← Back to list

Yang Kusuka Bukan Martabak Keju.

SEBENARNYA sudah berulang kali lelaki itu mengeluh, berulang kali berucap bahwa ia kelaparan—dan apapun yang gadis itu lakukan, sangatlah…

Sunny Tiger · 2023-05-12 13:12 · 0 claps · 1.4 min read
#kaiser-michael #fanfiction #blue-lock #halu #indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✍️ · Writing & Creative

Yang Kusuka Bukan Martabak Keju.

SEBENARNYA sudah berulang kali lelaki itu mengeluh, berulang kali berucap bahwa ia kelaparan—dan apapun yang gadis itu lakukan, sangatlah lama baginya. Ia sudah kesal karena semenjak pagi menyingsing pun, gadis itu tampak sangat sibuk. Tidak ada afeksi yang biasanya gadis itu beri padanya, padahal walaupun ia sibuk, ia pasti menyempatkan dirinya.

“Udah dulu deh! Ini kan udah mau jam 5.”

“Acel... Aku belom beres—dikit lagi aja ya?”

Apalagi bulan ini. Bulan penuh keberkahan bagi beberapa orang dan sudah jelas tempat makan manapun akan dipenuhi banyak orang. Ah, benar-benar kali ini dia ingin mengutuk orang yang membuat gadisnya sibuk itu.

“Yaudah, yuk? Aku akhirnya udah beres. Acel mau apa?”

“Yang puasa mau apa?”

Gadis itu terdiam sembari membereskan peralatan gambarnya. Berguman sendiri karena sibuk menghitung jumlah alat-alat gambarnya.

“Aku apa aja oke, tapi karena sebentar lagi buka puasa pasti penuh.”

“Makanya.”

“Yaudah deh, beli martabak?”

“Nanti makannya dirumah kamu ya? Acel anter.” Gadis itu mencubit lengan lelakinya dengan gemas.

“Iya, pasti mau ngelobby mamah lagi ya?”

“Ketauan banget ya?”

“Kamu kan tahu, cel.”

Ada jeda panjang yang mengisi kesedihan yang selama ini bertengger di hati masing-masing. Memang bukan takdirnya, tapi masih ingin bersama. Tidak pernah ingin melepas, namun takdir tidak pernah merestui.

“Kamu sukanya keju kan?”

“Bukan, aku bukan suka martabak keju.”

“Terus apa dong? Cokelat?”

“Aku sukanya Acel.”

Padahal senyumnya terasa hampa, gadis itu pun terasa hampa. Mana bisa begitu, kan?

“Kenapa susah banget ya? Persoalan mau martabak keju atau cokelat pun nggak pernah serumit itu.”

“Iya—”

“Padahal, Acel kan bisa pergi? Kenapa nunggu?”

Iya, untuk apa dia berdiam sendiri, padahal tahu tidak akan pernah bisa bersatu?

“Mau makan bareng soalnya.” Dia paham betul, gadis itu menginginkan jawaban. Namun apa daya,

Dia sendiri pun masih tidak berani.

“Cel, kadang kita harus milih.”

“Iya.”

“Karena persoalan kita jauh lebih besar dari sekedar martabak cokelat atau keju.”


메타데이터
post_id
3a84d2b80fd3
slug
yang-kusuka-bukan-martabak-keju-3a84d2b80fd3
url
https://medium.com/@sunnybrightertiger/yang-kusuka-bukan-martabak-keju-3a84d2b80fd3
canonical_url
https://medium.com/@sunnybrightertiger/yang-kusuka-bukan-martabak-keju-3a84d2b80fd3
author_url
https://medium.com/@sunnybrightertiger
status
ok
fetched_at
2026-07-25 19:03:14