← Back to list

Merayakan Dua Dekade (Bagian II)

4 | Jeda Panjang Hujan mengiringi jeda paruh pertama laga. Semakin lama, hujan semakin deras mengguyur Manahan. Bahkan angin menyertai…

Yoga Hanindyatama · 2025-03-02 14:36 · 0 claps · 2.5 min read
#psim-yogyakarta #liga-2 #juara
Open on Medium ↗

Merayakan Dua Dekade (Bagian II)

4 | Jeda Panjang Hujan mengiringi jeda paruh pertama laga. Semakin lama, hujan semakin deras mengguyur Manahan. Bahkan angin menyertai hujan. Alhasil sebagian fan yang duduk di tribun bagian bawah lekas pindah ke tribun atas. Adapun fan di bagian tengah tetap bertahan dengan membentangkan bendera yang dibawa.

Kemudian pemain dan wasit menuju lapangan. Paruh kedua resmi berjalan, tapi cuma sebentar, 18 detik. Wasit memutuskan menunda laga selama 30 menit. Penyebabnya aliran bola tidak berjalan lancar dan berhenti di rumput yang tergenang air. Semua yang sudah di lapangan, kembali ke ruang ganti.

Beberapa waktu kemudian, muncul kubangan air di lapangan. Dari jauh lapangan tak ubahnya rawa kecil. Hujan pun tidak menunjukkan tanda berhenti. Wasit kembali menunda laga 30 menit untuk kali kedua. Penonton yang datang mulai kebosanan. Terlebih pedagang tidak diizinkan masuk tribun. Lengkap sudah.

Suporter yang bosan, membuat pesawat kertas dari print-printan tiket elektronik. Lalu diterbangkanlah pesawat kertas ke sembarang arah. Biasanya dari tribun atas ke tribun bawah. Ada pesawat yang terbang indah, ada pula yang gagal bermanuver. Ini menjadi cara untuk menyingkirkan kebosanan.

Dikumandangkan pula lagu "Satu Jiwa" dan "Sampai Kau Bisa". Kalian tahu milik siapa? Ya, masing-masing milik Persis dan PSS. Banyak fan yang menyanyikan kedua lagu itu. Koneksi Mataram is Love terjalin sempurna di Manahan.

"Ngepel" lapangan

"Ngepel" lapangan

Pada 30 menit kedua ini panitia memutuskan sikap. Para petugas bermantel masuk ke sisi lapangan dengan membawa pel pendorong. Mereka berusaha "mengepel" lapangan, membuang genangan air ke pinggir. Tindakan ini justru diapresiasi para fan.

5 | Kebobolan Genangan air sudah berkurang. Wasit mencoba mengetes kondisi rumput dengan menggelindingkan bola ke beberapa sisi. Sebagian besar sudah aman, tapi sebagian masih tergenang. Setelah melakukan pertimbangan, wasit memutuskan laga dilanjut.

Serangan mulai dilancarkan kedua tim. Seperti yang bisa diduga, beberapa pemain sempat terpleset. Aliran bola masih belum lancar di beberapa titik lapangan. Meski begitu, pola serangan masih seperti di babak pertama.

PSIM cenderung bertahan dan Bhayangkara lebih menyerang. Dalam kondisi lapangan licin, Bhayangkara berhasil mencuri gol lewat Felipe Ryan di menit 70. Publik Manahan langsung kecewa. PSIM segera merespon, tapi tetap gagal. Hingga 90 menit berjalan, skor masih 1-1.

6 | Manahan Bergemuruh Lagi Saat pertandingan memasuki tambahan waktu 2x15 menit, aku mundur sejenak dari tribun. Aku putuskan Salat Maghrib dulu di selasar Pintu Tribun Sektor 14.

Ketika salat itulah, sebanyak 15 ribu penonton di Manahan dibuat girang. Kejadian yang kami harapkan datang, PSIM mencetak gol lagi. Setelah aku kembali ke area tribun, baru kuketahui aktor penggetar jala musuh ialah Roken Tampubolon. Lagi-lagi Roken!

Extra time pertama dan kedua sama saja bagiku. Tak ada yang kurasakan kecuali waswas. Bhayangkara semakin memborbardir lini belakang Laskar Mataram. Ini mengkhawatirkan. Jika kalian menonton beberapa pertandingan PSIM, maka akan paham maksudku. Lengah dikit, bisa jadi malapetaka. Untung saja hingga peluit ditiup oleh wasit, PSIM berhasil mempertahankan skor 2-1.

Entah bagaimana, aku jadi kepikiran sesuatu. Jadi, aku melewatkan gol pertama dan terakhir PSIM musim ini. Pertandingan pertama, PSIM melawan Adhyaksa FC di Mandala Krida.

Kala itu, aku sedang menuju pintu Tribun Utara dan tiba-tiba saja publik Mandala Krida bersorak. Apalagi kalau bukan gol pertama? Pencetak golnya Rafinha. Saat aku cek jam, ternyata 15.09. Waktunya sama persis ketika Rafinha mencetak gol melawan Bhayangkara di laga final ini, pukul 15.09. Sebuah kebetulankah jika pembuka gol PSIM dan waktunya sama? Mungkin.


메타데이터
post_id
368d64d7481b
slug
merayakan-dua-dekade-bagian-ii-368d64d7481b
url
https://medium.com/@yogahanindyatama/merayakan-dua-dekade-bagian-ii-368d64d7481b
canonical_url
https://medium.com/@yogahanindyatama/merayakan-dua-dekade-bagian-ii-368d64d7481b
author_url
https://medium.com/@yogahanindyatama
status
ok
fetched_at
2026-07-20 19:32:14