← Back to list

Putih yang Kurang Baik

Mencerdaskan Pikiran dari Balik Kepulan Asap.

Ascarya Tranggana in Berbagi & Berdampak · 2026-06-19 05:01 · 101 claps · 1.9 min read
#smoking #society #refleksi #berbagi-dan-berdampak #bahasa-indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔒 · Cybersecurity 🌐 · Society · General

Putih yang Kurang Baik

Mencerdaskan Pikiran dari Balik Kepulan Asap.

Warna putih artinya suci. Pengetahuan ini seakan hadir begitu saja di benak kolektif masyarakat.

Tapi setelah cukup dewasa untuk memahami dunia dengan segala isinya, saya menyadari bahwa ada putih yang KURANG BAIK, apalagi menyentuh kata suci seperti yang kita pahami bersama.

Putih ini bahkan sangat menganggu, tidak menyehatkan, awal dari banyak gejala penyakit, tapi ia tetap diminati banyak orang.

Photo by Dimitri Bong on Unsplash

Photo by Dimitri Bong on Unsplash

Yaps, asap rokok adalah hal yang saya ilhami sebagai putih yang kurang baik.

Sudah cukup jelas bahwa menghisap rokok lalu menghembuskan hasil bakarannya adalah hal yang tidak ada baiknya. Tentunya bagi hadirin yang merokok sudah cukup tahu, bahwa dalam setiap kemasannya selalu ada peringatan yang dilengkapi dengan gambar menyeramkan itu

Namun, putih yang tidak baik ini tidak ada hentinya dicari. Meskipun harganya dominan naik dari tahun ke tahun, para penikmatnya seakan tidak kehilangan kreativitas untuk mendapatkan barang ini; mulai dari beralih ke merk yang lebih murah atau bahkan mulai memproduksi sendiri batang rokoknya alias tingwe.

Lantas apa penyebabnya rokok selalu dicari meskipun lebih banyak dampak buruknya daripada khasiatnya?

Sebagai perokok berat, saya memikirkan hal ini secara mendalam seperti seorang akademisi ciamik yang sedang menyusun artikel Scopus nya, meskipun saya memikirkannya sambil diiringi kepulan asap di sudut ruang merokok di dalam bandar udara.

Tampaknya akal-akalan menjadi akademisi ini sia-sia karena saya tidak dapat menemukan jawabannya, meskipun sudah berusaha berfikir cukup keras.

Tetapi dari kebuntuan dalam mencari jawaban itu, justru saya menemukan alasannya setelah menghabiskan 3 batang perenungan.

Cukup sederhana, bagi para perokok atau setidaknya saya (selaku perokok), kegiatan mengulang menghisap dan menghembuskan asap ini tidak memiliki alasan pasti selain dari kecanduan efek nikotin yang tercantum dalam rokok.

Efek instan dari nikotin adalah pelepasan dopamin cepat yang memicu reaksi perasaan senang, tenang, dan lonjakan energi singkat.

Setelah saya pikir lagi, pada dasarnya manusia hanya butuh sebuah pelarian singkat dari lelah yang dialaminya, dan rokok adalah solusi instan yang bisa mereka gapai untuk tetap menjalani hari-hari yang monoton.

Maka sebab itu pula, saya menyebutnya putih yang kurang baik, karena dari titik hitam yang muncul di paru-paru akibat kegiatan merokok, ada efek menyenangkan yang tidak dapat dijamin dan digapai instan dari kegiatan peningkat dopamin lainnya.

Selain itu juga, merokok seperti sebuah ensiklopedia dunia, karena biasanya dari sebatang rokok, obrolan lahir mengalir dan diam-diam mencerdaskan pikiran kita melalui bahasa dibalik kepulan asap yang menggumpal.

Tulisan ini bukan untuk membenarkan kegiatan merokok, apalagi menyaingi edukasi kesehatan tentang bahaya merokok. Tulisan ini dibuat untuk berbagi perenungan dari kegiatan yang menyebalkan dan tidak menyehatkan.

Dan satu lagi, saya menulis ini sambil memegang rokok di antara jari telunjuk dan jari tengah saya.

Jadi bagaimana pendapat kalian tentang merokok?


메타데이터
post_id
3c74b0c8e846
slug
putih-yang-kurang-baik-3c74b0c8e846
url
https://medium.com/berbagi-berdampak/putih-yang-kurang-baik-3c74b0c8e846
canonical_url
https://medium.com/berbagi-berdampak/putih-yang-kurang-baik-3c74b0c8e846
author_url
https://medium.com/@ascarya.tranggana
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01