XCelerate Foundations : Trapped in The FYP — Bridging the Gap Between Everyday Users and Big Data
Baca Dalam Bahasa Inggris
XCelerate Foundations : Trapped in The FYP — Bridging the Gap Between Everyday Users and Big Data

Berawal dari niat beristirahat sejenak setelah beraktivitas, kita sering kali kebablasan scrolling media sosial hingga berjam-jam. Fenomena yang biasa disebut doom scrolling ini membuat kita lupa waktu dan akhirnya menjadi tidak produktif. Memang sulit untuk tidak tenggelam dalam dunia “FYP” yang terus menyajikan video-video hiburan. Namun, jika terlalu lama hanyut di dalamnya, kita akan terjebak tanpa sempat menyusun rencana pengembangan diri untuk masa depan. Alhasil, kesenjangan antara kompetensi diri kita saat ini dan tuntutan dunia kerja akan semakin melebar.
XCelarate Foundations merupakan program satu hari yang didesain khusus bagi individu yang tertarik memulai karier di bidang teknologi. Melalui seminar dan lokakarya (workshop) yang inspiratif, acara ini membuka pintu bagi siapa saja untuk memahami fundamental IT. Program ini hadir sebagai jembatan yang siap memperkecil kesenjangan antara kualitas diri kita saat ini dan realitas dunia kerja yang nyata.
Pembukaan
Acara dibuka dengan sesi interaktif oleh dua MC, yaitu Fatma dan Michelle. Mereka memperkenalkan tema seminar hari ini, yakni “Trapped in The FYP: Bridging the Gap Between Everyday Users and Big Data”. Selanjutnya, kedua MC turut memperkenalkan pembicara luar biasa yang hadir, yaitu Rashad Aziz (Data Scientist di Gojek) dan Muhammad Luthfi Reynaldi (Data Scientist di GoTo).
Sesi Utama

Moderator — Gunta

Pembicara 1 — Rashad Aziz

Pembicara 2 — Muhammad Luthfi Reynaldi
Pada sesi utama, moderator melanjutkan diskusi dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada Kak Rashad dan Kak Luthfi,
“Apakah pengalaman yang dipelajari dari mata kuliah seperti Struktur Data dan Aljabar Linear terbawa ke penelitian LLM (Large Language Model)? “
Mata kuliah Aljabar Linear dan Struktur Data sangat membantu membangun fondasi kuat untuk riset LLM. Menurut Kak Rashad, kesenjangan dengan industri dapat dijembatani oleh rasa ingin tahu yang tinggi (stay curious) demi mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi. Menyambung hal itu, Kak Luthfi menambahkan bahwa passion dan rasa ingin tahu di bidang Data Science sangat krusial, di mana praktisi harus berani memecahkan masalah lewat eksperimen (A/B testing) tanpa takut gagal.
“Bagaimana sistem rekomendasi, seperti di TikTok atau Amazon, seolah-olah bisa
Sistem rekomendasi bekerja dengan melacak tindakan digital pengguna seperti klik, scroll, dan pesanan di database backend. Kak Luthfi menjelaskan bahwa algoritma akan mengidentifikasi pola perilaku dari jutaan pengguna ini untuk meningkatkan engagement dan transaksi bisnis. Menurut Kak Rashad, manusia pada dasarnya sangat mudah ditebak sehingga algoritma bisa terus beradaptasi dari umpan balik harian untuk memahami penggunanya dengan sempurna.
“Kebiasaan atau faktor pengguna spesifik apa yang paling memengaruhi kategorisasi algoritma di perusahaan seperti GoTo/GoPay?”
Kak Rashad mengungkapkan bahwa model AI sering kali bekerja sebagai black box, di mana pengembang sendiri tidak selalu tahu alasan pasti di balik suatu rekomendasi. Menyambung hal itu, Kak Luthfi menegaskan adanya tata kelola privasi data yang sangat ketat di industri sehingga data sensitif tidak bisa digunakan tanpa izin khusus. Alhasil, perusahaan lebih mengandalkan titik data umum untuk membentuk hipotesis luas dan mengambil keputusan bisnis melalui eksperimen.
“Apa hambatan (bottleneck) terbesar saat beralih dari data mentah ke rekomendasi pengguna secara langsung?”
Kak Luthfi menyoroti bahwa prapemrosesan data (data pre-processing) menjadi hambatan terbesar karena sebagian besar waktu habis hanya untuk membersihkan data mentah. Kak Rashad sepakat bahwa kebersihan data sangat krusial demi menghindari prinsip “garbage in, garbage out”. Selain itu, pergeseran perilaku pengguna seiring waktu (feature drift) menjadi tantangan besar lain yang mengharuskan tim memantau kapan model perlu dilatih ulang.
“Apakah Filter Bubble, di mana pengguna diisolasi sehingga hanya melihat konten yang direkomendasikan secara spesifik, adalah fenomena nyata?”
Fenomena filter bubble tercipta karena media sosial menyajikan konten yang sejalan dengan pandangan pengguna agar mereka terus melakukan scrolling. Kak Luthfi menjelaskan bahwa hal ini terjadi jika model hanya fokus mengejar klik (exploitation) tanpa menyisipkan konten baru (exploration). Guna mengatasinya, platform biasanya menyuntikkan konten acak dan Kak Rashad mengingatkan pengguna agar sadar diri serta aktif memberikan umpan balik.
“Keterampilan apa yang paling layak dikejar saat ini bagi seseorang yang ingin memasuki dunia kerja data?”
Kak Luthfi menekankan bahwa dunia data bukan sekadar soal keahlian teknis, melainkan kemampuan meyakinkan pemangku kepentingan lewat dampak bisnis yang nyata. Kak Rashad sangat sepakat karena hard skill akan terus berubah, sehingga kemampuan komunikasi kepada pihak non-teknis menjadi sangat vital. Akhirnya, keduanya menyimpulkan bahwa calon praktisi wajib mengikuti tren, mampu merumuskan hipotesis dengan baik, dan memiliki mental baja saat menghadapi kegagalan eksperimen.
Sesi Game Interaktif
Untuk menjaga semangat para peserta, kedua MC memimpin sesi permainan tebak kata yang seru melalui platform Quizizz.

Sesi Tanya Jawab
Usai permainan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang terus bermunculan melalui platform Slido.

Penghujung Acara
Untuk menutup acara, MC menyampaikan rasa terima kasih kepada para peserta yang hadir, pihak sponsor, serta media partner yang telah mendukung kelancaran acara ini. MC juga mengingatkan bahwa masih banyak rangkaian acara menarik lainnya yang akan berlanjut di COMPFEST 18. Pada akhirnya, acara resmi ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta di Zoom.
메타데이터
- post_id
- 356c91fd5d46
- slug
- xcelerate-foundations-trapped-in-the-fyp-bridging-the-gap-between-everyday-users-and-big-data-356c91fd5d46
- url
- https://medium.com/compfest/xcelerate-foundations-trapped-in-the-fyp-bridging-the-gap-between-everyday-users-and-big-data-356c91fd5d46
- canonical_url
- https://medium.com/compfest/xcelerate-foundations-trapped-in-the-fyp-bridging-the-gap-between-everyday-users-and-big-data-356c91fd5d46
- author_url
- https://medium.com/@jhalimsaputra
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-17 15:23:30