Mari temui saya..
메타데이터
- post_id
- 33e2a0ab3cf3
- slug
- jakarta-mantan-ibu-kota-33e2a0ab3cf3
- url
- https://medium.com/@reffiahmadstudios/jakarta-mantan-ibu-kota-33e2a0ab3cf3
- canonical_url
- https://medium.com/@reffiahmadstudios/jakarta-mantan-ibu-kota-33e2a0ab3cf3
- author_url
- https://medium.com/@reffiahmadstudios
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-16 04:26:08