Berusaha Kembali Nulis, tapi Entah Bertahan Berapa Lama. Karena Fokusku Saat ini adalah DUIT (1)
Hai, Rakyat Medium … Sudah berapa lama, ya, saya vakum nulis di sini? Eh, nggak cuma di sini, deh. Di berbagai platform lain juga saya…
Berusaha Kembali Nulis, tapi Entah Bertahan Berapa Lama. Karena Fokusku Saat ini adalah DUIT (1)
Foto oleh Austin Poon di Unsplash
Hai, Rakyat Medium … Sudah berapa lama, ya, saya vakum nulis di sini? Eh, nggak cuma di sini, deh. Di berbagai platform lain juga saya sudah sangat jarang nulis.
Rasanya … saya kangeeen sekali bisa nulis lagi, dan baru kasampaian sekarang. Maaf banget kalau acak-acakan. 🙏
Nulis Cuma Hobi. Ah, Masa’?
Saya suka nulis-nulis receh tanpa EYD dan KBBI yang pakem banget. Duluuuu … saya berpikir, kegiatan menulis saya ya cuma karena suka aja.
Dari yang awalnya hobi baca, jadi hobi nulis. Apalagi kalau ada yang like, comment, share. Beuh … dopamin rasanya ngajak jalan-jalan ke Neptunus.
Saya mulai memberanikan diri nulis di Wattpad, kalau ga salah tahun 2016. Lagi lagi … cuma iseng. Ada yang comment “Next, Thor” aja udah sueeeneeeng banget, ngalahin duit 100.000 dari suami.
Sampai suatu saat … saya mengenal seseorang.
Babak Baru Dimulai
Beliau suka dengan tulisan saya, tapi saya malah minat nulis yang lain. Nggak nge-fiksi lagi. Namun, nih orang tetap bilang saya wajib nulis.
Ok, saya selesaikan tuh fiksi di Wattpad.
Eeh tiba-tiba ada editor hunter salah satu platform. kepenulisan berbayar, chat saya. mau ngelamar tulisan saya. Dia nawarin kontrak ekslusif.
Jelas saya ga mau ambil. Kan memang awalnya nulis cuma buat seneng-senengan.
Lain halnya dengan orang yang baru kukenal ini.
Beliau bilang, “Emang susah ya ngomong sama orang yang ga punya jiwa komersil seperti lu!”
Akhirnya … Berkat dorongan beliau, kuambillah itu kontrak. Lumayan… 200 usd kalo ga salah.
Lama-lama ….
Lha kok enak.
Jadi ketagihan, deh.
Tapi … Seperti yang saya bilang tadi. Saya sudah ga mau nge-fiksi.
Blogging adalah Pilihan Saya
Saya mulai belajar blog dari beliau. Beliau telaten sekali ngajarin saya. Yaaa… meski kadang dibentak-bentak juga sih.
Saya mulai belajar nulis artikel SEO.
Saya mulai tahu apa itu riset keyword, H1, H2, H3, request indexing, kueri GSC, keyword golden ratio, dan istilah-istilah lainnya.
Dari situ saya mulai memonetisasi blog saya. Saya dapat recehan lagi dari adsense dan beberapa content placement. Duitnya lumayan lebih banyak daripada duit dari iklan adsense (untuk seukuran blog saya yang imut). Bukan hanya itu, saya mulai menerima beberapa orderan artikel dari blogger lain. Iyyups. Jadi freelance writer.
Di sini saya mulai menikmati hidangan dari hobi, nulis. Gurih juga ternyata.
Namuun … itu tidak berangsur lama.
Traffic blog tiba-tiba anjlok. Bahkan 0 visitor. Nangis ga tuh?!
AI ooooh AI
Bukan hanya itu, masuknya AI benar-benar berimbas di saya. Saya tidak bilang AI itu jelek, ya. Yang bela AI juga pasti akan bilang, “Tergantung pilotnya.”
Lanjuut …..
Dari traffic yang terjun payung, hingga sampai jasa penulis lepas-ku ikut kena imbasnya.
Bagaimana tidak?
Orang tinggal nulis prompt, nanti si AI ini langsung kerja men-generate artikel-artikel di Internet dan menyajikan langsung ke pembuat prompt secara kilat. Siapa yang ga bisa nulis sendiri, coba?
Karena rata-rata klienku ini sama-sama blogger receh, yaa mereka pada milih nge-prompt sendiri.
Salah AI?
Nggak!
Udah zamannya aja.
Hingga suatu hari, salah satu teman blogger-ku bilang, “Mereka pakai AI itu memanfaatkan teknologi. Ga usah idealis banget, lha. Yang ga ngikutin arus ya bakal tertinggal.”
Dan saya pun mengikuti saran teman saya ini.
Di situlah kehancuran yang baru, dimulai.
Karena ini udah kelewat tengah malam, saya lanjutkan kapan-kapan saja, ya.
Terakhir, coba jawab. Kamu yang pakai AI, biasanya buat apa?
Dah, ya.
Selamat tiduur…
Thanks Kak DyPa Dinara
메타데이터
- post_id
- 34eeb3faafd4
- slug
- berusaha-kembali-nulis-tapi-entah-bertahan-berapa-lama-karena-fokusku-saat-ini-adalah-duit-1-34eeb3faafd4
- url
- https://medium.com/berbagi-berdampak/berusaha-kembali-nulis-tapi-entah-bertahan-berapa-lama-karena-fokusku-saat-ini-adalah-duit-1-34eeb3faafd4
- canonical_url
- https://medium.com/berbagi-berdampak/berusaha-kembali-nulis-tapi-entah-bertahan-berapa-lama-karena-fokusku-saat-ini-adalah-duit-1-34eeb3faafd4
- author_url
- https://medium.com/@shalyschan
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 03:22:25