L.I.V.E
Love In Various Endings
L.I.V.E
Love In Various Endings

Pernahkah kita merasa senang hingga kaki kita tidak pernah berhenti bergerak? Atau mungkin langkah kita mencoba mengikuti ritme detakan jantung ini? Tidak pernah merasakan sesuatu yang sangat mendebarkan sehingga membuat jari-jari kesana kemari mencari sesuatu untuk disentuh, hingga tangan itulah yang menyentuh dan menenangkan jarimu sehingga semua energi dijarimu diredam dengan genggaman hangat dan senyuman yang lebar darinya.
Mata kita saling bertatapan satu sama lain, tanpa mengucapkan satu kalimat ataupun kata-kata itupun sudah cukup membuat badan serasa kaku dan tak mau berjalan. Andaikan waktu tidak berjalan, akan kunikmatin kecantikannya selalu, walaupun berjalan akan kunikmati setiap momen bersamamu.
Dimulai dari seseorang yang tidak dikenali, menjadi orang yang paling mengenali dirimu. Sosok yang sangat membuat hati ingin tersenyum, sosok yang sangat disayangi oleh semua keluargaku, wanita yang berhasil mengambil hatiku tanpa ku ketahui dan tidak ada rencana untuk mengembalikannya. Hal kecil yang membuat ku terpesona, dialah hal kecil itu.
Dunia itu luas, dia itu duniaku. Sejarah dicatat oleh pemenang, dan dia mencatat sejarah dalam hidupku yang akan ku ceritakan kepada anak cucuku kelak, bahwa dulu kakeknya menemukan nenek mereka di waktu yang tepat. Jika menghancurkan bumi adalah bayaran yang harus ditebus demi bersamanya, maka akan kucari tempat tinggal lain untuk menua bersamanya. Hidup itu mudah jika ada dia disebelahku, hidup adalah hal yang nikmat, hidup menjadi lebih ada arti.
Kujadikan dia rumahku disaatku pulang mengembara dan kujadikan diriku tiang dia bersandar atas masalahnya, hubungan yang tidak akan pernah kupikirkan untuk terjalin ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Mimpi yang jadi kenyataan? Ya. Mimpi.
Dia hanyalah karangan yang seharusnya terjadi melalui proyeksi di otakku sehingga terlihat nyata. Gila? Iya, kan sudah ku bilang akan ku hancurkan dunia dan kucarikan tempat tinggal kita yang baru. Jika dia berada di tangan orang lain akan ku rebut kembali dia, namun yang mengambil adalah penciptanya, maka kepada siapa aku harus marah?
Wanita yang ku puja itu telah mati, dan bersamanya ‘laki-laki’ yang melewati waktu bersamanya pun ikut mati. Sekarang hanya tinggal cangkang tak bernyawa, yang terjebak dalam kenangan masa lalu. Bukankah dia bisa berjalan pergi dari kenangan itu? Bisa, namun hanya kenangan itu yang bisa menghidupkan dirinya yang sudah mati.
“ I’ll follow you after this life. Before that, wait for me, okay?”
메타데이터
- post_id
- 3cf3bc24603d
- slug
- l-i-v-e-3cf3bc24603d
- url
- https://medium.com/@Felixee/l-i-v-e-3cf3bc24603d
- canonical_url
- https://medium.com/@Felixee/l-i-v-e-3cf3bc24603d
- author_url
- https://medium.com/@Felixee
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-12 07:40:50