Menilik Sisi ‘Wong Kalahan’
Latar cerita fiksi ilmiah tidak selalu dapat diketahui, tetapi salah satu petunjuk yang bisa digunakan pembaca dalam menentukan kapan latar…
Menilik Sisi ‘Wong Kalahan’
Latar cerita fiksi ilmiah tidak selalu dapat diketahui, tetapi salah satu petunjuk yang bisa digunakan pembaca dalam menentukan kapan latar waktu cerita digelar adalah dengan melihat ‘latar bintang’. Ada petunjuk arah yang diibaratkan seperti ‘bintang’ yang hilang, dimana hal itu menandakan bahwa cerita tersebut mengambil latar waktu di masa depan — jauh ketika peradaban sudah berganti, tetapi manusia? manusia akan selalu ada dan tetap ada..
Seorang pengarang pernah berargumen bahwa hanya ketika cerita pendek diadaptasi dan tokoh-tokoh yang sebelumnya figuran diberikan nama dan napas dalam film, barulah ceritanya menguat dan memiliki empati. Keberadaan peran figuran yang semacam itu tidak jauh berbeda dari second opinion dokter yang bisa menyelamatkan pasien dari penyakit sempit pikir yang kronis dimana ada cara-cara lain untuk dapat sembuh selain dari obat, bisa juga melalui terapi atau operasi.
Aku mengira hal yang sulit dari menjadi pemeran figuran selain kehilangan kesempatan untuk menjadi pemegang kendali utama adalah melihat bagaimana dunia di sekitar terus melaju memaksaku turut serta, sedangkan aku sendiri ingin diam.
Namun, betapa kelirunya aku ketika menyadari, bahwa diam bukanlah sejati yang aku inginkan. Seolah ada huruf yang telah tanggal dari alfabet, menjadikan beberapa kalimat tidak mungkin dieja dengan cara yang sama. Masalahnya aku bukanlah siapa-siapa tanpa kalimat itu. Tanpa alamat untuk pergi, semuanya berhenti padaku. Mungkin itu yang paling menyedihkan dari semua ini:
Bahwa semuanya berhenti padaku.
Mungkin yang aku takutkan bukanlah semuanya berhenti padaku, tapi yang aku takutkan adalah aku yang menjadi penyebab semuanya berhenti.
Andai saja semuanya tetap berjalan seperti sediakala. Seperti biasanya. Rutinitas tetap aktif. Aktivitas tetap rutin. Tapi dunia kan tidak berjalan sesuai jentik’an cincin Thanos…
Ketika aku mencoba menggeser sudut pandang keluar dari yang area sebagian menuju area secara keseluruhan, aku menyadari bahwa dengan ada atau tanpa adanya aku, hidup akan terus berjalan.
Dunia ini bukannya tidak mungkin jika hanya simulasi belaka. Tipuan tidak hanya dalam makna spiritual-rohaniah, tetapi sejatinya memang rekaan seperti hologram canggih film The Matrix.
Seperti menonton film, sepanjang hidup aku melakukan suspense of disbelief, karena memang tidak ada yang bisa aku percayai selain bahwa Tuhan yang telah menggulirkan domino pertamanya, sedangkan sisanya adalah mesin rube goldberg yang bergerak sendiri secara deterministik.
Pada akhirnya, di malam ketika mata terjaga dan pikiran melayang jauh menjelajah langit-langit kamar, aku hanya akan berbaring menghela napas menyadari bahwa hanyalah hidup ini hidup yang kupunya.
Mudah-mudahan kelak, kita semua akan mengerti bahwa usaha untuk ‘menghidupkan hidup’ bukan hanya dari ingatan orang-orang yang saat ini bertahan di hidup kita saja, tetapi juga dari kenangan mereka-mereka yang telah pergi.
Lompatan ini seolah hadir untuk memanusiakan yang liyan dan mereka yang masih bertahan di hidupmu (seluruh nama, ejaan yang kau ingat ketika ingin berkeluh kesah meski kehadiran mereka tak selalu tampak berada di jangkauan matamu) ada di kehidupan kita untuk punya dampak yang berarti.
Aku harap, peranku yang selalu menjadi pelengkap ini cukup sebagai berkahku: untuk berada di sini, di antara kawan, kolega dan siapa saja yang layak kusebut kantong kangguru, tempat terhangat yang bisa kudiami dengan nyaman untuk menyandarkan segala kerapuhan.
Dari dulu, epik-epik juga ditulis seputar hal-hal yang sama, antara cinta atau benci. Sekarang pun masih sama. Dan bisa jadi itu memang peran manusia-manusia, untuk hidup semata-mata agar alam semesta ini punya mata dalam menyaksikan betapa penuh mukjizatnya, orang-orang yang pernah saling mengasihi, berkonflik, berdamai dan kembali bersatu lagi.
Dibilang menulis untuk kekal pun, kurasa mereka yang berkata seperti itu tidak benar-benar punya hasrat untuk hidup selamanya. Kita juga sepakat bahwa tulisan punya masa kedaluwarsanya meskipun Pak Pram sendiri bersabda: Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Begitu juga dengan tulisan ini. Betapa kata-kataku ini jubir yang buruk untuk menggambarkan apa yang telah terjadi. Cukup memalukan bahwa apa-apa yang terbersit di pikiranku bisa merangkum semuanya dalam sebuah cerita yang meninggalkan hikmah.
Namun, aku pun tidak tahu lagi, kapan kalimat-kalimat ini harus pergi keluar dariku, meski hanya untuk layu sebelum terkembang. Mungkin waktu akan memberikan penghiburan, tapi lantas siapakah yang berkhianat terhadap kebenaran, aku atau waktu?
Sedangkan besok, mau tak mau hari esok akan datang lagi. Aku akan terlahir kembali lagi di esok pagi, esok pagi dan esok paginya lagi — meski aku tidak memintanya.
Ada hal-hal yang memang terasa hidup justru ketika dipaksa mati. Ingatan dan inersia memastikan bahwa hidup adalah barang ulet yang keras kepala, sesuatu yang memaksakan diri untuk tetap berdiri hingga akhirnya lumpuh tidak bisa berdiri lagi.
Dipikir-pikir, apalah isinya hidup jika bukan kehidupan. Sebesar apapun, rasanya aku ingin lari saja darinya. Aku akan selalu fana ketika hidup semakin berhasrat ingin kekal. Dan mungkin itu yang terbaik: setidaknya atas hal-hal kecil aku hanya perlu meminta maaf,
sedangkan untuk sisanya yang banyak itu,
aku percaya semua akan dipenuhi satu per satu,
waktu demi waktu.
Terima kasih sudah membaca tulisanku yang ngalor ngidul, ngidul ke ngalor ini. Peluk kasih untuk kalian yang berkenan membaca, selalu.
Malang, 24 November 2025.
Tabik
메타데이터
- post_id
- 36e2fa49023d
- slug
- menilik-sisi-wong-kalahan-36e2fa49023d
- url
- https://medium.com/@putri41/menilik-sisi-wong-kalahan-36e2fa49023d
- canonical_url
- https://medium.com/@putri41/menilik-sisi-wong-kalahan-36e2fa49023d
- author_url
- https://medium.com/@putri41
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-17 08:20:12