Mekar di Tanah Retak
Di atas tanahku yang hanya sepetak, Aku pernah menanam sebiji bunga matahari. Kusirami ia dengan sisa-sisa doa, Dan kasih sayang yang…
Mekar di Tanah Retak
Di atas tanahku yang hanya sepetak, Aku pernah menanam sebiji bunga matahari. Kusirami ia dengan sisa-sisa doa, Dan kasih sayang yang kupungut dari dasar sepi.
Padahal pekaranganku sudah lama mati, Tandus dan menyerah pada kemarau yang panjang. Aku tak pernah benar-benar berani bermimpi, Tentang warna hijau, apalagi cahaya yang benderang.
Namun hari ini, aku terpaku di ambang pintu; Ia mekar dengan kelopak paling kuning yang pernah ada. Di tengah lahanku yang retak dan kering kerontang, Ia berdiri tegak, mencuri seluruh cahaya semesta.
메타데이터
- post_id
- 3e802c8b47fb
- slug
- mekar-di-tanah-retak-3e802c8b47fb
- url
- https://medium.com/@ynt.yunitasari/mekar-di-tanah-retak-3e802c8b47fb
- canonical_url
- https://medium.com/@ynt.yunitasari/mekar-di-tanah-retak-3e802c8b47fb
- author_url
- https://medium.com/@ynt.yunitasari
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-19 22:17:22