Kosong (Puisi)
Saat aku dilumat dalam bohong
Kosong (Puisi)
Saat aku dilumat dalam bohong

Kosong
Semua kosong
Kantong rasa yang aku bangun dan simpan sudah kopong
Timbunan kasih sayang itu, berakhir kosong
Apakah bocor?
Atau selama ini dia hanya omong kosong?
Kosong
Semua kosong
Kepala kosong, aku masih tertawa
Saat kosong melingkupi dada
Lantas aku harus apa?
Kosong
Semua kosong
Jika benar aku dilumat dalam bohong
Bolehkah aku berteriak tolong?
Banyak manusia yang sudah kudorong
Menjauh … mereka makin jauh
Harapan untuk menjalin telah kupotong
Putus … asanya sudah putus
Kosong
Semua kosong
Jangan anggap aku banyak omong
Kakiku telah melewati ratusan lorong
Demi berlabuh pada satu gerbong
Pernah dicap sebagai gadis sombong
Oleh mata yang tidak sejeli teropong
Kosong
Semua kosong
Kata mereka, aku akan dapat sebanyak yang aku beri
Lalu mengapa aku berakhir kosong?
Jika tidak ada yang diambil dariku, apa sejak awal itu memang kosong?
Atau aku sudah dilumat oleh bohong?
— Deharuka 2025 —
메타데이터
- post_id
- 3e83fdbba66b
- slug
- kosong-puisi-3e83fdbba66b
- url
- https://medium.com/meja-sajak/kosong-puisi-3e83fdbba66b
- canonical_url
- https://medium.com/meja-sajak/kosong-puisi-3e83fdbba66b
- author_url
- https://medium.com/@deharukamaze
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13