← Back to list

Aku dan dia

Meskipun pertemuanku dengannya hanya sekejap mata, baru sempat mengisi sedikit saja dari keseluruhan kisah hidupku. Namun aku pun…

Aditya Dinar · 2024-06-17 12:39 · 50 claps · 0.7 min read
#kisah #nyata
Open on Medium ↗

Aku dan dia

Meskipun pertemuanku dengannya hanya sekejap mata, baru sempat mengisi sedikit saja dari keseluruhan kisah hidupku. Namun aku pun merasakan bahwa apa yang kutahu darinya seolahku telah mengenalnya sejak lama.

Dari jauh kuperhatikan dirinya. Senyumnya adalah topeng dahsyat yang mampu menyihir dugaan orang lain. Membuat dirinya seolah hidup di taman, berlarian dengan kupu-kupu diiringi sajak-sajak cinta.

Suatu saat satu per satu topengmu terbuka. Entah sengaja atau pun tidak. Di balik setiap topengmu aku menemukan cerminku. Terkadang hatiku sakit mendengarnya, karena apa yang menjadi tabirmu pernah pula kualami. Yang lebih menyakitkan lagi adalah pertanyaan yang hinggap di hati.

“Mengapa kau harus juga mengalaminya?”

Percayalah cerminku, perjuanganmu tidaklah sia-sia. Kelak akan kau dapatkan apa saja hadiah yang akan datang.

Telah kau tanggalkan beberapa topengmu di hadapanku dan aku mengerti. Tak usah kau bagikan kepada mereka yang mungkin saja malah menertawakan. Jadikanlah tetap rahasia, karena hanya belahan jiwamu saja yang bisa ikut menopang bebannya.

Dari jauh kuperhatikan dirinya. Langkahnya yang kaku dan seiris senyumnya yang malu, jarang sekali nampak pada kesempatan biasanya. Mungkin saat itu ia lupa mengenakan topengnya.


메타데이터
post_id
3ee1d79bb460
slug
aku-dan-d-3ee1d79bb460
url
https://medium.com/@fictionera/aku-dan-d-3ee1d79bb460
canonical_url
https://medium.com/@fictionera/aku-dan-d-3ee1d79bb460
author_url
https://medium.com/@fictionera
status
ok
fetched_at
2026-06-27 23:56:40