← Back to list

Kejutan Buat Daddy

Short Story Special Natal dari “Sunshine In The Midnight Rain”

Yuuki_icenfire0803 · 2024-12-25 14:36 · 0 claps · 5.8 min read
#aouboom #fanfiction #alternative-universe #short-read #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing 🔭 · Astronomy & Space ✍️ · Writing & Creative

Kejutan Buat Daddy

Short Story Special Natal dari “Sunshine In The Midnight Rain”

[embed]

Bumtaran, mantan model Alpa kondang yang telah resmi pensiun setelah melahirkan anak pertamanya, kini sedang sibuk melihat-lihat dan memilah-milih barang yang akan di pajang untuk hiasan rumah demi menyambut Hari Natal. Ditambah Suaminya, Aoula mengabarkan jika Dia akan terlambat pulang karena penerbangan pada hari-H Natal akan mengalami penundaan. Meskipun Dia memakai jet pribadi sekalipun, tidak ada pilot yang akan available karena mereka semua sudah sepakat untuk meliburkan diri.

Marc, anak pertama mereka yang sudah beranjak remaja itu terlihat lumayan kecewa mendengar berita tersebut dari Papanya. Semua orang di kediaman Thanaboon tau bagaimana menempelnya si anak kepada Daddy-nya sejak bayi. Gelagat Marc yang terlihat sangat “melekat” kepada Aou dari pada Boom yang melahirkannya itu terlihat salah satunya ketika Ia bangun, orang yang dicari si anak pertama kali adalah Sang Daddy. Jika Dia membutuhkan sesuatu dan tahu jika Daddy-nya sedang ada dirumah, maka Dia akan lebih memilih mencari Daddy-nya meskipun ada Papanya yang jaraknya jauh lebih dekat darinya. Hingga orang-orang dan Boom sendiri menganggap, jika Aou-lah satu-satunya orang yang mengasuh Marc dan posisi mereka hanya sebagai pelengkap.

Tapi meskipun begitu, jika Marc melihat Daddy-nya sedang berduaan dengan Sang Papa, maka Dia lebih memilih untuk pergi bermain sendiri sampai salah satu dari mereka memanggilnya. Tidak ada yang tau kenapa. Tapi yang jelas, semuanya berpikir jika Marc memiliki pemikiran yang lebih dewasa dari pada anak seumurannya. Jadi saat orang-orang di sekitarnya menceritakan bagaimana awal mula orang tuanya bertemu dan menyatu, mereka menganggap Marc sudah “mengerti” sehingga sikapnya yang seperti itulah merupakan dampak dari pemahamannya tersebut.

Boom mendekati anaknya yang duduk terdiam sambil bermain dengan mobil Tamiya dan buku-buku komik serta ensiklopedi yang berhamburan dilantai dengan beberapa buku yang masih terbuka lembarannya. Pria jangkung itu duduk disamping anaknya dan mengambil salah satu buku ensiklopedi yang paling dekat untuk dijangkaunya. Marc yang mendengar ada suara gemerisik langsung tersadar dan menoleh, mendapati Papanya sudah tersenyum kearahnya sambil meraih buku yang terletak tepat di belakangnya.

“Pa?”

“Kamu kelihatan sibuk sekali, jadi Papa diam-diam saja duduknya.”

“Papa sudah selesai ngedekorasinya?” Kata Marc sambil meletakkan mobil Tamiya-nya dan menarik badannya maju agar lebih dekat dengan posisi dimana Boom duduk.

“Sudah, Sayang.” Boom membelai lembut kepala Putranya itu dengan tangan satunya yang masih memegang ensiklopedi, “Kamu sudah makan, heum?

“Pasti Paman Aun yang bilang kalau Aku nggak mau makan, ya kan?

Boom yang dapat “serangan mendadak” dari Sang Anak langsung tersenyum canggung antara kaget dan bingung. Dia benar-benar yakin kalau anak yang sedang merengut di depannya ini benar-benar titisan Aou, valid, 100%!

“Apa-apa musti dilaporkan ke Papa sama Daddy kan Marc yang kesel! HUFT!Tuhanku! Boom benar-benar terkejut melihat reaksi anaknya sampai Dia nyebut dalam hati. Bibirnya yang mengerucut dan pipinya yang menggembung itu benar-benar mirip dengan Sang Suami.

Boom tertawa dibalik buku, “Mau makan sama Papa? Ayok! Nanti Papa suapin, deh.

“NGGAK MAU! Marc udah gede!” Anak itu berdiri dan langsung berlari ke arah dapur. Boom yang masih terperangah itu hanya bisa terdiam sambil berusaha menerima reaksi anaknya. Cukup lama sampai Diapun ikut berdiri dan menyusul Marc ke dapur.

Setelah menidurkan anaknya di aula ruang tengah yang menghadap langsung ke arah taman, Boom beranjak untuk mengambil ponselnya. Takut-takut kalau ada pesan masuk dari Suaminya atau teman-temannya. Tapi yang ditemui malah pesan dari Thomas dan Mond yang bilang mau berkunjung ke kediaman mereka karena kangen dengan Marc, pumpung Aou sedang tidak ada dirumah katanya! Hahaha!

[embed]

Sejak awal Boom dan Aou menikah, kedua adiknya ini memang agak tidak akur dengan pasangannya tersebut. Thomas bilang jika “aura” Aou sangat mengintimidasi, sedangkan Mond berpendapat jika ekspresi Aou sangat menakutkan. Boom sudah berkali-kali bilang dan menjelaskan jika tidak ada yang perlu di takutkan dari Aou, tapi tetap saja, keduanya tetap menjaga jarak dari Aou hingga membuat Pria itu menyerah. Terserah mereka saja!, katanya. Kalau mengingat-ingat lagi bagaimana kejadian saat di acara resepsi pernikahannya, Boom akan langsung tertawa. Dia membayangkan kembali bagaimana kedua adiknya itu sangat panik saat melihat Aou dari dekat yang tampak sangat “besar”, meskipun pada kenyataannya Kakak mereka sendirilah yang jauh lebih besar badannya, heeemm. Gie berusaha keras untuk menengkan kedua “anak kecil” itu dan membujuknya agar mau berkenalan dengan Sang Kakak Ipar, tapi malah pada ramai-ramai bersembunyi di balik punggung mereka masing-masing! Haha, lucu sekali kalau diingat-ingat.

Lalu bagaimana akhirnya? Mereka mau untuk berjabat tangan setelah Papa dan Papi Boom ikut “turun tangan”, bilang jika kedua anak itu berperilaku tidak sopan. Kemudian Sang Papa Mertua, Yinan Tornjara memberikan “petuah” dengan nada sarkastiknya yang agak ambigu dan malah makin memperkeruh suasana! Membuat mereka semua yang ada di “lingkaran” kedua keluarga itu berpikir keras apa maksud dari perkataan yang dilontarkan oleh Si Tuan Tornjara tersebut. Dan pada akhirnya, Sang Papi, Warnarat Tornjara melarang mereka semua untuk memikirkan maksud dari perkataan Suaminya dan lebih memilih memukul pundak Pria Tua itu sambil mengomel. Dinamika keluarga Tornjara memang cukup unik, membuat Aou tersenyum dan beberapa kali terlihat Ia melirik ke arah kedua orang tuanya sendiri yang lebih memilih untuk menikmati wine sambil melihat ke arah kerumunan dan sesekali melihat ke arah jam tangannya masing-masing.

Boom yang mengingat bagian itu agak sedih, membayangkan bagaimana ekspresi kecewa dari Suaminya yang tergambar jelas diingatannya saat ini. Dia melihat ke arah Putranya yang kini tertidur lelap dan mengusap lembut rambutnya,

“Daddy-mu orang yang baik, tampan, dan penyayang. Pantas saja Kamu sangat sayang padanya, ya Nak?”

Boom kemudian meletakkan ponselnya dan memilih untuk tidur disamping anaknya sambil memeluknya dari belakang.

“PAPA!!!”

Boom kaget begitu melihat anaknya, Marc berlarian dari halaman rumah Sayap Kanan sambil memanggil-manggilnya. Dia ingin bilang hati-hati tapi anak itu secepat kilat sudah berada dekat dengan pagar pembatas rumah yang telah dibukakan Aun, asisten pribadi Boom dan langsung lanjut berlari menuju ke arah dimana tempatnya berada.

“Papa! Papa! Tadi Aku liat Nenek dan Kakek video call-an sama Paman Louis!” Marc terlihat sangat antusias, lalu Dia berlari semakin mendekati Boom yang sudah setengah mengulurkan tangannya untuk meraih kedua tangan Marc yang melambai-lambai ke udara.

“Bagaimana… huuu~” Marc menarik nafasnya dulu yang ditiru oleh Boom, “Kalau kita kirim video ke Daddy juga?!”

Boom terdiam sejenak. Dia tidak salah mendengar kan, barusan?

“Nanti kalau ikutan telfon juga, takut bakal ganggu Daddy disana Papaaaa…..” Rengek Marc yang membuat Boom akhirnya paham kemana jalan pikiran anaknya tersebut. Boom pun mengangguk dan tak lama, keduanya pun berdiri setelah Aun sang asisten memegangi ponsel Boom untuk mereka.

“Pa~ nanti gerakannya langsung begini yaaa…” Pinta Marc, lalu anak remaja tersebut mulai memberikan aba-aba,

“Satu, dua… AH! PAPA SALAH!!” Tapi terlambat, Aun juga tak sengaja menekan tombol “send” karena terkejut dengan suara kencang Tuan Mudanya yang tiba-tiba.

“Aduh… Maaf Tuan Muda…”

“Paman Aun?? PAMAAANNNNN!!! YANG BENAR SAJA?!!”

Acara memberi video ucapan kejutan itupun berakhir dengan benar-benar menjadi sebuah “kejutan” bagi mereka! Marc yang ngambek karena idenya berakhir menjadi sebuah bencana langsung berlari ke kamarnya dengan Aun yang mengikuti remaja tanggung tersebut dari belakang sambil berkali-kali meminta maaf dan meminta agar Tuan Mudanya itu berhenti untuk marah kepadanya. Sementara Boom hanya bisa geleng-geleng kepala sambil berjalan mengikuti mereka juga dari belakang.

Tapi beberapa saat kemudian, ada getaran notifikasi dari ponsel yang baru saja di sakui Boom dan ternyata merupakan balasan pesan dari Sang Suami,

“Videonya lucu sekali! Aku tertawa sampai nangis! Aku jadi kangen kalian!”

Boom berhenti untuk membalas pesan tersebut, “Itu idenya anakmu. Dia aslinya pingin telfon Kamu, tapi takut ganggu Daddy-nya yang lagi kerja katanya.” Setelah membalas pesan itu, Boom pun melanjutkan kegiatan berjalannya untuk masuk ke dalam rumah.

TING! Bunyi notifikasi balasan pesan dari Aou! Dan saat dibuka, terlihat sebuah video disana. Boom pun membuka video itu dan tampak wajah Aou disana tengah berjalan di jalanan dengan diiringi rintikan salju. Keadaan yang gelap dan hanya tersinari oleh cahaya lampu jalanan tak membuat Aou kehilangan ketampanan dan karismanya. Senyuman Boom pun tak henti-hentinya menyungging.

Video berdurasi 56 detik itu sangat berarti baginya. Di ciumnya layar ponselnya itu dalam-dalam sebelum di mengelapnya dan memasukkannya lagi ke dalam saku dan bergegas pergi.

“Aku harus menunjukkan video Daddy-nya ini ke Marc!” Serunya.

“Halo Anakku yang ganteng~ dan Istriku yang cantik tentunya! Disini lagi hujan salju,nih! Romantis ya? Daddy kangen kalian, sumpah! Pingin cepet-cepet pulang rasanyaaa, huhuhu….” Lalu Aou tampak mengelap layar ponselnya karena ada salju yang menempel,

“Oke, sudah kinclong lagi! Okelah, Daddy mau kembali ke penginapan dulu. Marc! Jangan nakal ya! Nurut kalo di bilangin sama Papa, geurae?!”

“Boom-ah~” Aou diam sebentar, lalu tersenyum,

I Love You~”

Lalu video itu ditutup.

Fin.

Fin.


메타데이터
post_id
3ba7f7a2e656
slug
kejutan-buat-daddy-3ba7f7a2e656
url
https://medium.com/@ekayuuki/kejutan-buat-daddy-3ba7f7a2e656
canonical_url
https://medium.com/@ekayuuki/kejutan-buat-daddy-3ba7f7a2e656
author_url
https://medium.com/@ekayuuki
status
ok
fetched_at
2026-07-21 13:14:50