Semesta yang Salah Membaca Arah
Sejak dua garis yang pernah berjalan berdampingan itu memilih arah yang berbeda, aku kerap singgah ke taman-taman khayal yang dibangun oleh…
Semesta yang Salah Membaca Arah

Sejak dua garis yang pernah berjalan berdampingan itu memilih arah yang berbeda, aku kerap singgah ke taman-taman khayal yang dibangun oleh rindu. Di sana, aku membayangkan sebuah langit yang lain; langit yang tidak menjatuhkan kita ke cakrawala yang berbeda. Sebuah semesta yang lebih lembut, yang tidak membiarkan dua bintang saling mengenal hanya untuk dipisahkan oleh malam
Aku masih menyimpan kalimat yang pernah kau gantungkan pada langit senjaku: “Aku akan mencarimu jika kehidupan selanjutnya memang benar adanya.” Kalimat itu dahulu menjelma marcusuar, menerangi lautan harap yang luas dan tak bertepi. Aku menjaganya seperti seseorang menjaga nyala terakhir di tengah badai.
Namun, waktu adalah angin yang gemar mengikis keyakinan. Hari demi hari berlalu, dan janji itu perlahan terdengar seperti gema dari lembah yang semakin jauh. Kadang aku bertanya-tanya, jika kelak waktu melahirkan dunia yang baru dan semesta menata ulang seluruh bintangnya, akankah kau tetap mengenali cahayaku di antara jutaan kerlip yang serupa?
Ataukah aku hanya akan menjadi debu musim yang pernah singgah dalam perjalananmu; dikenang sesaat, lalu diterbangkan angin menuju arah yang tak lagi kau lihat
Meski begitu, sebagian dari diriku masih percaya bahwa di suatu sudut semesta yang belum ditemukan, ada langit yang tidak kehilangan kita. Ada takdir yang tidak salah membaca arah. Dan di sana, mungkin namamu dan namaku tidak lagi menjadi dua sungai yang berpisah muara, melainkan satu arus yang akhirnya menemukan laut yang sama.
Sampai saat itu tiba, aku akan tetap menjadi seseorang yang sesekali menatap langit malam dan bertanya kepada bintang-bintang: benarkah kau akan mencariku, atau hanya aku yang masih tinggal di dalam janji yang pernah kau ucapkan?
메타데이터
- post_id
- 3affe77eec59
- slug
- semesta-yang-salah-membaca-arah-3affe77eec59
- url
- https://medium.com/@nathangzka/semesta-yang-salah-membaca-arah-3affe77eec59
- canonical_url
- https://medium.com/@nathangzka/semesta-yang-salah-membaca-arah-3affe77eec59
- author_url
- https://medium.com/@nathangzka
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01