Lautan yang Bernama Diri Sendiri
“Simply because you value different things, and that’s okay”
Lautan yang Bernama Diri Sendiri

“Simply because you value different things, and that’s okay”
Salah satu kalimat yang membekas sampai halaman ke-235 buku ini ditutup. Dalam bukunya yang berjudul ‘You Do You: Discovering Life Through Experiments & Self-awareness’, Fellexandro Ruby mengajak pembaca untuk mengenal diri sendiri. Membaca buku ini seperti diajak menyelam ke lautan luas dan mencari harta karun yang mungkin terkubur di dasar lautan.
Langkah pertama bagi seorang penyelam adalah membutuhkan peralatan selam atau gear yang sesuai dengan jenis, tubuh, dan tujuannya. Sama halnya seperti menyelam, bertemu dengan diri sendiri juga membutuhkan komponen yang berbeda pada tiap individunya. Pada bab pertama buku ini, Ruby mencoba mengulik berbagai kompenen tersebut. Saat dihadapkan dengan dilema, sebuah persimpangan akan menghasilkan dua atau lebih skenario. Ruby membawa pembaca ke beberapa tahun ke depan dan membayangkan apa yang akan terjadi jika memilih skenario A atau B, itulah the story mindset. Komponen selanjutnya ialah cara belajar. Pada bagian ini, Ruby mengajak pembaca mengisi tes untuk mengetahui metode belajar VARK (Visual, Auditory, Read, Kinesthetic). Ketika sudah mendapatkan metode belajar yang cocok, konsep ’work smarter, not harder´mendasari alasan mengapa adanya jam pintar dan jam bodoh sehingga proses pembelajaran menjadi lebih baik. Setelah memaksimalkan proses pembelajaran, Ruby mengarahkan pembaca untuk mencoba DISC behavior assesment tool untuk mengulik nilai-nilai yang dipegang tiap orang. Hal ini yang nantinya akan menentukan pandangan hidup seseorang, seperti mengapa ada pengusaha yang masih mau terjun di bisnis besi tua, atau mengapa ada sekelompok orang yang lebih suka menjadi karyawan atau profesional. Alasannya simpel, tiap orang memiliki value yang berbeda, dan itu wajar.
Setelah mempersiapkan peralatan selam atau gear, penyelam akan menentukan arah berangkat penyelamannya, apakah akan ke arah timur, barat, utara, atau selatan. Bab kedua buku ini juga mengajak pembacanya untuk menentukan ‘mau berangkat darimana’. Konsep menarik yang disuguhkan adalah bagaimana mengulik suatu kata benda menjadi kata kerja. Ruby memberikan contoh yaitu game. Ketika seseorang menyukai game, pasti ada satu komponen dari game tersebut yang menarik, contohnya grafik. Ketertarikan pada grafik dapat membuka jalan seseorang menjadi game animator. Lalu setelah menjadi game animator, apakah hanya boleh berputar di dunia game? Tentu tidak. Pintu lain selalu terbuka lebar untuk orang-orang dengan cita-cita lebih dari satu. Itulah mengapa sangat disayangkan apabila saat ditanya cita-cita, anak-anak merasa takut untuk menjawab lebih dari satu. Lakukanlah eksplorasi sampai terdengar slentingan ‘Nggak tahu, nggak jelas apa yang dikerjain’, seperti nasib Ruby.
Ketika sudah memulai perjalanan menyelam dan mengayuh kedua kaki, penyelam biasanya akan melihat kanan kiri untuk menemukan spot hunting. Dalam kehidupan, mencari spot hunting sama seperti melakukan berbagai eksperimental dalam hidup. Mencoba berbagai hal dan melakukannya dengan penuh tanggung jawab. Bukan tidak mungkin saat eksplorasi akan dihadapkan dengan kesalahan, ketidakcocokan, bahkan kegagalan. Saat menghadapi itu semua, Ruby berkata ‘benahi mindset’. Semua keadaan, baik keberhasilan maupun kegagalan, adalah bagian dari proses tumbuh. Sama seperti saat menyelam, apakah penyelam lantas berhenti saat merasa tidak cocok dengan spot hunting ikan manta karena teringat cuplikan video azab ikan pari? Tentu tidak.
Mungkin spot ikan manta tidak terlalu cocok, namun ternyata sang penyelam merasa ‘klik’ dengan spot terumbu karang. Sang penyelam akan memanfaatkan momen tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai terumbu karang, contohnya seperti melihat simbiosis ikan nemo dan anemon. Seperti menemukan spot yang cocok, menemukan bidang yang cocok pun nantinya akan membuka jalan seseorang untuk membangun net worth. Muncul lah pertanyaan ‘berarti ini semua ujung-ujungnya uang, dong?’. Jawabannya iya, namun uang adalah hasil dari perkawinan tiga net worth lainnya, yaitu health, skill, dan influence. Mustahil seseorang bisa berkarya dalam keadaan jiwa dan raga yang buruk. Tanpa adanya skill, tubuh manusia tidak akan ada nilainya. Saat tubuh sehat jiwa raga dan disertai adanya skill, apa yang diperoleh hanya disitu saja, atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Dari tiga hal tersebutlah, terbuka jalan untuk mendapatkan uang. Memanfaatkan uang sama sulitnya ketika mendapatkan uang. Di era sekarang, berbagai pilihan tersedia sebagai wadah memanfaatkan uang. Namun perlu diingat, tentukan ‘cukup’ versi diri sendiri agar nantinya titel ‘kaya’ atau ‘kekayaan’ tidak akan menggerogoti diri sampai habis.
Dapat memanfaatkan berbagai net worth dengan baik menghadirkan kepuasan tersendiri, namun apakah berhenti sampai disitu saja? Jawabannya tergantung dari mindset, apakah termasuk dalam golongan dengan fixed mindset atau growth mindset. Orang dengan growth mindset tidak akan takut terlihat bodoh dan tidak takut untuk belajar sesuatu yang baru. Seperti penyelam, apakah akan terus-terusan menyelam di lautan A, atau akan melanjutkan eksplorasi biota bawah laut lainnya di lautan B? Itu semua tergantung pada diri sendiri, because you do you.
Buku setebal 235 halaman ini sukses melakukan tugasnya untukku. Sang penulis, Fellexandro Ruby, seperti memberikan panduan untuk mengenal diri sendiri. Bukan hanya menuangkan pikirannya, penulis juga memberikan kesempatan pembaca untuk melakukan refleksi diri sendiri dengan menulis apa yang didapatkan di bab tersebut pada kolom ‘Ternyata….’ di akhir tiap bab. Selain itu, penulis juga memberikan link berbagai tes atau simulasi yang dapat dilaksanakan sembari membaca tulisannya.
Kekurangan buku ini terletak pada penjelasan yang terlalu singkat untuk topik-topik yang menurutku cukup kompleks. Menurutku itu cukup bagus karena itu berarti penulis menyarankan pembacanya untuk tidak hanya terpaku pada tulisannya dan lebih menjelajahi buku-buku atau tulisan lainnya.
Jadi, bagaimana? Apakah kamu siap untuk menjelajahi lautan yang bernama diri sendiri?
Data buku Judul: You do You: Discovering Life Through Experiments & Self-awareness Penulis: Fellexandro Ruby Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2020 Jumlah: xii+235 halaman ISBN: 978–602–06–4934–4
메타데이터
- post_id
- 34c65ea3c9de
- slug
- lautan-yang-bernama-diri-sendiri-34c65ea3c9de
- url
- https://medium.com/@salsabilaa14/lautan-yang-bernama-diri-sendiri-34c65ea3c9de
- canonical_url
- https://medium.com/@salsabilaa14/lautan-yang-bernama-diri-sendiri-34c65ea3c9de
- author_url
- https://medium.com/@salsabilaa14
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-10 17:40:48