← Back to list

Death & changes

Terinspirasi dan diketik secara spontan saat mendengar lagu sedih

Filoo · 2026-01-25 06:08 · 0 claps · 0.8 min read
#life #death #myself #short-story #love
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing 💑 · Relationships 💭 · Philosophy of Spirit

Jangan hela napasmu seperti itu, jika kamu berharap aku akan paham arti dari tiap tarikan dan hembusan itu.

Selamat sore menuju malam.

Aku kembali berdiri di sini berharap dapat melihat dirimu untuk terakhir kalinya (berdoa untuk tidak terjadi).

“Halo. acara pernikahanku akan segera dalam 1 jam lagi, jika kamu ingin mengubah sesuatu datanglah”.

Panggilan diputus sepihak. Berbalik dan lupakan itu, sesuatu menunggu.

2 years ago.

Musim gugur telah tiba, daun-daun mulai berjatuhan dan menutupi tiap sisi aspal. Setiap langkahku terasa lebih berat karna tujuanku masih sama, melihatmu untuk terakhir kalinya (berdoa tidak terjadi lagi).

Tiap hembusan angin secara lembut menusuk raga, mengingatkan saat masih ada “nyawa” yang siaga menghalau lembutnya angin dengan pelukan yang tidak akan dilepas kecuali aku yang menjauh.

Kini aku berada di tempat peristirahatan terakhirmu. Bunga di genggamanku nampak cantik untuk sekedar diletakkan di samping nisan-mu, berharap dapat lansung memberikan kepada nyawa yang masih bekerja dengan baik.

Langit seolah peduli padaku, rintik-rintik mulai membasahi tanah-mu. Kali ini bukan hanya sekedar hela napas tetapi ada air mata yang mulai tersamarkan dengan air hujan, 1 bulir air mata jatuh dengan puluhan hingga ratusan air yang langsung terserap oleh tanah yang menyimpan nyawa, yang kuharapkan untuk kembali dan ”mengubah sesuatu”.

Air hujan jatuh dengan lembut seolah-olah manusia yang tidak ingin membangunkan nyawa yang telah mati.


메타데이터
post_id
3d932011f8ec
slug
death-changes-3d932011f8ec
url
https://medium.com/@Filoo0_0/death-changes-3d932011f8ec
canonical_url
https://medium.com/@Filoo0_0/death-changes-3d932011f8ec
author_url
https://medium.com/@Filoo0_0
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13