← Back to list

Tawadhu yang logout

Akhmad Muchlas Chozin · 2026-05-11 05:19 · 1 claps · 1.4 min read
#ilmu #islam #lifestyle
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✨ · Lifestyle · General 👗 · Fashion 🕊️ · Religion

Kadang kita sebagai manusia itu lucu. Pas belum bisa apa-apa, minder. Pas mulai sedikit bisa, berubah jadi sok taulah, sok bijaklah, pokok sok sok 😅

Baru belajar beberapa ilmu, sudah mulai berani gampang menyalahkan. Baru dipandang orang yang berilmu apalagi sosok tokoh agamis sekali dua kali, jalannya sudah agak pelan sambil pasang wajah sibuk mikir umat 😭

Padahal Allah sudah mengingatkan: وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ “Jangan memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan jangan berjalan di bumi dengan angkuh, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Ayat ini menarik. Karena larangannya bukan cuma soal sikap lahiriah, tapi penyakit batin.

Dalam penjelasan tafsir ar-razi disebutkan: ketika seseorang mulai merasa dirinya sempurna lalu merasa mampu menyempurnakan orang lain (nah ini sudah tanda² yang perlu dievaluasi dalam diriny) biasanya muncul dua penyakit: Pertama, merasa lebih tinggi dari orang lain. Kedua, kagum berlebihan kepada diri sendiri.

Yang pertama ini melahirkan takabbur. Yang kedua melahirkan ujub, merasa dirinya lebih dan dibutuhkan. Heh itu bodoh, merasa dibutuhkan itu penyakiiit tolol !!!!. 😅

Makanya kadang ada orang yang sebenarnya belum terlalu dalam ilmunya, tapi sudah sulit menerima masukan. Sedikit kritik dianggap serangan. Sedikit berbeda pendapat dianggap kurang adab.

Padahal semakin tinggi ilmu seseorang, harusnya semakin sadar: Ternyata yang belum diketahui jauh lebih banyak. Dan bisa jadi penulis juga sedang merasakan penyakit itu (semoga Allah selalu memberikan jalan dalam kebaikan). Karena rasa ingin dianggap pintar, lebih paham, atau lebih sadar dari orang lain memang kadang masuk tanpa terasa.

Itu manusiawi. Tapi tetap harus dilawan. Sebab penyakit hati itu unik: lebih mudah terlihat pada orang lain, daripada disadari dalam diri sendiri 😅 Nah ini yang sulit, sering maido tapi gak gelem dipaido

Makanya ulama-ulama biasanya justru lebih hati-hati dalam berbicara. Karena mereka tahu: ilmu tanpa tawadhu bisa berubah dari cahaya menjadi alat mempertontonkan ego. Merasa menjadi orang yang paling alim dan benar, padahal bisa jadi benar menurut pandangannya sendiri.

Terakhir, Semoga Allah menjaga kita semua dari hati yang diam-diam suka merasa lebih tinggi, lebih suci, atau paling benar. Dan semoga diberi ilmu yang membuat kita semakin rendah hati, bukan semakin sulit menerima kebenaran.

Wallahu a'lam bishawab.


메타데이터
post_id
3cfb509d217a
slug
tawadhu-yang-logout-3cfb509d217a
url
https://medium.com/@moesthbam/tawadhu-yang-logout-3cfb509d217a
canonical_url
https://medium.com/@moesthbam/tawadhu-yang-logout-3cfb509d217a
author_url
https://medium.com/@moesthbam
status
ok
fetched_at
2026-06-17 12:55:42