Den Haag 2024
Den Haag

Assalamu’alaykum, Leute!
Hari ini saya ingin cerita tentang pengalaman perjalanan kami ke Den Haag di tahun 2024 dalam rangka liburan akhir tahun. Niat awalnya, saya ingin liburan ke Croatia, tepatnya ke Split. Berhubung saya tinggal di tengah-tengah, alias jauh dari pantai, kalau ada waktu liburan dalam pikiran selalu ingin ke pantai.
Waktu itu saya lagi dapat tiket murah ke Split untuk liburan 5 malam. Keberangkatan dari Berlin. Sebelum beli tiket, saya cek lagi cuaca di Split sambil lihat beberapa vlog liburan Split di akhir tahun. Kalau saya lihat, seru-seru saja, kekurangannya ga bisa berenang. Setelah diskusi dengan suami, ternyata suami lebih ingin ke Belanda dengan tujuan kuliner. Karena bagi suami, sayang aja kalau ke Split ga bisa berenang, apalagi cuaca juga lebih sering mendung. Sisi lain, kalau liburan di musim Winter, waktu siangnya juga sebentar, jam 5 sore udah gelap, balik ke hotel. Mending dipakai kulineran.
Akhirnya, kami pun liburan ke Belanda. Saya dan suami ke Belanda kali ini sudah yang ke-3x nya. Untuk anak-anak yang ke-2x nya. Sayangnya, untuk pertama kalinya, kami belum sempat ke Volendam untuk berfoto dengan pakaian tradisional Volendam atau namanya Klederdracht. Berhubung perjalanan kami dengan mobil, selain ke Den Haag kami juga buat rencana untuk Volendam hanya untuk mengambil foto dengan ciri khas pakaian tradisional tersebut.

Kami sampai Den Haag sekitar jam 8 malam, tanpa check-in terlebih dahulu ke hotel, kami lebih pilih ke rumah makan Padang di Den Haag, namanya Waroeng Padang Lapek Jo, dimana 1 jam lagi rumah makannya sudah tutup. Sebelum kami tiba di restoran, kami sudah reservasi tempat dulu via telepon.

Seperti biasa, pesanan yang wajib dipesan oleh suami adalah menu Nasi Padang. Funfact tentang diri saya, walaupun saya ada keturunan Minang, saya bukan pecinta Nasi Padang. Dulu waktu tinggal di Bukittinggi, saya jarang makan gulai atau rendang, karena tidak terbiasa makan makanan yang bersantan. Namun, saya suka sekali dengan dendeng lado merah, belut goreng, ikan bakar padang, cumi bakar padang, sambal udang, dsb.
Begitupun pas kuliah di Bandung, setiap saya makan di rumah makan Padang, saya selalu request nasi dengan dendeng balado saja tanpa kuah apapun, atau nasi dengan ayam/ikan bakar tidak pakai kuah santan.
Anehnya, setelah 2 tahun tinggal di Jerman, saya baru menyadari ternyata rendang itu enak sekali.

Kalau suami pesan menu Nasi Padang, saya pesan menu Sate Padang. Salah satu makanan minang yang paling saya suka adalah Sate Padang dan Soto Padang (jadi kangen Soto Padang sekolah saya dulu waktu di Bukittinggi, setiap jam istirahat saya suka pesan Soto Padang). Sedangkan untuk menu pilihan anak-anak, kami pesan Soto Padang.


Untuk penutupnya, kami pesan es cendol durian dan es buah.


Alhamdulillah, hal yang paling buat saya senang kalau jalan-jalan bersama suami dan anak-anak adalah melihat anak-anak dimanapun mereka pergi jalan-jalan, anak-anak bisa lahap makan.

Setelah makan malam yang sangat telat ini, Alhamdulillah tiba juga waktu check-in ke penginapan. Kami nginap di hotel tengah kota, sebrangnya ada supermarket dan alhamdulillah waktu itu lagi dapat penginapan dengan harga promo.


Tips hemat ala kami setiap pergi liburan, kami selalu mengusahakan bawa ricecooker dan masak sendiri untuk sarapan. Selain itu, kami juga lebih sering cari penginapan yang ada dapurnya.

Untuk sarapan kami makan nasi dengan telur mata sapi.

Betul saja perkiraan suami, liburan di musim winter siap-siap yang dilihat cuaca mendung terus. Sudah tepat liburan kali ini tujuannya adalah kulineran.


Siang hari, niat kami awalnya mau makan di restoran Trio. Lagi-lagi restoran Indonesia dan kami ingin pesan pempek tadinya. Karena lagi tutup, akhirnya makan di Waroeng Padang Lapek Jo. Tentunya, suami saya senang sekali, karena makan Nasi Padang lagi.

Alhamdulillah, karena anak-anak setiap perjalanan tidak saya biasakan main HP atau nonton, setiap kami makan di restoran, sambil tunggu makanan itu tiba, anak-anak selalu sibuk dengan kreasinya sendiri. Contoh di foto, anak-anak mengambil tisu dan ingin bikin pesawat.




Untuk makan siang anak-anak, saya pesan Bakso Malang. Sedangkan suami, seperti biasa, lagi dan lagi menu pilihannya adalah Nasi Padang. Sedangkan saya sebagai pecinta ikan dan seafood, saya pesan Ikan Bakar.
Lalu, makan malamnya, meng-hemat lagi, kami masak di penginapan. Namun, suami pesan dendeng paru balado kiloan. Berhubung di Jerman susah dapat paru sapi, begitu di Waroeng Padang Lapek Jo, kami langsung beli 500gr.


Dan besoknya, kami sarapan nasi goreng ala kadarnya. Oh ya, teflonnya juga sengaja saya bawa dari rumah.


Setelah sarapan, kami jalan-jalan ke Volendam sekaligus foto dengan pakaian tradisionalnya. Sebelum ke Volendam, kami mampir dulu ke toko baju sambil cari jaket winter untuk anak-anak.

Suami selalu heran kenapa perempuan itu suka foto di depan kaca? Sejujurnya, alasan saya suka foto di depan kaca, karena suami ga suka foto-foto. Setiap jalan-jalan, saya lebih sering foto suami dengan anak-anak, sedangkan foto saya sendiri jarang ada. Jadi inisiatif sendiri saja, kalau ketemu kaca foto agar ada kenangan.


Realita kalau jalan-jalan bareng anak, rencana ke Volendam jam berapa ujungnya berangkat jam berapa. Di dekat parkir, ada spielplatz. Sebelum ke Volendam, kami main dulu di taman bersama anak-anak.
Pulang dari Volendam, kami makan di restoran Indonesia lagi dan lagi. Sayangnya saya lupa nama restorannya. Saya pilih restoran tersebut juga rekomendasi tari TripAdvisor.




Alhamdulillah akhirnya ketemu juga dengan Pempek, tapi yang buat saya senang sekali bukan Pempek, tapi Paru Gorengnya. Rasanya mirip banget dengan Paru Goreng yang ada di warteg Masjid Salman ITB!!! Enak sekali!
Untuk menu anak-anak, si kembar makan rawon. Alhamdulillah anak-anak juga suka dengan Nasi Rawonnya.

Besok paginya, suami keluar belanja dan ga nyangka di toko-toko kecil ada banyak yang jual jajanan Indonesia. Suami beli bolu pandan. Ya Allah, rasanya kalau ke Belanda itu beneran cari makanan Indonesia termasuk jajanan Indonesia aja gampang.

Untuk sarapan, giliran tugasnya suami yang masak. Kali ini kami sarapan mie.

Hal yang paling kami suka dari hotel ini adalah SABUN nya. Wangi dan segar. Lalu kami cek harga sabun dan shampoo nya di internet, kami pun langsung shock lihat harga tersebut.

Setelah check-out, kami mampir dulu ke toko-toko dan lihat ini rasanya ‘jadi ingin tinggal di Belanda’.

Selain itu, saya juga baru tau ternyata di Belanda ada banyak masjid. Bukan cuma banyak masjid, bahkan bisa dengar adzan juga.

Alhamdulillah, sekian cerita saya tentang Den Haag. Ga ada tempat wisata yang bisa saya ceritakan, karena tujuan kami ke Den Haag pun untuk kuliner makanan Indonesia.
Sekian dan terima kasih sudah baca! :)
메타데이터
- post_id
- 3d352398ff2d
- slug
- den-haag-2024-3d352398ff2d
- url
- https://medium.com/@ilashilaaa/den-haag-2024-3d352398ff2d
- canonical_url
- https://medium.com/@ilashilaaa/den-haag-2024-3d352398ff2d
- author_url
- https://medium.com/@ilashilaaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-24 08:52:30