← Back to list

Ketika Beck, Goffman dan Bauman menjadi pengacara bagi kita, para terdakwa muda.

Mikwalds. · 2025-11-16 11:10 · 10 claps · 2.6 min read
#sociology #youth #liquid-modernity #risk-society #sosiologi
Open on Medium ↗
Wiki topics: SOC · Sociology & Politics 🔒 · Cybersecurity 🌐 · Society · General

Pengacara Bagi Kita - Para terdakwa muda.

Sebuah pembelaan sosiologis atas kegelisahan kita untuk menjadi manusia biasa.

Tak terasa hari ini sudah pukul 01.00 malam, tepat ketika kembali diriku dan berbagai suara dalam benakku saling berlawan. Kenyataan diriku yang saat ini selalu bertolak belakang dengan berbagai suara yang terus meronta di benakku. Masalahnya selalu sama, perihal diriku yang muda ini serta berbagai rencana ku yang belum ku temui ujungnya.

Kadang, aku merasa menjadi muda hari ini bukan soal mencari jati diri, tapi soal bertahan dari penilaian yang datang dari segala arah. Dari layar ponsel yang tak pernah mati, dari lingkar pertemanan yang berlomba tampak produktif, dari keluarga yang khawatir tapi juga menuntut. Dunia perlahan berubah menjadi ruang sidang tanpa bentuk bagi kita para “ terdakwa muda”. Rasanya para hakim itu selalu bertanya “ sudah sebesar apa kita menjadi seseorang?”

di dunia yang selalu cepat ini, menjadi muda berarti harus bisa menampilkan diri, setiap hari tak ubahnya berbagai timeline terus berubah, ketika manusia hidup dengan pacuan to-do list, kita dipaksa dan terpaksa mengacu pada nilai diri yang sah jika bisa dicentang, dihitung dan dipajang dalam tembok virtual itu.

ditengah pelbagai kebisingin ini,aku bertanya apa benar hidup harus selalu tampak berarti di mata orang lain? Atau justru, dengan mencoba terus terlihat. Berarti, kita perlahan kehilangan makna yang sebenarnya?

Maka, aku meminta tiga pemikir sosiolog ini membantu ku menjawab berbagai kebisingan yang muncul dari para hakim di ruang sidang ku ini.

Goffmann, ia berkata, di dunia yang serba cepat ini, kita selalu tergesa untuk berlomba agar terlihat berkesan dimata orang lain. Goffmann secara tidak langsung memanifestasikan diri kita sedang berteatrikal dipanggung kehidupan sosial, setiap orang memainkan peran, berusaha menjaga wajah, dan menyesuaikan diri dengan ekspektasi penonton. Mungkin itu sebabnya kita begitu lelah. Karena bahkan saat sendirian, kita masih sibuk memoles naskah tentang siapa diri kita di dunia.

Beck, ia terasa sangat dekat, ia menyebut bahwa zaman ini membuat setiap orang harus menulis biografinya sendiri. Tidak ada lagi tradisi, lembaga, atau struktur sosial yang memberi jalur pasti. Hidup menjadi proyek individual, dan proyek itu menuntut kita mengambil keputusan sambil terus menanggung risiko yang bahkan tidak kita pahami sepenuhnya. Maka wajar jika arah hidup terasa kabur. Wajar jika kita selalu merasa mulai dari awal. Karena, tak ubahnya proyek menjadi seseorang ini bisa terasa seperti pekerjaan penuh waktu yang tak pernah selesai.

Bauman, ia menyebut hal-hal ini bisa terjadi karena kita hidup di dunia yang cair. iya, dunia yang cair, bauman menggagas konsep ini karena ia menganggap dunia sekarang merupakan dunia yang penuh ketidakpastian (tidak stabil), ketika segalanya cair dan sulit untuk digenggam, dunia terus berubah seiring waktu tanpa kita bisa mencoba memahaminya. termasuk identitas, Hari ini kita bisa merasa percaya diri, besok bisa merasa tidak berharga hanya karena satu unggahan orang lain. Hidup pun jadi semacam kompetisi senyap: siapa yang terlihat bahagia lebih dulu, siapa yang sukses lebih cepat. Dalam situasi seperti itu, keaslian berubah menjadi kemewahan; kita tampil bukan untuk dikenal, tapi untuk diakui.

Digabungkan, ketiga pemikiran itu memberi gambaran yang jujur tentang kenapa para muda hari ini sering merasa seperti terdakwa: kita diadili oleh dunia yang bergerak terlalu cepat, oleh struktur yang tidak lagi memberi pegangan, oleh panggung sosial yang menuntut penampilan sempurna, dan oleh hubungan yang mudah retak karena tidak ada ruang yang benar-benar tetap

Jika dunia bersikeras menjadikan kita terdakwa, maka biarkan Beck, Goffman, dan Bauman menjadi pengacara kita. Mereka mengingatkan satu hal sederhana: tidak ada manusia yang sepenuhnya siap menghadapi modernitas. apalagi yang baru belajar menjadi dewasa. Dan mungkin, keberanian kita untuk terus berjalan (meski goyah) sudah cukup sebagai pembelaan yang sah.

Kita bukan generasi gagal. Kita generasi yang hidup di titik paling goyah dari sejarah modern.

rasa tidak stabil, tidak pasti, dan tidak siap bukanlah cacat pribadi. Itu gejala zaman.


메타데이터
post_id
35cd59fa035f
slug
ketika-beck-goffman-dan-bauman-menjadi-pengacara-bagi-kita-para-terdakwa-muda-35cd59fa035f
url
https://medium.com/@mikwalds/ketika-beck-goffman-dan-bauman-menjadi-pengacara-bagi-kita-para-terdakwa-muda-35cd59fa035f
canonical_url
https://medium.com/@mikwalds/ketika-beck-goffman-dan-bauman-menjadi-pengacara-bagi-kita-para-terdakwa-muda-35cd59fa035f
author_url
https://medium.com/@mikwalds
status
ok
fetched_at
2026-08-16 19:19:30