← Back to list

Menuju Indonesia (C)emas ?

Tepat hari ini, negara tercinta kita Indonesia telah genap berumur 80 tahun. Saya pribadi mengucapkan Dirgahayu Indonesia-ku yang ke 80…

Efraim Raharangga · 2025-08-17 03:21 · 3 claps · 3.8 min read
#indonesia #prabowo-subianto #merdeka #indonesia-emas
Open on Medium ↗
Wiki topics: 📊 · Economic Policy

Menuju Indonesia (C)emas ?

Photo by Mufid Majnun on Unsplash

Photo by Mufid Majnun on Unsplash

Tepat hari ini, negara tercinta kita Indonesia telah genap berumur 80 tahun. Saya pribadi mengucapkan Dirgahayu Indonesia-ku yang ke 80. Ini jadi hari yang spesial karena hari ini untuk pertama kali perayaan kemerdekaan Indonesia dengan presiden yang baru yaitu Bapak Prabowo.

Sebelum lanjut lebih jauh, saya perlu memberikan disclaimer bahwa ini merupakan opini saya pribadi tanpa bayaran dari pihak manapun. Jika pembaca masih menganggap saya buzzer yaa silahkan saja, itu hak anda.

Saya pribadi, cukup antusias menyaksikan masa kepemimpinan Pak Prabowo. Karena sejujurnya saya kagum dengan karakter beliau sebagai pejabat dan pemimpin. Tapi pada artikel ini tidak akan membahas lebih jauh tentang mengapa saya kagum dengan Beliau namun kita akan fokus dengan satu perkataan yang selalu beliau gaungkan ketika dulu kampanye pilpres 2024 yaitu; “Indonesia Emas”.

Hari hari ini perkataan tersebut menjadi paronomasia atau plesetan yang digunakan untuk mengkritik kepemimpinan beliau, diplesetkan menjadi; “Indonesia (C)emas”. Ini adalah sebuah kritikan dari masyarakat yang skeptis, jengkel, dan marah dengan beberapa kebijakan yang beliau terapkan yang menurut mereka malah membawa Indonesia ke arah yang mencemaskan. Dan istilah ini cukup populer di beberapa media sosial yang saya miliki seperti X, Instagram dan Whatsapp.

Sejujurnya bukan sebuah masalah buat saya ketika menemui plesetan tersebut. Karena selain menyampaikan kritik, plesetan tersebut juga cukup kreatif. Yang jadi masalah adalah terdapat satu teman saya yang cukup aktif menyampaikan kritiknya, saking aktifnya, kritik yang disampaikan tidak lagi asik bahkan jatuhanya seperti kebencian. Dari story yang dibuat oleh teman saya, terasa seperti hampir setiap kejadian buruk yang ada di Indonesia merupakan salah pemerintah.

Dari hal tersebut membuat saya berpikir, Apakah pemerintah saat ini sedang pada fase yang benar benar memprihatinkan?. Apakah pemerintah saat ini sedang membawa indonesia pada masa kecemasan ? dan Apa yang seharusnya kita lakukan ?

Indonesia (C)emas ?

Jadi, apakah benar sekarang kita benar benar pada masa yang memprihatinkan dan mencemaskan ?.

Disclaimer sekali lagi, saya hanyalah mahasiswa biasa yang beropini, jadi jika dinilai tentang kapasitasnya, tentu saja masih banyak yang lebih baik. Jadi saya berharap apa yang saya sampaikan jangan dimakan mentah mentah, cukup jadikan sudut pandang tambahan.

Jawaban singkatnya, tidak juga. Menurut saya, pemerintah pusat yang sekarang sudah bekerja semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan kampanye-Nya. Tapi kenapa ada beberapa kebijakan yang kontroversional? yang membuat slogan “Indonesia emas” dipertanyakan, salah satunya dengan gemuknya kabinet pemerintah sekarang. Banyak yang mengatakan bahwa kabinet yang gemuk hanya akan menghabiskan anggaran dan memperlambat pengambilan keputusan. Sehingga banyak yang membandingkannya dengan berbagai kabinet negara negara maju yang lebih ramping seperti Singapura dan China.

Oke, mari kita jawab permasalahan ini terlebih dahulu. Kita perlu sadari bahwa sistem pemerintahan kita adalah demokrasi, yang mana artinya kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, siapapun bisa memimpin selama dipilih oleh rakyat. Dengan konsep ini, maka muncul lah satu pilar yang menjebatani antara rakyat dengan pemerintah ialah Partai Politik. Idealnya, dengan sistem ini seluruh keinginan rakyat dapat diaspirasikan dan dilaksanakan oleh pemerintah. Tapi kenyataannya tidak seideal itu, yang terjadi dilapangan adalah timbulnya banyak partai politik untuk mewakili berbagai kepentingannya masing - masing. Perbedaan kepentingan inilah yang membuat seorang calon presiden harus melakukan lobby terhadap partai politik lainnya. Jika hal ini tidak dilakukan, maka setiap kebijakan yang diambil pemerintah akan dipersulit oleh partai politik bersangkutan.

Yang terjadi pada pilpres 2024 kemarin adalah keinginan pak Prabowo dalam menyatukan banyak partai politik, hal inilah yang membuat pemerintah harus “memberi jatah” pada setiap partai politik yang sudah membantu. Inilah yang menurut saya menyebabkan pemerintah harus “menggemukkan” kabinetnya.

Jadi, jika dibilang dengan “gemuknya” kabinet membut anggaran bertambah tentu saya setuju dan menurut saya, itulah yang terbaik yang bisa dilakukan dengan sistem demokrasi di negara ini. Tapi kalau dibilang dengan “gemuknya” kabinet akan memperlambat pengambilan kebijakan, mnurut saya tidak juga, pemerintah sudah membuktikan dengan berbagai kebijakan yang diambil begitu cepat dan terbukti cukup berjalan, seperti program Makan Siang Gratis (walau bertahap), pengesahan Sekolah Rakyat dan Danantara, hingga pemberantasan mafia di berbagai bidang. Walaupun harus kita akui, terdapat beberapa kebijakan pemerintah yang juga diambil terburu buru dan kurang baik, salah satunya seperti pemblokiran rekening dormant dan adanya tambang di Raja Ampat yang menimbulkan banyak protes. Tapi harus diakui, dengan keadaan kabinet yang ada saat ini, kesigapan pemerintah dalam mengambil kebijakan sudah cukup baik.

Selain itu, ada beberapa pencapaian yang menurut saya cukup mangagumkan yang dicapai pemerintahan pak Prabowo, antara lain; Keberanian pemerintah dalam memberantas korupsi yang terbukti dengan banyaknya pengungkapan tindak korupsi dan Cadangan beras Indonesia yang surplus (sejalan dengan janji kampanya swadaya pangan).

Oke sekarang kembali ke permasalahan awal, apakah pemerintah sekarang membawa indonesia menuju kecemasan ?. Menurut saya, dengan kesigapan pemerintah dalam mengambil kebijakan dan dibuktikan dengan pencapaian yang sebelumya sudah saya jelaskan, bisa dibilang bahwa pemerintah pak Prabowo sudah berjalan ke arah yang benar, walaupun tidak sempurna. Sehingga terlalu berlebihan jika kita menganggap pemerintah sedang membawa Indonesia menuju kehancuran. Walaupun begitu, pemerintah tetap harus dipantau dan dikritik untuk menjaga agar pemerintah tetap berjalan ke arah yang benar.

Bagian Kita

Sekarang saya ingin membahas kembali tentang teman yang saya ceritakan di awal. Saya menyayangkan setiap kritik yang disampaikan sudah mengarah kepada kebencian. Padahal akan lebih baik dan asik jika kritik tersebut tepat sasaran. Tapi kembali lagi saya tidak bisa memaksa dan itu kebebasan-nya dalam berpendapat.

Yang terakhir, saya berharap untuk seluruh teman teman yang membaca, semoga kita tetap menggunakan rasionalitas dalam menilai kebijakan yang pemerintah ambil, jika itu kebijakan yang buruk mari kita kritik bersama supaya pemerintah mengevaluasi kebijakannya namun jika itu kebijakan yang bagus mari kita apresiasi dan kita dukung sepenuhnya.

Sekian, terima kasih…


메타데이터
post_id
3a39fef72cda
slug
menuju-indonesia-c-emas-3a39fef72cda
url
https://medium.com/@efraimraharangga21/menuju-indonesia-c-emas-3a39fef72cda
canonical_url
https://medium.com/@efraimraharangga21/menuju-indonesia-c-emas-3a39fef72cda
author_url
https://medium.com/@efraimraharangga21
status
ok
fetched_at
2026-07-07 01:49:13