Ikuti Formula Storytelling Ini untuk Bikin Konten yang “Ngena” di Audiens
Sudah coba formula-formula storytelling ini untuk bikin konten langsung “ngena” di audiens?
Ikuti Formula Storytelling Ini untuk Bikin Konten yang “Ngena” di Audiens
Sudah coba formula-formula storytelling ini untuk bikin konten langsung “ngena” di audiens?

Gambar oleh Videodeck.co dari Unsplash
Sering dengar soal storytelling, tapi belum terlalu familiar apa sebenarnya maksud dan cara penerapannya di konten. Adakah struktur-strukturnya? Adakah kiat-kiatnya? Poin-poin apa saja yang harus ditandai dan dimasukkan ke dalam script-nya?
Konten yang baik, entah untuk marketing atau personal branding, adalah yang memakai metode storytelling supaya langsung “ngena” di audiens. Untuk memudahkan dalam membuatnya, kamu perlu tahu formula-formula storytelling yang bisa menandai bagian-bagian apa saja yang harus diisi supaya tercipta script konten yang menarik, berkualitas, dan jelas penyampaian pesannya ke audiens. Simak artikel berikut ini!
Formula Storytelling Before-After
Singkatnya, formula ini dinamakan juga formula BAB (Before-After-Bridge). Formula satu ini juga cukup populer digunakan di teknik copywriting dalam mempromosikan suatu produk, yang sekaligus bisa kamu terapkan untuk storytelling konten secara umum.
Step 1: Before
Dalam memulai mengerjakan script, kamu bisa tulis bagian-bagian Before, After, dan Bridge di dalam tabel untuk memudahkan. Hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah Before, menyinggung bagaimana kondisi audiens dengan masalah yang dihadapinya. Misalnya, konten dibuat untuk tujuan promosi produk digital template, maka script-nya bisa ditulis seperti berikut ini.
Contoh Before: Suka banget jajan, tapi sering kewalahan ngecek pengeluaran satu-satu?
Step 2: After
Di bagian After, setelah kamu berhasil menyinggung kondisi audiens dengan masalah yang relevan bagi mereka, saatnya kamu membagikan gambaran kondisi ke audiens kalau masalah tersebut terselesaikan. Masih berlanjut dari contoh yang di atas, kamu bisa menulis script seperti ini.
Contoh After: Bayangin, kalau kamu punya sistem yang bisa mencatat riwayat pengeluaran sekaligus pendapatan kamu tanpa instruksi yang ribet dan bisa kamu kontrol sendiri secara langsung.
Step 3: Bridge
Bagian Bridge ini adalah puncak dari tujuan kita, yaitu menjual produk kita, apa pun jenisnya. Di sini, kamu langsung strike untuk menawarkan solusi dari permasalahan yang dihadapi audiens tersebut, yaitu dengan menyebutkan keunggulan produk.
Contoh Bridge: Kamu bisa mewujudkannya dengan memakai template spreadsheet organisasi keuangan ini mulai dari mencatat semua pengeluaran dan pendapatanmu sampai ngatur sistem saving kamu, bisa dilakuin dari mana aja, dengan desain yang nggak ribet dan nggak bikin kewalahan lagi. Klik link di bio buat dapetin template-nya!
Formula Storytelling M.E.S.S
Sudah pernah dengar tentang formula M.E.S.S? Kepanjangannya, Moment-Emotion-Shift-Solution. Formula ini cukup jarang ditelaah, tapi sebenarnya bisa menjadi salah satu pilihan terkuat bagi kamu untuk drafting script konten.
Step 1: Moment
Di sinilah kamu meletakkan pijakan pertama untuk script kontenmu, yaitu mengatur momen dalam storytelling. Momen ini harus dibuat dari hal-hal kecil, manusiawi, benar-benar mentah dan relate dengan target audience.
Contoh Moment: Udah berjam-jam aku pantengin grafik insights dari konten terakhir yang ku-upload, tapi hasilnya sama saja, masih nihil, views sedikit, engagement nol, padahal udah sebulan ini ngonten.
Step 2: Emotion
Di bagian Emotion, kamu mempertajam script dengan kalimat-kalimat yang memancing emosi orang-orang, yaitu dengan menceritakan perasaan dan kelanjutan dari momen yang sudah ditampilkan sebelumnya. Ini berarti kamu harus memiliki kemampuan yang mumpuni untuk memahami masalah yang menimpa target audience.
Contoh Emotion: Rasanya frustrasi, overthinking 24/7, balik ngerasa ragu-ragu lagi buat meniti karier jadi content creator. Ngerasa stuck dan nggak ada ujungnya, udah sempet ngerasa mau nyerah aja.
Step 3: Shift
Di bagian Shift, kamu memberikan target audience sedikit “hint” bahwa mereka akan mendapatkan informasi yang bermanfaat dari cerita ini. Singkatnya, bagian Shift ini layaknya bagian yang membuat audiens merasa tercerahkan di pikiran mereka, AHA!
Contoh Shift: Lalu, aku sadar, kalau cara ngontenku aja yang masih “berantakan”. Selama ini, aku terlalu fokus bikin konten buat diriku sendiri, bukan buat audiens, sampai aku kenal yang namanya targeting, hook, dan storytelling.
Step 4: Solution
Setelah itu, di bagian Solution, kamu bisa menghadirkan jawaban dari ceritamu itu yang sekaligus menjadi solusi untuk orang lain yang merasakan hal yang sama. Di sinilah kamu menyuguhkan value atau nilai pelajaran yang bisa diambil supaya orang lain tidak mengulangi kesalahan yang sama, atau supaya orang lain merasa lebih termotivasi.
Contoh Solution: Sejak aku nerapin targeting ke audiensku, bikin script pakai hook menarik dan teknik storytelling, konten-kontenku selanjutnya perlahan naik sampai udah hasilin 100k+ views dan ratusan engagement kayak sekarang ini.
Mungkin hanya dua formula storytelling, tetapi langsung ditunjukkan dan diajarkan dengan contoh-contohnya. Jangan cuma baca, yuk, sekarang giliran kamu untuk praktik formula-formula storytelling ini dan kirim di kolom komentar!
메타데이터
- post_id
- 36d51ce0ca3b
- slug
- ikuti-formula-storytelling-ini-untuk-bikin-konten-yang-ngena-di-audiens-36d51ce0ca3b
- url
- https://medium.com/@digilock.idn/ikuti-formula-storytelling-ini-untuk-bikin-konten-yang-ngena-di-audiens-36d51ce0ca3b
- canonical_url
- https://medium.com/@digilock.idn/ikuti-formula-storytelling-ini-untuk-bikin-konten-yang-ngena-di-audiens-36d51ce0ca3b
- author_url
- https://medium.com/@digilock.idn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-21 19:25:17