← Back to list

TTDJ: Tiba-Tiba DiJenguk

Ini dia ‘hadiah’ lidah pahit pertamaku pada 2026, lalu …

Yasmin Arum Sari · 2026-01-09 11:09 · 21 claps · 2.6 min read
#30haribercerita #sakit #ko #jenguk #gado-gado
Open on Medium ↗

TTDJ: Tiba-Tiba DiJenguk

Ini dia ‘hadiah’ lidah pahit pertamaku pada 2026, lalu …

Sumber: Pinterest

Sumber: Pinterest

Kapan terakhir kali kamu merasakan lidahmu sulit merasa? Segala makanan yang masuk ke mulutmu terasa pahit.

Bagiku, kejadian itu mulai terasa sejak kemarin. Sebenarnya, aku masih menerka-nerka:

kira-kira mengapa bisa sakit, ya?

Belum genap 10 hari Januari, aku dipertemukan dengan trio ini: perut keram, demam (cukup) tinggi, dan asam lambung naik (yak, maag). Akibatnya, aku membutuhkan bed rest. Dampaknya, aku hampir tak membuka WhatsApp (terlalu ‘tepar’ untuk melakukannya: bagiku, dalam kondisi ‘normal’ pun, membuka WhatsApp terkadang terasa challenging, jadi … ya begitu x-x).

Ternyata, hal itu menimbulkan kekhawatiran, tepatnya bagi Kak Azka, Rora, dan Kak Zulfa (note: aku sudah mengabari kalau aku sakit, tetapi kesalahanku adalah aku belum ‘muncul’ lagi hari ini T^T). Bahkan, Kak Azka dan Kak Zulfa sampai meluangkan waktu dan tenaganya menjengukku sore ini sembari membawakan seporsi gado-gado dan segelas rempah kunyit.

Untuk challenge #30HariBercerita hari ini, aku tertarik meng-highlight tiga poin.

  1. Kedatangan tak terduga: ‘blank’
  2. Buah tangan ‘spesial’
  3. Obrolan singkat dibumbui emotional support

Selamat melanjutkan cerita!

— Kedatangan tak terduga: ‘blank’

Saat aku sedang becermin di depan kamar kos, Mbak Vanda (tetangga kosku) memanggilku. Sontak, aku berjalan ke arahnya. Tak disangka, rupanya aku kedatangan dua teman: Kak Azka dan Kak Zulfa.

Awalnya, aku tak mengenali mereka karena aku tak sedang memakai kacamata (iya, memang seburam itu). Begitu mereka mengeluarkan sepatah kata, akhirnya aku mengenali suara itu.

Jujur, aku bahkan masih mengenakan pakaian rumah (kaos hasil praktik menjumput saat SMP dan celana hitam, dengan rambut dikepang). Rasanya, ini merupakan tampilan ter-tak-proper sepanjang pengalamanku ‘menerima tamu’. Malu ….

Saking blank-nya, aku kebingungan harus mempersilakan mereka duduk di mana. Untungnya, Mbak Vanda membantuku menunjukkan tempat duduk. Namun, aku memilih membawa mereka ke ruangan depan (masih di dalam kos (tertutup)).

— Buah tangan ‘spesial’

Rupanya, mereka sempat mampir ke Minuman Rempah Indonesia (MRI) dan gado-gado di dekat kosku. Uniknya, aku berencana ingin membeli minuman rempah dari MRI lusa nanti. Siapa sangka, ternyata Kak Azka dan Kak Zulfa justru membawakanku minuman itu ke kosku. Aku sangat bersyukur dengan kebetulan ini.

Selain itu, tadi siang, berhubung aku sadar lidahku terasa pahit dan aku akan ‘kesulitan’ memakan makanan, jadi kuputuskan makan di luar. Kalau kupaksa makan seorang diri di dalam kamar kos, bisa-bisa seporsi makanan akan kujadikan makanan untuk tiga kali makan, saking tak berselaranya aku makan.

Alhasil, makanan beratku hari ini full gado-gado, deh. Sebagai seorang #.GadoGadoHolic aku sangat senang, hehe. Oh iya, aku juga terharu karena mereka mengingat kalau aku memang sedang hobi-hobinya memakan gado-gado, bahkan mereka membelinya di tempat langgananku yang sempat kuceritakan sebelumnya. Sepertinya, aku terlalu sering membicarakan ini. Mereka baik sekali!

— Obrolan singkat dibumbui emotional support

Selanjutnya, rupanya, Rora ingin ber-video call-ria. Di sisi lain, aku juga ingin berfoto. Sayangnya, aku tak sedang mengenakan kerudung. Beruntungnya, Kak Azka mengenakan jaket (ber-hoodie). Ia berinisiatif menawariku meminjamkan jaketnya.

Di samping itu, kebetulan Kak Shara menelepon Kak Zulfa: menanyakan seputar perpustakaan. Jadilah terdapat dua percakapan dalam satu waktu:

  • video call dengan Rora melalui HP Kak Azka, dan
  • voice call dengan Kak Shara melalui HP Kak Zulfa.

Rasanya seperti berada di Salman Reading Corner (SRC): ramai (in a good way) dan ‘hidup’nya sama, haha. Seru! Walaupun terbilang singkat, sebagai seorang extrovert, aku merasa ter-charge. Secara tidak langsung, mereka juga menyalurkan emotional support kepadaku.

Bisa dibilang, kejadian sore ini terasa secepat itu, aku agak kesulitan memprosesnya (agak nge-blank).

Ini beneran gak, sih? Jangan-jangan cuma mimpi?

Ngomong-ngomong, aku jadi teringat. Kejadian ini juga membuatku berefleksi. Saking nge-blank-nya, aku sama sekali tak terpikirkan untuk menyuguhkan sesuatu pada mereka. Aku merasa bersalah …, tetapi tak apa, akan kujadikan ini sebagai pelajaran.

Semoga Kak Azka, Kak Shara, Rora, dan Kak Zulfa, juga kalian yang membaca ini sehat selalu, ya! Aamiin.


메타데이터
post_id
35e71d0fddfa
slug
ttdj-tiba-tiba-dijenguk-35e71d0fddfa
url
https://medium.com/@yasminarsa/ttdj-tiba-tiba-dijenguk-35e71d0fddfa
canonical_url
https://medium.com/@yasminarsa/ttdj-tiba-tiba-dijenguk-35e71d0fddfa
author_url
https://medium.com/@yasminarsa
status
ok
fetched_at
2026-06-11 05:11:55