← Back to list

Tebak Di mana Aku Berada

Halo

Rahmada Fahries · 2025-05-20 13:28 · 0 claps · 2.9 min read
#poetry #poem #pensees #poet
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

Tebak Di mana Aku Berada

Halo

Ini adalah aku

Dari bawah

Dasar dari tingkat kesadaran manusia bisa berada

.

Semoga suara ini bisa naik ke permukaan

Tidak, aku tidak mencari perhatian apapun

Aku sudah terbiasa berada di tempat gelap sendirian

Aku hanya ingin memastikan semua baik-baik saja

Dan dia baik-baik saja di atas sana

Karena aku tidak bisa menjaganya dari bawah sini

.

Hari ini

Aku pulang ke kamarku

Bagaimana harimu?

Bagaimana perasaanmu?

Aku cukup lelah jujur saja

Tak pernah selelah ini

Sehingga kursiku bahkan rubuh karenanya

Badanku terjatuh bersama kursiku itu

Setidaknya aku bersama kursiku yang jatuh

Aku tidak sendirian

.

Dalam waktu milidetik itu

Aku terpikir

Jika kursi itu jatuh sendiri

Apa yang akan dipikirkan oleh kursi itu?

Aku jatuh sendiri

Aku sendiri

Tidak ada yang melihatku

Padahal, aku merangkul setiap orang yang membutuhkanku

Apakah aku memang harus jatuh sendiri?

Apakah karena aku terbuat dari besi berongga ini, aku tidak bisa diperbaiki?

Aku dibuang seperti aku tidak pernah memberi kehangatan itu

Apakah mereka kehilangan ingatan?

Atau bahkan mereka tidak mengingatku sama sekali?

Angin kuat menghempas tubuh belalang di pucuk rumput

Apa itu?

.

Sepertinya kursi ini berteriak waktu itu

Anyway, Bagaimana harimu?

Apakah menyenangkan?

Aku melihatmu duduk tadi bersama teman-temanmu

Kamu tertawa lepas akhirnya

Sepertinya kamu melupakan hari itu

Dimana kamu menangis dua kali di pagi hari dan malam hari

Aku turut senang mendengarnya

.

Apakah kamu merasa pulang tempo hari itu?

Saat bersamaku

Atau hanya seperti menulis surat kepada burung merpati?

Aku tak tahu apa yang kamu rasakan sekarang

Tidak seperti saat kamu berada di sampingku saat di kereta

Kamu menangis saat itu, berteriak ingin didengar

Dengan angan-anganmu setinggi langit itu

Sementara, orang di sekitarmu masih tidak mendengar impianmu

Aku datang duduk di kursi itu

Mengajakmu pergi melakukan mimpi-mimpimu itu

Mendengarkan semua keluh kesahmu

Dan itu pertama kali kamu naik kereta

Hingga helm yang selalu kamu kenakan sendirian

.

Aku tidak pernah tidak menyukai ceritamu

Dan aku senang itu akhirnya menyembuhkanmu

Kamu akhirnya bisa tertawa senang di sana

Aku dari bawah, dan dari kejauhan

Bibirku secara sukarela membengkokkan dirinya

.

Dalam hati

Aku pun bahagia

Akhirnya aku bisa melihat seseorang yang awalnya hancur

Menjadi cerah seperti saat pertama aku melihatnya

.

Aku terlalu bahagia atas itu

Aku sangat bahagia

Euforia itu

Sangat mengangkatku ke langit

.

Tapi

Apakah itu akan bertahan selamanya?

Nyatanya, aku mengangkatnya dengan satu tangan sedari tadi

Dimana tanganku satu lagi?

Mengangkat sebuah beban yang entah darimana asalnya

.

Sebenarnya, aku bisa mengangkat itu

Tapi

Ketika pemilik beban pergi, apa arti yang kupunya lagi untuk menanggungnya?

Berat berkilauan di puncaknya

Dan aku bukan orang yang kuat melihat kilau itu tanpa seutas puisi di sampingnya

.

Aku terperosok dari puncak bukit itu

Yang aku lihat di awalnya merupakan rumah yang cerah

Bahkan kilau yang seharusnya menyeruakkan cahaya, berubah menjadi cahaya hitam

Dan cahaya hitam itu semakin turun dan menggelap

.

Apa ini? Masuk kemana aku?

Aku bahkan tak dapat melihat diriku sendiri

Apakah aku sudah mati?

Kenapa aku sendiri?

.

Bukankah tadi aku bersamamu?

Bukankah barusan aku menanyakanmu

Bagaimana harimu?

Bagaimana perasaanmu?

Kemana kamu?

Aku tak bisa merasakan kehadiranmu lagi

Dan

Tepat saat aku berada di bawah sini

.

Di mana kamu? Di mana aku?

Apa yang harus aku lakukan?

Aku baru saja merasakan euforia

Kenapa tiba-tiba aku merasa berduka milidetik kemudian?

Aku baru saja dengan orang banyak

Kenapa tiba-tiba aku sendirian?

.

Bagaimana harimu?

Bagaimana perasaanmu?

Bagaimana jiwamu?

Bagaimana dengan jiwaku?

.

Kau tau

Aku pergi ke dunia ini

Untuk menikmati menjadi diriku

Untuk melihat dunia

Dan melihatmu

Sekarang aku bahkan tidak tau rasanya menjadi diriku

.

Aku menemani semua orang

Ruka, Sina, Amari, Ranaya, Wildan, Fauzan

Aku lupa dengan 1 hal

Apakah mereka datang untuk menemaniku juga?

.

Apakah aku terlalu baik?

Apakah aku harus membiarkan orang lain menderita sendiri?

jawabannya pasti TIDAK kan?

Aku HARUS menemaninya

Melalui semua hal itu

Bukankah aku lebih pantas masuk golongan binatang daripada manusia jika membiarkan orang-orang menderita sendiri?

Yang katanya manusia memiliki hati nurani

Apakah nurani masih ada jika manusia membiarkan manusia lain menderita sendirian?

.

Bagaimana harimu?

Hari yang lelah ya

Bahkan untuk kamu yang sangat aktif dan cerah

Aku sudah sampai rumah

Rumah cerah itu

Aku tak tahu di mana

.

Aku sendirian di sini

Di rumah

Rumahku yang baru

Gelap, tak ada apapun siapapun bahkan tak ada aku

.

Apakah aku terlalu baik?

Apakah aku baik-baik saja sekarang?

Apakah aku tidak apa-apa jika aku sendirian?

Apakah aku tidak apa-apa jika aku menderita sendirian?

Apakah aku manusia?

Siapakah aku?!

.

Sepertinya aku akan menetap di sini

Jiwaku bahkan tidak terlihat lagi oleh banyak orang

Atau bahkan siapapun


메타데이터
post_id
3bbeaa1177cd
slug
tebak-di-mana-aku-berada-3bbeaa1177cd
url
https://medium.com/@fahrieshova1/tebak-di-mana-aku-berada-3bbeaa1177cd
canonical_url
https://medium.com/@fahrieshova1/tebak-di-mana-aku-berada-3bbeaa1177cd
author_url
https://medium.com/@fahrieshova1
status
ok
fetched_at
2026-07-18 04:41:07