Labbaik yaa dib, Ternyata Kamu sama Arafat sama aja. aaaaa~
Adib K. Musthafa, seorang yang saya kenal dikarenakan ketemu dan membaca novel yang sama. yang mengenalkan siapa? yaa tidak lain dan tidak…
Labbaik yaa dib, Ternyata kamu sama Arafat sama saja ‘aaaaa’

Gemini saja ikut yapping, Ya Rabb.
Adib K. Musthafa, seorang yang saya kenal dikarenakan ketemu dan membaca novel yang sama. yang mengenalkan siapa? yaa tidak lain dan tidak bukan adalah teman sejawatnya. yapss! betul justohuman. sejujurnya, tak perlu untuk mempertanyakan saya dan Hari apakah orang Gorontalo atau tidak, hanya karena ketidaktepatan waktu. coba kita sama-sama me-refresh tulisan bang Arief Abbas tentang Mengapa Orang Gorontalo sering Terlambat?
Klaim adib “Hari dan Mukhlis itu tak layak disebut orang Gorontalo” dengan alasan yang tidak masuk akal. juga, dia menambahkan klaim yang disadur dari tulisan bang Arif, bahwa “Orang asli Gorontalo pada dasarnya tidak pernah dan tidak terbiasa terlambat. Rakyat Gorontalo tradisional sangat menghargai waktu.” ‘aaaaaa~’
dari klaim di atas, tidak datang tepat waktu, tidak serta merta, bukan orang Gorontalo. Sebab justru di Gorontalo, waktu itu ditentukan berdasarkan kepentingan. nah, yang menjadi pertanyaan adalah apakah pertemuan ngopi itu sepenting itu? atau hanya sebagai bentuk refresh otak kalian yang lagi mumet-mumetnya ngerjain tugas akhir, yang pada akhirnya generasi selanjutnya akan dijadikan sebuah buku babon.
Sekali lagi, yang menjadi titik kepentingan adalah mempertanyakan kembali bahwa di sisimu jam 9 pagi itu adalah sore. what the hell menn dib.
di sisi lain, engkau mengatakan bahwa Saya dan Hari adalah orang-orang yang ‘murtad’ dari Gorontalo-Nya. eitsss, entah apa yang merasukimu sampai-sampai menyebabkan fallacy yang beruntun. cukup katjaww juga kaw adib.
kayaknya engkau belum membaca sampai selesai tulisannya bang arip. sebaliknya, yang seharusnya kamu katakan adalah “Saya dan Hari adalah orang Gorontalo tulen”. karena mereka (orang Gorontao) tidak mengenal konsep terlambat. tak sampai di situ, kamu melewati perkacapan marsaoleh dan kontrolir belanda yang mengatakan; “yang tidak wajib adalah datang tepat waktu”.
Perlu kamu ketahui bahwa marsaoleh pernah meyinggung soal mobilohe, yang secara bahasa sederhana “asalkan mereka menunjukkan muka karena berhalangan datang pada hari sebelumnya”. Berarti, Saya tidak menjadi masalah. karena waktu tunggumu yang kurang lama saja, sampai shubuh? saya manusia normal, cepat tidur malam agar supaya bagun pagi. dan saya ke basa-basi pada hari itu jam 9 pagi. masukin ini ke dalam ulu hatimu ya dib.
dan untuk kawan saya,. Hari, bilang “otw mas” itu dari jam 4 sore dan batang hidungnya muncul pukul 2 malam.
Sebenarnya gajadi probem. isn’t it?
Justru, yang menjadi problem itu kalian berdua, Adib dan Arafat.
Sebelum menjelaskan mereka berdua, mari kita buka sama-sama dengan Kalam ‘Ulama.
Adapun kebalikan sifat jujur yaitu sifat bohong. Pembohong, kata Syekh Abdul Qadir Jilani, berada pada satu tingkat setelah setan. “Sifat bohong mewarisi sifat setan, karena dalil: pertama, alaa la’natullaahi alas syayathin (Ingatlah! laknat Allah swt itu berlaku bagi setan). Kedua, alaa la’natullaahi ‘alal kaadzibiin (Ketahuilah, laknat Allah swt itu berlaku bagi para pembohong),” kata Syekh Fadhil, menjelaskan isi kitab kakeknya.
Di sini saya tidak akan menjabarkan dosa-dosa yang diselubungi dengan rapi sebagai bentuk pembelaan oleh kakak-kakak duktur. eitsss, tapi tidak semudah itu sodara.
Sudah terlalu banyak catatan hitam yang ada dalam kolom chat Whatsapp, baik Adib K. Musthafa maupun justohuman , mari kita ulik bersama sama.
Garis besarnya, mereka berdua saya gambarkan sebagai “Pendusta ulung”. Sekali lagi, Pendusta Ulung Titik.
Mari kita mulai;
Pada bulan sembilan, terdapat pamflet Mitsuo Nakamura terpampang jelas di feed instagram @pascauinsuka. Sehari sebelum Nakamura mengunjungi Smartroom gedung pasca, mereka berdua (adib dan arafat) sempat ngrasani tokoh asal negeri seribu kuil tersebut.
Arafat memulai percakapan dengan nada yang rendah dan penuh wibawa nyeletuk “bulan sabit terbit di basa basi” dengan histori yang cukup panjang serta beberapa tetekbengek-Nya dijelaskan dengan penuh khidmat (makanya jangan salah jika lawan bicaranya langsung percaya dengan apa yang dikatakan).
Adib tak mau kalah “pada zaman dulu… di basa-basi ini ada pohon beringin yang raksasa, nah dari situlah bulan sabit terbit”. saya “mbatin, iki zaman dulu kapan cok?” soalnya saya sudah lumayan lama di Jogja.
Saya dan Hari sebagai orang baru menempati basabasi hanya ngangguk-ngangguk doank.
Lima menit selepas obrolan berakhir, saya langsung searching google terkait bulan sabit terbit di basabasi. Ternyata ohh ternyata, yang dimaksud dengan pohon beringin itu melambangkan suku Jawa, dan bulan sabit melambangkan Islam (Muhammadiyyah) yang diambil dari magnum opus sang antropolog Jepang itu. juga judul yang sebenarnya: Bulan Sabit Terbit di Atas Pohon Beringin: Studi tentang Pergerakan Muhammadiyah di Kotagede.
Sedari awal, kesan yang diberikan adib dan arafat memang badjingan, bukan agak-agak yaa. Sangad Badjingaaan.
ngomongin soal waktu, kiranya Adib dan Arafat mengidap penyakit yang sama: Sama-sama ngaret-Nya. waka-waka e’e
Selaras dengan fenomena ini, saya menganalogikan mereka berdua hampir mirip kayak upin & ipin. dan opetnya adalah Zak,.
Sebagai penutup, sekaligus mauizdah hasanah kepada kaka Catur (calon duktur). “Tak perlu engkau dan Arafat masuk dalam jebakan BATMAN. saya dan hari sebenarnya meneng-menengan dan ngguyu dalam hati kecil. ketika anda mengatakan ‘Hari dan Mukhlis itu tak layak disebut orang Gorontalo’.”
lapan kata lucu: Hari dan Mukhlis itu tak layak disebut orang Gorontalo.
Ketimbang menyalahkan Saya dan Hari, kenapa tidak kalian berdua saja yang saling menyalahkan satu sama lain? kan sama-sama pembohong.
Salam Cinta untuk Kaka Catur. Skak-Ster, priiiiiit.
메타데이터
- post_id
- 36e4c5646efc
- slug
- labbaik-yaa-dib-ternyata-kamu-sama-arafat-sama-aja-aaaaa-36e4c5646efc
- url
- https://medium.com/@sore/labbaik-yaa-dib-ternyata-kamu-sama-arafat-sama-aja-aaaaa-36e4c5646efc
- canonical_url
- https://medium.com/@sore/labbaik-yaa-dib-ternyata-kamu-sama-arafat-sama-aja-aaaaa-36e4c5646efc
- author_url
- https://medium.com/@sore
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13