Hati dan Mayat
bicara tentang hati, mungkin ini adalah salah satu keistimewaan manusia yang tuhan berikan selain akal. ya.. dengan akal kita dapat memilih…
Hati dan Mayat
bicara tentang hati, mungkin ini adalah salah satu keistimewaan manusia yang tuhan berikan selain akal. ya.. dengan akal kita dapat memilih dan memutuskan tetapi dengan hati kita bisa merasakan dan menetapkan. memutuskan dan menetapkan memang hal yang hampir sama tetapi keduanya sangatlah berbeda memutuskan adalah ketika kita diberikan dua pilihan atau lebih sedang menetapkan kita tahu betul apa yang buruk dan benar.
dalam buku Kunci Sukses dalam Merai Cinta Illahi karya Aam Amiruddin, M.Si. Hati memiliki tiga pengertian/ istilah. pertama, Kabid dalam bahasa Inggris disebut liver yang artinya organ tubuh yang konkret dan dimiliki semua manusia. kedua, Fu,aad yang mana hati selalu condong pada kebenaran. dan terakhir yaitu Qalbu yang memiliki dua kecenderungan yaitu kebenaran dan kebatilan atau keburukan, sehingga Qalbu dapat menentukan yang baik dan buruk.
jika hati kita mati maka gelaplah semua yang ada dalam kehidupan. kita tidak bisa melihat yang benar dan salah, tidak bisa berfikir dan menentukan dengan baik, dan yang paling buruk kita tidak bisa mengatur perasaan dalam diri.
pada hakikatnya manusia memiliki hati tapi ada beberapa faktor ynag menyebabkan hati itu mati selayaknya mayat, ia ada tapi tidak bisa digunakan. faktor tersebut meliputi tiga hal yaitu:
- Hati tidak dirawat hati yang tidak dirawat akan mengalami kegersangan dan bahkan menjadi keras. sebagai orang yang beriman tentunya akan merawat hatinya dengan meningkatkan kualitas ibadah dan juga tadabur al-quran. seperti dalam Q.S, Muhammad ayat 24 : “maka apakah mereka tidak memperhatikan al-quran ataukah hati mereka terkunci?”
- Lingkungan yang tidak kondusif manusia sebagai makhluk sosia tentunya akan berkembang sesuai dengan lingkungan yang mereka hadapi baik dari faktor keluarga, sekolah dan lingkungan pertemanan. maka dari itu kita mesti dapat memilih lingkungan seperti apa yang kita inginkan dan bisa membuat kita untuk terus berkembang. serta bagaimana kita bisa membawa diri di setiap perubahan tanpa kehilangan diri sendiri. temanku pernah berkata kita tidak bisa memilih lingkungan seperti apa yang kita hadapi tetapi bagaimana kita bisa membawa diri di lingkungan itu. pada awalnya ketika kita memasuki suatu lingkungan tentu kita akan merasa lingkungan itu baik dengan ekspetasi kita didalamnya tetapi setelah dijalani, kita tahu baik buruknya lingkungan itu lantas bagaimana kita menghadapinya tanpa terbawa arus.
- Mengikuti hawa nafsu nafsu tidak selalu mengarah kepada hal yang buruk tetapi tuhan telah menciptakan nafsu dengan dua proporsi yaitu baik dan buruk. nafsu sendiri memiliki tiga tingkatan yaitu muthma’innah, lawwamah, dan nafsu bissu’in.
Nafsu Muthma’innah ialah tingkatan nafsu tertinggi karena nafsu ini ialah dorongan untuk terus berbuat baik sehingga nafsu ini mengisyaratkan adanya pencapaian muthma’innah dan tingkat keimanan kepada Allah.
Terus berbuat baik walaupun dalam keadaan keras hati dalam artian kita dipenuhi dosa karena akan muncul cahaya kecil didalamnya. Selayaknya mutiara didalam laut yang gelap semakin kita selami lebih dalam maka keindahan akan muncul sendirinya.
Nafsu Lawwamah ialah nafsu yang menjadi alarm jika kita melakukan kesalahan. nafsu ini suka menegur dan mengkoreksi dan jika diabaikan maka nafsu ini perlahan akan mati. sebagai contoh kecil, ketika kita mengabaikan solat dan menunda-nunda untuk sholat lalu muncul perasaan gelisah maka nafsu Lawwamah ini masih berfungsi. sebaliknya, jika kita tidak memiliki perasaan tersebut bahkan meninggalkan sholat tanpa ada rasa khawatir maka nafsu Lawwamah itu telah mati.
Terakhir adalah nafsu yang paling rendah yaitu nafsu Bissu’in. nafsu ini yaitu nafsu yang mendorong kita untuk berbuat buruk dan menyuruh kepada kejahatan. jika kita diperbudak oleh nafsu ini maka matilah hati, tertutup semua akal sehat dan hidup menjadi gelap.
maka dari itu kita harus bisa mengendalikan nafsu karena sebagai manusia keinginan bawah sadar adalah penggerak dari tingkah laku. seperti yang dikatakan dalam ilmu psikoanalisis Sigmund Freud kepribadian manusia terbagi menjadi tiga. id, ego dan super ego. id yaitu dorongan naluriah yang berada di tingkatan alam bawah sadar, ego itu adalah hal yang kita lakukan, sedangkan super ego adalah nilai yang dipegang dan tumbuh sejak dahulu. ketiga hal ini harus seimbang agar kita mencapai titik self yaitu jati diri.
ketika kita bisa mengendalikan hawa nafsu maka kita dapat merawat hati dengan baik dan kehidupan menjadi terarah. meski pada nyatanya hidup akan selalu ada pasang surut. tetapi setidaknya kita memiliki pegangan untuk diri sendiri agar menjadi kuat dan bijak dalam menghadapi semua kejadian.
jika kita tidak bisa mengendalikan nafsu maka hiduplah seperti mayat.
terima kasih telah membaca sejauh ini, semoga bermanfaat dan jika da yang ingin ditambahkan ataupun saran topik berikutnya bisa kita diskusikan…. see youu bye bye
referensi:
Amiruddin, Aam. 2009. Kunci Sukses Meraih Cinta Illahi. Khazanah Intelektual. Bandung.
메타데이터
- post_id
- 359fe7c22bf4
- slug
- hati-dan-mayat-359fe7c22bf4
- url
- https://medium.com/@aksaralily/hati-dan-mayat-359fe7c22bf4
- canonical_url
- https://medium.com/@aksaralily/hati-dan-mayat-359fe7c22bf4
- author_url
- https://medium.com/@aksaralily
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 12:58:24