Kesantuyan atau Kemalasan?
Hai,, selamat berminggu ria. Hari ini pada kemana nih? Ke pantai kah? Ke bioskop kah? ke Kafe kah? Atau malah, jangan-jangan memilih untuk…
Kesantuyan atau Kemalasan?

Hai,, selamat berminggu ria. Hari ini pada kemana nih? Ke pantai kah? Ke bioskop kah? ke Kafe kah? Atau malah, jangan-jangan memilih untuk bermageran ria di kamar bertemankan dengan film-film kesukaan, padahal ada ajakan untuk berpiknik ria. Hehehe, dasar kamu!
Setelah 6 hari penuh bergelut dengan rutinitasnya masing-masing. Setiap orang pasti memiliki caranya sendiri untuk menikmati 1 hari berharga ini. Mungkin aja ada yang milih untuk pergi ke pantai hanya sekadar melihat ombak dan menenangkan hatinya. Atau ada juga yang memilih untuk pergi ke bioskop dengan doinya untuk menonton film yang belum sempat di tonton. Atau juga ada yang milih pergi ke kafe bersama teman-temannya karena selama ini belum menemukan waktu yang tepat. Dan ada orang yang memilih untuk berkelana online di atas ranjang kesayangannya sambil menyeruput kopi kalengan. Hehehe.
Pastinya setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menghabiskan 24 jam di hari ini. Dan aku sangat meng apreciate hal itu. Bagiku, yang salah itu ketika tubuh dan jiwamu butuh jeda tapi kau masih paksa untuk bekerja, dan pada akhirnya satu yang pasti. Sakit. Dan semua rencana harus ditunda lagi.
Seorang teman pernah berkata
Sebenernya kita gak perlu terlalu memaksakan diri dan takut tertinggal tau. Kalau emang capek, ya jeda aja dulu. Piknik dulu mungkin, ya gak perlu muluk-muluklah pikniknya. Mungkin aja hanya sekadar tidur seharian/nonton drama sambil nyemil diatas kasur.
Bener juga kan ya. Aku ngerasa kita seringkali terlalu keras pada diri sendiri. Walaupun sebenernya Ambis itu perlu. Tapi jangan sampai karena terlalu ambis kita sampe jenuh sendiri. Hari minggu yang harusnya dipake untuk mencharger daya kita, masih aja kita renggut untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang belum usai.
Jangan sampai waktu yang kita habiskan untuk diri dan keluarga tercinta jatahnya lebih kecil dibandingkan waktu untuk partner kerja atau pertugasan. Menyisihkan 1 hari setelah 6 hari bekerja keras itu menurutku sebuah keharusan.
“Kita harus tahu kapan waktunya mengambil jeda dari keribetan rutinitas kita. Supaya kita menemukan keseimbangan dan tempo yang tepat untuk melanjutkan hari-hari keribetan itu”
Tapi ingat! Jangan lama-lama ngambil jedanya. Karena kesantuyan dan kemalasan itu benang pemisahnya tipis.
메타데이터
- post_id
- 3b63e5e1383e
- slug
- kesantuyan-atau-kemalasan-3b63e5e1383e
- url
- https://medium.com/@suhubahasa/kesantuyan-atau-kemalasan-3b63e5e1383e
- canonical_url
- https://medium.com/@suhubahasa/kesantuyan-atau-kemalasan-3b63e5e1383e
- author_url
- https://medium.com/@suhubahasa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-28 05:55:51