Penyelamat Hidup
Kekuatan untuk hidup yang datang dari sang idola
Penyelamat Hidup
Kekuatan untuk hidup yang datang dari sang idola
Photo by Anthony DELANOIX on Unsplash
Dua bulan yang lalu, aku membaca sebuah postingan di aplikasi X (dulunya Twitter). Isi postingannya menarik sekali, menceritakan pengalaman pribadi si pemilik akun. Dia bercerita bahwa sedari kecil dia diperlakukan buruk oleh keluarganya selama bertahun-tahun. Saking lelahnya mengalami keterpurukan itu, dia sempat terpikirkan untuk bunuh diri. Namun, suatu saat dia menemukan sesuatu yang membuatnya kembali bersemangat menjalani hidup dan mengurungkan niat untuk bunuh diri, yaitu boy grup korea “Seventeen”.
Dulu, saat masih duduk di bangku SMP, aku tidak pernah mengerti mengapa ada orang yang bilang, “idola adalah sang penyelamat hidup.” Setiap kali melihat cuplikan di TV yang memperlihatkan seseorang menangis saat menonton atau saat bertemu idolanya, spontan aku mengatakan, “DIH, LEBAY. Ngapain sih nangisin artis sampai segitunya?” Aku pun sempat beranggapan bahwa orang-orang yang mengatakan ‘idola adalah penyelamat hidup’ adalah orang yang tidak yakin dengan pertolongan Tuhan. Sebab, yang memberikan kita keselamatan dalam hidup ya, pastinya Tuhan bukan idola kita. Begitu pikirku saat itu.
Namun, 11 tahun kemudian, tepatnya sejak Covid-19, aku baru memahami maksudnya.
Selama pandemi, semua kegiatan dilakukan dari rumah, termasuk bekerja. Saat itu, pekerjaan kantor semakin hari semakin menumpuk, membuatku harus bekerja melebihi waktu yang seharusnya. Ditambah lagi, aku berada di divisi yang saat tanggal merah tidak ada libur dan hanya mendapat libur seminggu sekali. Aku pun dihadapkan dengan berbagai masalah pekerjaan yang tiada henti. Saat itu tidak ada teman untuk curhat maupun support system. Segala beban kupendam sendiri, hingga aku menjadi stres, dan stres itu perlahan berubah menjadi Burnout. Setiap kali bekerja, aku selalu tiba-tiba merasa sedih, marah, dan kesal tanpa sebab.
Ternyata, burnout bisa memancing perasaan negatif lainnya. Perasaan negatif itu melebar, hingga aku mulai menyalahkan dan membenci diri sendiri, hilang percaya diri, dan merasa bukan diriku yang biasanya. Saat itu, rasanya ingin minta tolong, tapi tidak tahu harus minta tolong kepada siapa. Aku kebingungan, hingga akhirnya kehilangan semangat hidup dan merasa ingin menyerah.
Ditengah kebingungan itu, aku mencoba menghibur diri dengan mendengarkan lagu. Terutama lagu dari grup idola Korea favoritku, Mamamoo, dan band rock asal Jepang favoritku, One Ok Rock. Ternyata, mendengarkan lagu-lagu mereka bisa mengurangi perasaan negatif yang kurasakan.

Sumber: https://xsmultimedia.com/wp-content/uploads/2022/09/1200-x-630-88.png
Bagaimana bisa?
Saat mendengar suara merdu dari grup Mamamoo, itu membuatku lupa akan semua pikiran negatif. Sedangkan lagu-lagu dari One Ok Rock memberiku semangat, aku merasa seperti ada kawan yang menepuk pundakku dan menyemangatiku melalui lirik lagu mereka yang meaningful.
Yang awalnya aku merasa kesepian, tetapi dengan mendengarkan lagu-lagu mereka, aku jadi merasa ‘ditemani’. Pikirku saat itu: ‘aku tidak boleh menyerah. Aku harus bertahan dan semangat agar aku bisa mengikuti perjalanan karir mereka. Aku juga harus bekerja lebih keras lagi, agar suatu saat bisa menonton konser mereka.’ Lama kelamaan, aku yang tadinya semangat hidup hanya demi sang idola, akhirnya rasa semangat itu berganti menjadi demi diri sendiri.
Cita-citaku untuk menonton konser terwujud. Pada Februari 2023, aku berhasil menonton konser Mamamoo yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Ketika konser berlangsung, aku menahan tangis karena bahagia. Melihat mereka secara langsung membawaku flashback ke masa lalu, saat aku merasa tidak bisa mengatasi permasalahan yang ada. Namun ternyata, aku bisa bertahan dan bisa melewati semua itu karena ‘ditemani’ mereka. Kini tinggal cita-citaku untuk menonton One Ok Rock yang belum terwujud. Mudah-mudahan mereka bisa kembali konser di Indonesia dan aku bisa menontonnya.

Sumber: https://pmstudio.com/pmstudio/images/ONE-OK-ROCK2.jpg
Saat itulah aku sadar, oh, jadi begini maksudnya dari ucapan: ‘idola adalah penyelamat hidup.’ Aku merasa bersalah karena dulu pernah mengejek dalam hati pada orang-orang yang berkata seperti itu, dengan menganggap mereka sebagai orang yang tidak yakin dengan pertolongan Allah.
Ternyata, semangat hidup bisa datang dari mana saja. Memang kewajiban kita sebagai manusia adalah berdoa pada Yang Maha Kuasa, termasuk meminta kekuatan dalam menjalani hidup. Namun, mungkin Yang Maha Kuasa mengabulkan doa itu melalui perantara, salah satunya melalui idolanya masing-masing.
Terima kasih telah membaca hingga akhir. Saya sangat menghargai setiap tepukan (👏), juga saran dan kritik membangun yang dapat membantu saya menjadi lebih baik dalam menulis.
메타데이터
- post_id
- 3659486a4eac
- slug
- penyelamat-hidup-3659486a4eac
- url
- https://medium.com/@dddea/penyelamat-hidup-3659486a4eac
- canonical_url
- https://medium.com/@dddea/penyelamat-hidup-3659486a4eac
- author_url
- https://medium.com/@dddea
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-03 20:22:39