← Back to list

Bedah-Book: Mahluk Bumi (Earthlings)

Imajinasi, pikiran intrusif dan masa kecil..

Dimas Arrizki · 2025-12-14 14:47 · 0 claps · 2.9 min read
#earthing #book-review #mahluk-bumi #pohapipinpobopia #sayaka-murata
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing 📚 · Books & Reading

Bedah-Book: Makhluk Bumi

Pecinta hal aneh, ngeri, freak dan absurd merapat! Kali ini aku akan mengulik salah satu buku karya dari penulis Jepang, yaitu Sayaka Murata yang berjudul Makhluk Bumi atau 地球星人 (Chikyū Seijin).

Ilustrasi oleh: Dokumen Pribadi

Ilustrasi oleh: Dokumen Pribadi

Buku ini terdiri dari 6 bab yang memberikan pengalaman membaca yang berbeda-beda dan terasa naik level tiap babnya. Ada yang terasa klasik nan klise, imajinatif, nostaligia hingga tak terduga dan liar pun ikut tersaji rapi di dalamnya.

Sebelumnya, aku juga ingin menegaskan bahwa beberapa runtutan cerita dalam buku ini cukup triggering dan sensitif. Diharapkan pembaca buku ini sudah menginjak usia dewasa karena sangat tidak “layak” untuk dibaca oleh pembaca minor. Begitu pun dengan aku, yang hampir membuang buku ini ketika pertama kali membaca dan membuka beberapa halaman awalnya.

Cerita diawali dengan sangat mengalir. Adanya tokoh utama bernama Natsuki yang memiliki keluarga kecil beranggotakan empat orang termasuk kakak, ayah dan ibunya. Ia menganggap dirinya adalah seorang makhluk asing dari planet Pohapipinpobopia yang ditemani makhluk mungil bernama Pyut. Selain itu, ia memiliki sepupu dekat bernama Yuu yang selalu ia dan keluarganya sempatkan untuk mengunjungi kediamannya karena di sana juga terdapat kediaman kakek dan neneknya.

Berbagai pengalaman imajinatif, nyeleneh dan bahkan menjijikkan kerap dialami sang tokoh utama, baik dengan perilaku dan pikirannya sendiri maupun perilaku orang lain terhadapnya. Adanya peristiwa tak senonoh yang dialami Natsuki oleh guru lesnya di masa remaja, yang membuat imajinasinya tak terkontrol. Ada pula “pernikahan” Yuu dan Natsuki yang mendapatkan pertentangan oleh keluarganya karena kejadian yang tak terduga setelahnya dipengaruhi oleh kejadian sebelumnya.

Berlanjut ke lembar kehidupan dewasa, Natsuki akhirnya menikah dengan seorang pria bernama Tomomi. Meskipun telah menikah, ia dan Tomomi selalu diinterogasi oleh keluarga masing-masing, karena mereka belum diberikan keturunan seperti layaknya pasangan suami istri di sekitarnya. Namun mereka tak bergeming, dan mengabaikan celotehan teman maupun kerabatnya itu dan tetap melanjutkan hidupnya.

Natsuki sering bercerita tentang desa Akishina yang sangat nostalgia kepada suaminya, dan suaminya pun ingin mengunjungi desa tersebut suatu saat nanti. Hari yang ditunggu-tunggu Tomomi pun tiba, ia dan Natsuki akhirnya pergi ke sana untuk “berbulan madu”. Setelah waktu yang cukup lama, Natsuki pun bertemu lagi dengan beberapa kerabatnya di sana, tak terkecuali dengan sepupunya Yuu yang dahulu sempat dekat dan terpisah oleh keluarga mereka.

Ilustrasi oleh: SORA by ChatGPT

Ilustrasi oleh: SORA by ChatGPT

Alih-alih menghabiskan kehidupan dewasanya yang “normal” sebagai manusia bumi, Natsuki kembali teringat akan kejadian di mana ia sempat membun*h seorang penyihir jahat di rumah guru lesnya, dan mengalami kejadian yang cukup mencekam dan ngeri setelahnya di masa kecilnya itu.

Pada bab akhir, cerita dibantai habis oleh perilaku tak terduga dari ketiga tokoh dominan; Natsuki, Yuu dan Tomomi. Mereka sudah jauh tenggelam dengan bayangan masa lalu yang penuh imajinasi dan pikiran intrusif yang kuat, sehingga kehilangan akal sehat dan bertingkah layaknya makhluk asing Pohapipinpobopia yang sejak lama mereka yakini. Mereka bertahan hidup dengan liar, brutal dan siap membantai lawan yang mengancam.

Dari semua bab yang tersaji, urutan alurnya maju-mundur dan memiliki keseruan yang bertingkat. Pada akhir cerita, aku sebagai pembaca sangat dibuat kaget dan ngeri oleh ketiga tingkah manusia yang mengikrarkan diri sebagai “makhluk Pohapipinpobopia” ini.

Bagaimana tidak? Tingkah polah yang mereka lakukan selalu berbeda dengan kebanyakan manusia pada umumnya. Mereka memiliki pemikiran yang sangat liar dan perilaku intrusif yang kuat dan tidak seharusnya layak untuk dilakukan. Tapi, setelah aku membaca keseluruhan buku hingga akhir, aku jadi paham kenapa para ketiga tokoh dominan dalam novel ini bertingkah berbeda.

Hal ini karena mereka tidak selalu relate dengan semua hal yang manusia pada umumnya lakukan dalam hidupnya. Adanya trauma masa kecil seperti adanya pelecehan, kurangnya perhatian orang tua dan penolakan terhadap perbedaan pendapat, menjadikannya beberapa faktor pemicu perilaku yang mereka lakukan di akhir cerita pada novel.

Kesimpulannya adalah, meskipun cerita pada novel ini memilki alur yang tak terduga dan terdapat banyak kengerian di dalamnya, tapi perlu diingat bahwa eksistensi ketiga karakter dominan seperti Natsuki, Yuu dan Tomomi, merupakan hasil dari proses sosial yang tak luput dari campur tangan manusia yang lalai dan abai terhadapnya.

Next bahasa buku apa lagi ya? Stay tuned!


메타데이터
post_id
342d61b153fc
slug
bedah-book-mahluk-bumi-earthlings-342d61b153fc
url
https://medium.com/@dms.abee/bedah-book-mahluk-bumi-earthlings-342d61b153fc
canonical_url
https://medium.com/@dms.abee/bedah-book-mahluk-bumi-earthlings-342d61b153fc
author_url
https://medium.com/@dms.abee
status
ok
fetched_at
2026-07-15 06:14:08