← Back to list

Midnight Snack

Waktu sudah menunjukan pukul 11.30 malam, tapi Kate masih sibuk di meja belajarnya. Ia tengah mengerjakan tugas matematika yang harus…

Ale · 2022-07-28 13:49 · 0 claps · 1.8 min read
#kate-bishop #marvel #horror #midnight-snack
Open on Medium ↗

Midnight Snack

Waktu sudah menunjukan pukul 11.30 malam, tapi Kate masih sibuk di meja belajarnya. Ia tengah mengerjakan tugas matematika yang harus dikumpulkan besok pagi.

Karena ia merasa kesepian, akhirnya ia membuka laptop miliknya, berniat menyalakan lagu dari playlist andalan miliknya. Setelah salah satu lagu tersebut berputar, ia mulai ikutan bernyanyi sambil menggerakan badannya, mengikuti irama lagu tersebut.

Saat sedang asyik mendengakan lagu, ia mendengar suara ketukan pelan dari arah luar. Akhirnya ia mengecilkan volume suara laptopnya agar fokus mendengarkan ketukan pintu di depan.

Pintunya saat ini dikunci, jadi kalau ada yang ingin masuk tentu harus mengetuk dulu agar dibukakan. Dan benar saja, ternyata memang ada yang mengetuk di depan karena suaranya makin terdengar jelas.

“Sayang, Mom bawain makanan, tolong bukakan pintunya,” ujar suara yang terdengar seperti suara Mommy.

Kate terdiam sejenak kemudian membalasnya, “bisakah kau tinggalkan saja di depan? aku sedang sibuk sekarang.”

Mommy-nya tidak menjawab, tapi Kate dapat mendengar suara langkah kaki yang saat ini sedang menuruni anak tangga.

Setelah dipastikan pergi, akhirnya Kate kembali menyalakan volume lagu sedikit lebih kencang dari tadi. Sebentar lagi tugasnya selesai, jadi ia bisa segera tidur.

1 jam kemudian, saat Kate sudah berada di tempat tidur miliknya setelah menyelesaikan tugas-nya sekitar 10 menit yang lalu, ia kembali mendengar suara ketukan.

“Sayang, tolonglah bukakan pintu. Mom bawain makanan buat kamu,” ujar suara itu lagi.

“Aku tidak lapar,” ujar Kate dengan singkat. Dirinya sibuk main hp saat ini, ada game yang harus ia selesaikan.

Tetapi bukannya suara hening seperti tadi, kali ini Kate malah mendengar suara geraman yang terdengar menakutkan.

Suara geraman tersebut berubah menjadi suara makian, ditambah dengan pintu kamarnya yang di gedor dengan sangat kencang.

“Brengsek! Dasar sialan. CEPAT BUKAKAN PINTUNYA SEKARANG JUGA,” ujar suara tersebut dengan sangat lantang.

Suara gedoran pintu juga terdengar sangat keras, memaksa untuk masuk ke dalam kamar miliknya.

Kate gemetaran diatas kasur, memegang selimut yang menutup tubuhnya dengan amat kencang. Dirinya tidak ada niatan untuk membukakan pintu untuk siapapun yang ada di depan sana.

Sekitar 1 menit penuh berteriak dengan segala kata makian, akhirnya teriakan tersebut berhenti dan digantikan dengan suara tangisan. Awalnya pelan, tapi lama-lama suara tangisan tersebut terdengar semakin kencang.

“Ku mohon sayang, ku mohon… tolong lah buka pintu ini, ku mohon,” ujar suara tersebut masih menangis.

Tapi Kate diam saja, tidak mempedulikannya sama sekali. Ia membiarkan suara wanita tersebut menangis dan meraung di depan sana.

Wanita tersebut berhenti menangis dan suasana kembali menjadi hening. Setelah beberapa saat terasa sangat sunyi, Kate mulai mendengar suara jilatan bibir dan langkah kaki yang menuruni tangga.

Kate menghela nafas yang beberapa detik lalu ia tahan. “Akhirnya,” pikirnya dalam hati. Ia sangat berharap kalau kejadian barusan menjadi kali terakhirnya suara tersebut menggangu malamnya.

Satu-satunya alasan ia tidak membukakan pintu kamarnya karena ia tahu suara itu bukan suara milik Mommy-nya.

Mommy saat itu tengah pergi keluar kota untuk keperluan bisnis, dan baru akan pulang 2 hari lagi.

Dirinya sendirian pada malam itu.


메타데이터
post_id
39a14b4b2d8a
slug
midnight-snack-39a14b4b2d8a
url
https://medium.com/@wandnatz/midnight-snack-39a14b4b2d8a
canonical_url
https://medium.com/@wandnatz/midnight-snack-39a14b4b2d8a
author_url
https://medium.com/@wandnatz
status
ok
fetched_at
2026-09-08 12:24:03