SEAblings vs KNetz: Saat Rasisme Bikin ASEAN Solid
Yuk kita cari tahu lebih dalam tentang konflik antara SEAblings dan KNetz yang booming di X!
SEAblings vs KNetz: Saat Rasisme Bikin ASEAN Solid

https://x.com/LacedbyTears/status/2021138655046402397
Apakah kalian pernah melihat tweet tersebut di sosial media sebelumnya? Ya, betul sekali! Tweet ini menjadi viral di tengah gempuran perseteruan antara SEAblings dan K-Netz di media sosial, terutama di aplikasi X. Tapi, sebelum lanjut, ayo kita cari tahu apa itu SEAblings dan K-Netz!
SEAblings sendiri merupakan istilah gabungan dari “SEA” yaitu South East Asia/Asia Tenggara dan “siblings” atau saudara kandung. Istilah ini merujuk pada bentuk persaudaraan digital antara masyarakat dari negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan lainnya. SEAblings menunjukan semangat kekeluargaan negara Asia Tenggara dengan cara saling mendukung dan membela ketika salah satu negara mendapat ancaman dari luar. Istilah K-Netz merupakan singkatan dari Korean netizen atau warga internet Korea Selatan.
Bagaimana Awal Mula Kejadian Ini?
Berdasarkan laporan dari Media Indonesia, perseteruan antara netizen Asia Tenggara dan K-Netz bermula dari sebuah insiden yang terjadi saat konser band Korea Selatan DAY6 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Januari 2026. Dalam konser tersebut, beberapa fansite asal Korea diketahui membawa kamera profesional berukuran besar yang dinilai melanggar aturan venue serta mengganggu kenyamanan penonton lain. Teguran terhadap tindakan tersebut kemudian memicu perdebatan yang meluas di media sosial.
Tidak lama setelah kejadian itu, situasi semakin memanas setelah beredar sejumlah komentar dari akun yang diasosiasikan dengan netizen Korea atau K-Netz. Komentar-komentar tersebut dianggap merendahkan dan bernuansa rasis terhadap masyarakat Asia Tenggara. Beberapa di antaranya bahkan menyinggung penampilan fisik serta stereotip budaya secara negatif, sehingga memicu kemarahan netizen di kawasan tersebut.
Mengutip laporan dari Kilat.com, respons keras kemudian datang dari berbagai negara Asia Tenggara. Netizen dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, serta negara lainnya dengan cepat membentuk solidaritas digital yang kita kenal sebagai SEAblings.
Fenomena konflik antara SEAblings dan K-Netz mendapat perhatian luas di media sosial, khususnya di platform X. Sejumlah hashtag seperti #SEAblings dan #RespectSEA sempat menjadi topik yang banyak diperbincangkan oleh pengguna internet dari berbagai negara Asia Tenggara. Ribuan hingga puluhan ribu unggahan muncul dalam waktu singkat sebagai respons terhadap komentar yang dianggap rasis terhadap masyarakat Asia Tenggara.
Selain itu, partisipasi netizen tidak hanya berasal dari satu negara, tetapi dari berbagai negara di kawasan seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Banyak pengguna internet yang saling membagikan pengalaman, opini, serta tangkapan layar komentar yang dianggap merendahkan. Fenomena ini juga mendapat perhatian dari berbagai media daring yang melaporkan kronologi konflik serta respons netizen Asia Tenggara. Hal tersebut menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya menjadi perdebatan biasa di media sosial, tetapi berkembang menjadi gerakan solidaritas digital lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
Terbentuknya Solidaritas SEAblings
Pada awalnya, perdebatan ini hanya berlangsung antara sebagian kecil netizen Malaysia dan Korea Selatan seputar etika konser DAY6. Namun, melihat saudara se-regionalnya mendapat cuitan tak mendasar di X, masyarakat dari Asia Tenggara (terutama Indonesia) mulai membela netizen Malaysia. K-Netz yang melihat hal ini pun semakin marah dan mulai melemparkan ujaran kebencian dan perkataan rasis kepada warga Asia Tenggara mengenai fisik, bahasa, hingga kondisi ekonomi yang berlatar belakang agraris. Serangan rasis inilah yang memunculkan persatuan dan solidaritas antar netizen Asia Tenggara, yang disebut SEAblings, karena merasa terhina secara kolektif atas perkataan superioritas dari K-Netz.
Dalam Teori Psikologi Sosial, solidaritas antar SEAblings muncul secara natural karena adanya social identity atau identitas sosial sebagai negara yang sama-sama berada di kawasan Asia Tenggara. Social identity merupakan konsep diri individu yang berasal dari keanggotaan mereka dalam kelompok sosial tertentu, mencakup nilai, emosi, keterlibatan, dan rasa bangga terhadap kelompok tersebut (Tajfel & Turner, 1979). Persamaan letak geografis, budaya, dan sejarah yang mirip inilah yang membuat mereka terus mendukung dan ingin mengembalikan harga diri kelompok saat mendapat ancaman dari luar. K-Netz sebagai common enemy atau musuh bersama juga meruntuhkan sekat rivalitas internal (seperti Indonesia vs Malaysia dalam klaim budaya) dan menumbuhkan In-Group Favoritism sebagai pemersatu melawan rasisme dari pihak luar.
Dampak yang Timbul dari Fenomena Ini
Konflik antara SEAblings dan K-Netz memberikan berbagai dampak bagi hubungan masyarakat Korea Selatan dan negara-negara Asia Tenggara. Di satu sisi, konflik ini menimbulkan dampak negatif berupa meningkatnya ketegangan di media sosial, munculnya saling sindir antar warganet, serta berkembangnya stereotip negatif antara masyarakat Korea dan Asia Tenggara. Bahkan, sebagian warganet Asia Tenggara sempat menyerukan boikot terhadap produk budaya Korea seperti K-Pop dan drama Korea sebagai bentuk protes terhadap komentar yang dianggap rasis.
Namun di sisi lain, konflik ini juga memunculkan dampak positif, terutama bagi negara-negara Asia Tenggara. Fenomena SEAblings menunjukkan adanya solidaritas digital lintas negara di kawasan ASEAN, di mana warganet dari berbagai negara bersatu membela identitas dan martabat kawasan mereka. Selain itu, peristiwa ini juga meningkatkan kesadaran publik mengenai isu rasisme dan pentingnya saling menghormati antarbudaya dalam interaksi di media sosial.
Kesimpulan
Pada akhirnya, fenomena ini bukan hanya sekedar perang tak berujung di media sosial. Hal ini membuktikan bahwa identitas regional negara di Asia Tenggara sudah melampaui batas geografis dan masuk ke ruang digital. Solidaritas atas perlakuan rasisme membuktikan bahwa ketika salah satu mengalami masalah, maka satu kawasan akan bergerak membantu. Persaudaraan ini adalah modal besar bagi ASEAN bahwa di balik perbedaan bahasa dan budaya, kita tetaplah keluarga besar yang siap menjaga satu sama lain.
Because in the end, we are SEAblings.
Referensi: CNN Indonesia. (2026, February 12). Kronologi “Perang” K-Netz vs SEAblings di X. Cnnindonesia.com. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260212132435-227-1327450/awal-mula-konflik-netizen-korea-selatan-vs-asean-berujung-rasis-di-x
Gana Buana. (2026, February 13). Kronologi lengkap perang seablings vs knetz dari konser DAY6 hingga isu rasisme. Mediaindonesia.com; Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/hiburan/860378/kronologi-lengkap-perang-seablings-vs-knetz-dari-konser-day6-hingga-isu-rasisme
Novita Ayuningtyas. (2026, February 23). Knetz vs SEAblings viral! Ini penyebab, kronologi, dan ajakan boikot drama Korea. Kapanlagi.com. https://www.kapanlagi.com/korea/knetz-vs-seablings-4fa140db2c.html
Tajfel, H. (1978). Differentiation between social groups: Studies in the social psychology of intergroup relations. Published in Cooperation with European Association of Experimental Social Psychology by Academic Press.
Tajfel, H., & Turner, J. (1979). Social Identity and Intergroup Relations. Cambridge University Press; Paris.
Wasti Marentha Sihombing. (2026, February 13). Perang SEAblings vs Knetz, begini awal mula hingga dampak konfliknya. Beritasatu.com.https://www.beritasatu.com/lifestyle/2966789/perang-seablings-vs-knetz-begini-awal-mula-hingga-dampak-konfliknya
Yuliyanti Anggraeni. (2026, February 12). Kronologi war knetz vs seablings, kini masih jadi trending topic di X? — kilat. Kilat.com. https://www.kilat.com/nasional/84416716548/kronologi-war-knetz-vs-seablings-kini-masih-jadi-trending-topic-di-x
메타데이터
- post_id
- 34bb6c443b68
- slug
- seablings-vs-knetz-saat-rasisme-bikin-asean-solid-34bb6c443b68
- url
- https://medium.com/@factnews/seablings-vs-knetz-saat-rasisme-bikin-asean-solid-34bb6c443b68
- canonical_url
- https://medium.com/@factnews/seablings-vs-knetz-saat-rasisme-bikin-asean-solid-34bb6c443b68
- author_url
- https://medium.com/@factnews
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01