Minat baca masyarakat Dabo Singkep
Sabtu 25 Juli 2026, komunitas Teman Literasi dan Kata Halaman membuka lapak buku di taman kota Dabo Singkep dengan kegiatan membaca dan…
Minat baca masyarakat Dabo Singkep

Bahan bacaan yang disediakan oleh Teman Literasi dan Kata Halaman
Sabtu 25 Juli 2026, komunitas Teman Literasi dan Kata Halaman membuka lapak buku di taman kota Dabo Singkep dengan kegiatan membaca dan mewarnai. Kegiatan ini sudah berlangsung selama 2 minggu, namun sebelumnya saya sendiri sudah pernah membuka lapak buku ini sekitar bulan Agustus 2025 akan tetapi peminatnya masih sedikit sekali sehingga menimbulkan perasaan skeptis pada diri sendiri. Akan tetapi di bulan Juli 2026 sinergi dan semangat itu muncul kembali sehingga dilaksanakan kembali kegiatan ini berkolaborasi dengan komunitas Kata Halaman dari mahasiswa Dabo Singkep yang berkuliah di Tanjung Pinang. Mengisi waktu libur kuliah, mereka pulang ke kampung halaman dengan membawa warna baru dan menyebarkan energi positif.
Saya sendiri pun belum pernah melihat dan ikut kegiatan seperti ini di Dabo Singkep, akan tetapi di kota-kota besar kegiatan ini sudah sangat lama dilakukan dan memiliki peminat yang sangat antusias. Hal tersebut menjadi pemantik, kenapa di Dabo Singkep tidak bisa? Belum dicoba belum tau hasilnya. Apalagi perpustakaan umum di Dabo Singkep sepertinya sudah tidak aktif lagi, anak-anak hanya mengandalkan perpustakaan sekolah yang dimana di sekolah pun mereka sudah sibuk dengan kegiatan belajar dan ekstrakulikuler. Maka dari itu gerakan ini menjadi titik awal penemuan dan penentu minat baca masyarakat Dabo Singkep. Buku yang disediakan mulai dari buku anak-anak, novel fiksi, non fiksi, sejarah, agama maupun politik. Buku tersebut sebagian besar buku pribadi, titipan dari teman, dan sumbangan dari rekan-rekan.
Kenapa sih membaca menjadi penting? Dengan membaca menjadi kunci utama untuk melatih perkembangan manusia secara keseluruhan -(Maria Montessori)-
Setelah dua minggu berjalan, yang saya amati antusias masyarakat Dabo Singkep cukup baik. Beberapa remaja, anak-anak, ibu-ibu, dan bahkan bapak-bapak yang berdatangan baik itu datang sendiri ataupun bersama keluarga mereka. Yang menjadi bintang utama dalam kegiatan ini ternyata adalah anak-anak, mereka antusias untuk melakukan kegiatan mewarnai bersama ibunya maupun bersama keluarga. Di saat anak-anak mewarnai para orang tua menemani sembari membaca buku, ada juga orangtua yang menceritakan buku kepada anaknya. Satu hari sekitar 20–30 kertas mewarnai habis diwarnai oleh anak-anak, hal ini menjadi bukti antusias anak-anak pada kegiatan lapak tersebut. Tentu ini menjadi kebahagiaan juga bagi kami, ternyata anak-anak di zaman sekarang masih memiliki antusias kegiatan bersosialisasi di luar tidak hanya bermain gadget di rumah.

Kegiatan mewarnai anak-anak, dok.Teman Literasi
Akan tetapi ada hal yang masih belum terlihat, yang menjadi target utama dalam kegiatan lapak buku ini yaitu para remaja dan dewasa baik dari SMP, SMA ataupun umum. Buku-buku novel fiksi ataupun sejarah, politik masih sedikit yang tersentuh. Ada beberapa remaja yang berdatangan melihat-lihat buku namun tidak duduk lama untuk membaca buku. Beberapa spekulasi yang saya fikirkan adalah, anak-anak remaja sekarang apalagi SMA sudah terlalu banyak kegiatan di sekolah sehingga sulit untuk meluangkan waktunya ke lapak baca ini. Alasan lainnya mungkin beberapa anak remaja sekarang malu untuk bersosialisasi di tempat umum dikarenakan kebiasaannya yang menyendiri atau berteman hanya melalui sosial media. Mungkin ada beberapa anak yang ingin bergabung membaca namun tidak memiliki keberanian atau malu untuk bergabung bersama teman-teman yang lain. Solusi yang sedang difikirkan adalah membuat klub baca sebagai ruang sosial dan ruang aman bagi mereka anak-anak remaja dan dewasa untuk membaca buku, sharing dan diskusi buku yang mereka baca. Saya sendiri pun mengalami perasaan dimana setelah membaca buku tidak mempunyai teman untuk sharing bacaan tersebut, hal-hal yang absurd dan menjadi pertanyaan atas bacaan tersebut hanya tersimpan di dalam fikiran sendiri. Klub baca ini akan langsung menyasar kepada anak-anak yang datang ke lapak ataupun teman-teman yang aktif di media sosial, jadi anak-anak tersebut langsung di undang secara pribadi untuk mengikuti klub baca ini. Semoga solusi ini cukup bisa memberikan ruang untuk mereka bisa berfikir kritis atas apa yang mereka baca.
Kesimpulan dari tulisan ini adalah saya belum bisa menentukan dan melihat seberapa besar minat masyarakat Dabo Singkep dalam membaca, dikarenakan kegiatan ini masih didominasi oleh anak-anak yang ingin menggambar dan mewarnai. Namun antusias anak-anak tersebut memberi pelajaran bahhwa tingkat bersosialisasi anak-anak di zaman sekarang masih tinggi dan memiliki harapan yang baik untuk proses belajar mereka.
메타데이터
- post_id
- 37e863d065bc
- slug
- minat-baca-masyarakat-dabo-singkep-37e863d065bc
- url
- https://medium.com/@ashatsa29/minat-baca-masyarakat-dabo-singkep-37e863d065bc
- canonical_url
- https://medium.com/@ashatsa29/minat-baca-masyarakat-dabo-singkep-37e863d065bc
- author_url
- https://medium.com/@ashatsa29
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-09-05 05:51:20