Insiden???
Insiden???

Setelah bermacet-macetan akhirnya Juyeon dan Hyunjae tiba di art gallery milik teman sang alpha, yang ternyata mate dari adik kedua Hyunjae yaitu Kim Younghoon.
“Yaelah Ju jadi ini temen special yang lo bilang mau dibawa hari ini??? Kalo ini mah gue kenal banget. Dia kakak ipar soon to be gue.” Ucap Younghoon sambil merangkul pundak Hyunjae dan dihadiahi cubitan di pinggangnya.
“Dih mau banget lo jadi adek ipar gue???”
“Ya mau lah! Lagian kan bentar lagi Changmin nikah sama gue.” Jawab Younghoon dengan nada meledek.
Hyunjae pun tak mau kalah ia kembali membuat Younghoon kesal, “Dih enggak ya! Changmin mau gue jodohin sama duda keren yang duitnya lebih banyak dari elo!”
“Yaelah Changmin gak akan mau sama alpha lain.”
Juyeon hanya tertawa menyaksikan keduanya yang seperti musuh bebuyutan.
Setelah selesai mereka berdua berdebat akhirnya Hyunjae membiarkan Juyeon untuk mengobrol bersama Younghoon sementara ia pamit untuk ke kamar mandi.
“Eh mending kalian berdua ngobrol deh, udah lama gak ketemu kan? Gue bosen banget ketemu lo Kim Younghoon.”
Younghoon mendengus lalu merangkul pundak Juyeon, “Eh Ju kok lo mau sih sama omega galak kaya dia? Mana nyebelin banget lagi. Lo pake pelet ya Je?”
Hyunjae memukul perut Younghoon dan berkata, “Jaga itu mulut kalau besok masih mau ngomong!”
Yang dipukul pun mengaduh sakit, “Aww sakit Hyunjae!”
“Udah ah gue ke toilet dulu. Bentar ya Ju. Kamu ngobrol aja dulu sama orang-orangan sawah ini.” Pamit Hyunjae pada Juyeon.
“Iya kak jangan lama-lama ya, ada lukisan yang mau aku tunjukin ke kakak.”
“Oke siap!”
Akhirnya setelah kepergian Hyunjae, Juyeon dan Younghoon pun berbincang-bincang sambil melihat-lihat lukisan yang ada disana.
“Jadi gimana bisa Ju lo kenal sama Hyunjae?”Tanya Younghoon dengan nada yang serius dari sebelumnya.
“Itu waktu seminggu yang lalu gue sempet ke Selatan. Niatnya mau nyobain ramen di kedainya dia, soalnya di Selatan kan viral banget ramennya. Eh ternyata pas gue sampe kesana kedainya tutup…”
Juyeon tersenyum kembali mengingat awal pertemuannya dengan Hyunjae.
“Terus lo akhirnya gak jadi makan ramennya?”
“Jadi! Justru itu pas gue mau balik, eh Hyunjae nawarin makan ramen secara GRATIS! Coba bayangin baik banget kan? Gue bener-bener langsung jatuh cinta sama dia Hoon.”
Younghoon mengangguk-anggukkan kepalanya, “Terus gimana lagi tuh akhirnya setelah makan ramen gratis?”
“Yaudah akhirnya kita sempet ngobrol lumayan banyak, terus tukeran nomor telepon juga. Gue juga udah janji tuh besokannya mau kesana lagi, eh sialnya abis gue balik dari Selatan malemnya gue langsung rut… Padahal belum jadwalnya gue buat rut.”
Deg
Younghoon terkejut mendengar ucapan Juyeon.
Apa Juyeon mencium feromon Hyunjae makanya ia terpancing rut? Batin Younghoon dalam hati.
“Hah serius lu?”
“Seriusan Hoon, mana lo kan tau sendiri real alpha kalo rut lama. Ini aja gue bawa obat takut gue kepancing sama feromon omega.” Jawab Juyeon lagi sambil memamerkan obat yang ia bawa.
“Lo tau Hyunjae real omega kan Ju?”
“Tau, gue baru tau tadi sih.”
“Lo gak kepikiran Ju? Waktu minggu lalu lo rut itu karena kepancing sama wangi feromonnya Hyunjae. Wangi manis peach campur vanilla?”
Juyeon terpaku saat Younghoon mengatakan feromon Hyunjae. Waktu itu ia memang mencium aroma manis dan segar dari sang omega. Namun karena disana ada beberapa omega lain, jadi aromanya tercampur.
“Tapi feromon Kak Hyunjae kemarin keciumnya segar gitu.. Eh bentar, apa jangan-jangan…”
“Hah seger? Ju jangan bilang…”
Baik Juyeon dan Younghoon saat ini saling menatap satu sama lain.
Apa feromon yang pernah gue cium di toko itu wangin Kak Hyunjae makanya gue rut? Terus minggu kemarin juga gue rut lagi karena kecium wangi yang sama. Batin Juyeon dalam hati.
Ini Juyeon nyium 3rd feromonnya Hyunjae kali ya makanya dia bilang seger? Tapi gue yakin ni anak rut karena ke pancing feromon Hyunjae..Pikir Younghoon.
“Ju apa lo gak kepikiran, kalau wangi segar yang lo bilang itu ternyata 3rd feromon real omega yang cuman bisa dicium sama matenya?”
Deg
Juyeon kembali tertegun karena ucapan Younghoon. Apa iya ternyata sosok yang ia cari saat itu Hyunjae? Sosok yang wanginya memenuhi kedainya dengan aroma peach vanilla bercampur citrus.Apa benar Hyunjae adalah sosok real omega yang selama 28 tahun ini ia tunggu-tunggu?
“Hoon gue bingung…”
“Ju gue kasih tau, real alpha kalau mereka cium feromon omega yang emang ditakdirin jadi matenya, itu semua aroma feromonnya pasti kecium. Gak cuman first and second feromonnya aja. Nah karena gue sering ketemu Hyunjae, gue suka beberapa kali cium feromon dia peach dan vanilla.” Ungkap Younghoon yang menejelaskan tentang feromon omega yang ia pelajari dan ia ketahui.
“Sementara lo? Lo bilang lo cium wangi segar kan? Itu bisa aja 3rd feromon Hyunjae yang cuman bisa matenya cium which is itu elo.”
“Hoon yang bener…”
Younghoon kini memegang bahu temannya dan mencekramnya dengan sedikit kencang.“Bener Ju. Lo emang gak belajar waktu kuliah dulu? Atau bunda gak ngejelasin?”
“Gue lupa….” Jawab Juyeon dengan pasrah.
“Aduh gimana sih!” Younghoon memijat keningnya. Tak menyangka jika temannya ini tidak mengetahui hal sepenting itu.
Hampir dua puluh menit mereka mengobrol masalah feromon dan omega. Juyeon mulai menyadari bahwa Hyunjae sudah terlalu lama pergi ke toilet. Akhirnya ia mengirim pesan kepada sosok yang sedari tadi ia pikirkan. Namun tidak ada balasan juga dari Hyunjae.
“Hoon ini Hyunjae kelamaan deh di toilet masa kita udah ngobrol lama dia gak balik-balik juga?” Ucap Juyeon yang mulai khawatir.
“Mungkin dia lagi keliling-liling kali? Gak enak mau ganggu kita ngobrol.” Jawab Younghoon yang masih positif thinking.
Juyeon pun tak menggubris jawaban Younghoon, ia terus mengirimkan beberapa pesan. Namun tak kunjung mendapat balasan.
“Coba lo telepon Ju.”
Juyeon mencoba menelepon Hyunjae namun nihil. Nomornya aktif namun tidak diangkat.
“Gak diangkat Hoon. Shit! Hyunjae kemana sih?!?!”
“Udah mending sekarang kita cari aja, disini toilet ada dua. Lo kearah sana dan gue lantai dua. Nanti gue kabarin kalau ketemu dia disana.”
“Oke kabarin secepatnya ya Hoon.”
Setelah memutuskan untuk berpencar, baik Juyeon maupun Younghoon berlari dengan sekuat tenaga untuk mencari Hyunjae. Setibanya ia di toilet. Ia pun meneriakan nama omeganya.
“Kak Hyunjae????”
“Kak Hyunjae di dalam???”
Tak ada balasan dari panggilannya, akhirnya Juyeon mencoba memeriksa semua bilik toilet disana namun nihil. Tak ada Hyunjae disana.
Juyeon mengacak-acak rambutnya frustasi.
“Kak Hyunjae dimana sih??”
Tak lama kemudian ia mendapat telepon dari Younghoon. Suaranya terdengar begitu panik.
“Ju buruan ke lantai dua, Hyunjae heat dan dia pingsan.”
TBC
메타데이터
- post_id
- 3d09a6bbcc2c
- slug
- insiden-3d09a6bbcc2c
- url
- https://medium.com/@amorebbangkyu/insiden-3d09a6bbcc2c
- canonical_url
- https://medium.com/@amorebbangkyu/insiden-3d09a6bbcc2c
- author_url
- https://medium.com/@amorebbangkyu
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-24 22:13:21