← Back to list

Lee Cronin’s The Mummy

Film Mummy yang pernah gue tonton dan masih gue inget sampe sekarang cuma The Mummy (1999) waktu Brendan Fraser masih muda, sama The Mummy…

Hendri Yudistira · 2026-04-26 05:41 · 1 claps · 5.5 min read
#mummy #review-film-hollywood #lee-cronin #movie-review #film-reviews
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎬 · Film & Television

Lee Cronin’s The Mummy

Film Mummy yang pernah gue tonton dan masih gue inget sampe sekarang cuma The Mummy (1999) waktu Brendan Fraser masih muda, sama The Mummy Returns (2001) yang ada si Dwayne Johnson.

Selanjutnya gue hampir kaga pernah nonton film yang tentang Mummy. Bahkan gue gak inget film apa aja yang ada hubungannya dengan makhluk ini.

Setelah gue searching ternyata banyak juga ya film-film tentang Mummy.

Gue nonton ini dengan keyakinan bakal ada sesuatu yang lebih. Apalagi di zaman modern kayak gini pasti Mummy bakalan di kemas dengan sangat keren. Gak kayak dua film yang sebelumnya gue tonton dengan kualitas yang ada di zaman itu.

Dan setelah nonton film ini, reaksi gue INI FILM BANGSAT!

Gini deh, bayangin lo nonton film Evil Dead Rise + The Conjuring + Hereditary, dijadiin satu dengan kualitas visual, color grading, plot yang rapih, drama, akting, serta semuanya naik level, ya jadinya film ini.

Tapi… ada tapinya sih, hmm gue ceritain aja kali yak.

Jadi film ini tuh awalnya nyeritain keluarga di Mesir, mereka nyimpen mayat gitu dibawah rumahnya, iya mayatnya itu si Mummy ini. Ada beberapa tanda kebangkitan dari si Mummy, salah satu tandanya adalah dengan kematian burung piaran anaknya yang punya rumah.

Mummy makannya daging? Atau mungkin darah gitu kali ya?

Terus adegan selanjutnya jadi menyeramkan karena beberapa pencahayaan mulai redup, kita dibawa ke ruangan bawah tanah, disana udah ada piramida kecil (gak tau fungsinya buat apaan), terus sama peti yang terbuat dari besi, well, gambaran film Mummy pada umumnya kan?

Bedanya ini bukan Firaun.

Kemudian scene berpindah ke keluarganya Charlie Cannon (Jack Reynor) yang bekerja sebagai reporter senior gitu, dia bersama keluarganya lagi ada di Mesir, tinggal beberapa bulan gitu deh.

Bersama dengan istrinya yang lagi hamil gede, Larissa (Laia Costa), mereka mempunyai dua anak, Katie (Natalie Grace) & Seb (Shylo Molina). Katie dan Seb itu sebenernya gak akur sih, dan juga Katie ini agak rebel orangnya sama orang tuanya, tapi yaa namanya juga waktu itu masih bocah 8 tahun gitu dah. Apalagi kedua orang tuanya sama-sama sibuk.

Si Katie ini punya tempat rahasia di rumahnya, tempat ini sering kali ia kunjungi, yaitu taman belakang rumahnya, disana ia biasa bertemu dengan Layla (May Elghety), namun hari itu ia bertemu dengan ibunya Layla, gue gak tau namanya yang jelas dia penyebab semuanya ini.

Namanya bocah umur 8 tahun dikasih coklat ya mau-mau aja, tapi kalo yang ngasih tampangnya serem sih kalo gue jadi Katie ya gue mendingan kabur dah. Tapi Katie disini mah gak, malah ngeladenin sampe dia dikasih sesuatu sama perempuan misterius itu, yaitu apel gaes.

Lah kata gue, ini mah mirip cerita nenek penyihir ngasih apel ke tuan putri gak sih? Snow White? Wakakakaka…

Gue pikir bakalan ada pangerannya gak ya?

Si Charlie yang menyadari ada sesuatu yang aneh sama Katie saat dikamarnya, langsung nyari si Katie, dia cari-cari terus sampe akhirnya ketemu mainannya di kebun belakang rumah, dari situ ia berinisiatif mencari Katie.

Terus-terusan nyari sampe keluar rumah (dan ada badai gurun, CGI nya apalah itu, kaku bet dah). Charlie ketemu akhirnya sama yang nyulik si Katie! Tapi terhalang sama badai gurun yang CGI nya ampun dah.

Sebenernya lumayan sih efek sandstrom yang dipakenya tuh, apalagi yang di akhir pas Katie dan si penculik itu menghilang, tapi pas ketika lo lagi lari-lari, terus di tengah pasar gitu, tiba-tiba ada efek sandstrom yang keliatannya yang akting sandstrom tuh cuma si Charlie, selebihnya NPC kayak gak menjiwai, keliatan biasa aja gitu, tuh mata gak kelilipan apa? Nah makanya jadinya keliatan banget betapa kakunya efek tersebut, harusnya ya bisa dimaksimalin sama aktingnya, ya kan.

Terus akhirnya timeskip ke 8 tahun kemudian, dimana kini sekarang Charlie dan sekeluarga udah pulang ke Albuquerque. Terus mereka lagi di suatu tempat gitu, tiba-tiba telepon berdering, dan mengatakan bahwa Katie akhirnya ditemukan di Mesir bersama dengan insiden pesawat jatuh yang di dalam pesawat itu ada peti besi yang gak hancur sama sekali.

Tapi Katie bukan Katie yang dulu, kulitnya kering, rambutnya lepek, kuku-kukunya panjang, matanya kayak kosong gitu, tapi tanda-tanda vitalnya semuanya normal.

Kalo gue sih udah ngeri duluan ya, tapi yaaa namanya orang tua udah 8 tahun kehilangan anaknya, pas ketemu udah jadi kek zombie idup gini, jadi yaudah bawa pulang aja, kalo gue sih ngeri.

Gak tau aja yang dibawa pulang ini bukan Katie yang biasanya, tapi Katie yang kerasukan Mummy… lucu juga ya, ada gitu yang kerasukan Mummy?

Well, keluarga bahagia ketemu anaknya lagi? Salah. Pada akhirnya yang mereka ketemuin adalah paket lengkap sebuah bencana.

Sebenernya ini filmnya beneran bagus. Akhirnya ngerasain lagi engap sama degdegan jantung di bioskop gara-gara nonton film.

Plot nya lumayan rapih. Cuma yang ngebedain dari plot Mummy-mummyan yang pernah gue tonton gak ada pengucapan “Mummy”, misteri harta karun Firaun, meski plotnya agak lambat, dan lebih fokus ke sisi investigasinya ketimbang adegan-adegan supernatural, selebihnya ngilu.

Sebagai film horor, ini masih bisa dinikmati walau gak sebagus Hereditary, The Conjuring, atau Evil Dead Rise (karena ini tuh sejenis kek gitu yang gue liat).

Berani tampil beda versi Mummy ketimbang yang lainnya aja gue rasa udah appreciate lah.

Personally dari seluruh ketegangan yang ada, gue lebih intens sama adegan pas orang tua Katie ngeliat rekaman itu, emosionalnya tersalurkan.

Drama yang ditampilkan di tengah-tengah ketegangan si Katie yang ngamuk dibacain mantra/ayat kuno itu juga good sih, dimana si Katie di peluk sama Charlie, literally bokapnya yang merasa kehilangan banget sama anaknya tersebut.

Lee Cronin emang jago mainin tema grief orang tua + denial + sacrifice. Pelukan itu jadi simbol, kasih sayang orang tua tuh gak ada bandingannya dan sepanjang masa, apa pun bentuk anaknya yang sekarang.

Gila sih, merinding gue.

Oiya, daripada iblis, gue lebih ngeri liat anak di bawah umur cursing apalagi sambil ngeludah. Wah, untungnya film ini ratingnya bukan buat semua umur.

Cuma emang endingnya bagi gue sedikit mengecewakan ya, adegan si detektif cewek itu, Zaki (May Calamawy), agak dipaksakan menjadi hero di film ini.

Kenapa?

Karena setelah lehernya di tusuk kalajengking dari dalam rongga leher itu, secara medis kan kena trakea, pita suara bocor, dan hal-hal medis lainnya yang menyebabkan kita keracunan karena tertusuk kalajengking, tapi ini masih bisa ngomong, well, film banget sih tapi kan gue gedeg ya karena gue berkecimpung di dunia medis sih soalnya.

Sama penggunaan jilbab (hijab) yang gak ajeg gitu, kadang gue mikir gini, ini sengaja pemerannya pake jilbab atau gimana? Ambil contoh si Zaki, awal perkenalan dia pake jilbabnya rapih banget, tapi pas udah 8 tahun kemudian, dia lepas hijab. Kan kek sayang banget ya. Dan banyak hal-hal lainnya yang bisa menyebabkan yang nonton jadi islamophobia, menurut keyakinan saya aja loh ini mah, kamu mikirnya gak juga ya silahkan.

Ada plot twist yang kentara banget menurut gue, neneknya yang akhirnya kesurupan Mummy yang padahal dia udah mati karena dibunuh oleh Mummynya Katie, itu kemana dah? Di film cuma kepalanya kejepit pegangan tangga doang.

Well, overall seru sih, horornya dapet, emosinya dapet, jijiknya juga banget, cuma satu itu tadi di ending, maksud gue udah se keren itu Mummynya, akhirnya happy ending sih, tapi pada akhirnya ternyata Mummynya itu bisa dipindah-pindahin toh rohnya.

Belajar singkat lagi cuma dari rekaman video, terus udah tau ritual itu kan rahasia, kenapa di videoin?

Kek yang, apasih.

Lee Cronin’s The Mummy (2026). Director: Lee Cronin

Lee Cronin’s The Mummy (2026). Director: Lee Cronin


메타데이터
post_id
3e747b6dedd4
slug
lee-cronins-the-mummy-3e747b6dedd4
url
https://medium.com/@afterwatching/lee-cronins-the-mummy-3e747b6dedd4
canonical_url
https://medium.com/@afterwatching/lee-cronins-the-mummy-3e747b6dedd4
author_url
https://medium.com/@afterwatching
status
ok
fetched_at
2026-07-16 08:50:33