Kunjungan Ibu Hamil: Program Kerja KKN 84 UNISA Yogyakarta Fokus pada Kesehatan Ibu dan Anak
Kelompok 84 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan Kunjungan Ibu Hamil. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari…
Kunjungan Ibu Hamil: Program Kerja KKN 84 UNISA Yogyakarta Fokus pada Kesehatan Ibu dan Anak
Kelompok 84 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan Kunjungan Ibu Hamil. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 19 Agustus Ke masing-masing rumah Ibu hamil di Pedukuhan Nogosari 2, Wukirsari, Imogiri, Bantul, D.I Yogyakarta.
Kelas ibu hamil merupakan kelompok belajar bagi calon ibu tentang kesehatan bagi ibu hamil secara keseluruhan. Tujuan diadakannya kelas ini adalah mengedukasi ibu hamil agar dapat menjalani proses kehamilan dan persalinan dengan lancar, serta melalui fase awal kehidupan bayi dengan bekal pengetahuan dasar. Sangat penting untuk ibu hamil agar dapat mengikuti kelas tersebut. Oleh karena itu, banyak cara diupayakan agar ibu hamil bisa mendapat manfaat yang sama ketika mengikuti kelas ibu hamil. Salah satu upaya yang dilakukan oleh bidan desa bersama dengan kader ibu hamil adalah dengan melakukan kunjungan rumah ke masing-masing ibu hamil agar bisa dilakukan pengecekan guna memantau kesehatan ibu dan janin.
Senin, 19 Agustus 2024, perwakilan dari KKN Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta kelompok 84 yaitu Amalia Zidny, Ayu Lestari, Putri Nabilla Raihana, dan Aisyah Humairah melaksanakan kunjungan ke rumah Ibu Semi selaku kader untuk ibu hamil. Tujuan dari kunjungan rumah ini adalah untuk menggali lebih dalam terkait dengan permasalahan secara detail dengan melihat rekam medis ibu hamil. Setelah didapatkan permasalahan pada masing-masing ibu hamil, Amalia Zidny dan Shafirda Inayati mempersiapkan materi terkait dengan edukasi yang akan diberikan dengan menyesuaikan permasalahan ibu hamil. Permasalahan ibu hamil berupa hipertensi selama kehamilan, riwayat SC 2x, dan hamil lebih dari 40 tahun. Selain itu, media yang digunakan adalah dengan menggunakan buku KIA.
Senin, 26 Agustus 2024, perwakilan dari KKN Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta kelompok 84 yaitu Amalia Zidny, Shafirda Inayati, dan Astri Sri Sulani melaksanakan kunjungan rumah kepada ibu hamil. Terdapat 5 ibu hamil di Nogosari 2 saat kami melakukan survei, tetapi terdapat 1 ibu hamil yang sudah melahirkan saat kami akan melaksanakan kunjungan rumah, dan terdapat 1 ibu hamil yang tidak berkenan untuk dilakukan kunjungan rumah karena malu akan kehamilannya yang melebihi usia 40 tahun sehingga hanya ada 3 ibu hamil yang bersedia untuk dilakukan kunjungan rumah.

Bersama Ny. W
Kunjungan rumah yang pertama adalah ke rumah Ny. W pada jam 09.53 WIB. Di sana kami menanyakan terkait keluhan selama kehamilan ini. Ny. W mengatakan bahwa tidak ada keluhan saat ini dan juga di usia kehamilan 39+6 minggu Ny. W sudah merasakan kontraksi tetapi belum ada tanda-tanda persalinan. Oleh karena itu, kami memberikan edukasi terkait dengan cara agar mempercepat proses persalinan yaitu dengan berjalan kaki di pagi hari selama 20 menit, berbaring miring dengan arah kiri, dan menstimulasi puting. Selain itu, kami juga menanyakan terkait dengan kesiapan persalinan karena pada lembar menyambut persalinan di buku KIA Ny. W belum diisi. Lembar menyambut persalinan yang kami tanyakan berupa tempat bersalin, dana untuk persalinan, kendaraan, kontrasepsi setelah melahirkan, calon pendonor darah, dan kesediaan Ny. W untuk dirujuk jika memiliki faktor risiko/ komplikasi/kegawatdaruratan.
Tak lupa kami menyampaikan terkait tanda awal persalinan, tanda bahaya pada proses bersalin, tanda bahaya pada ibu nifas, dan pentingnya kunjungan nifas dan neonatus setelah Ny. W melahirkan untuk memantau kesehatan ibu dan neonatus. Ny. W menceritakan bahwa terdapat kendala saat mengASIhi anak pertamanya karena ASI tidak keluar sehingga harus disambung saat memasuki bulan ke-3. Setelah mendengarkan cerita Ny. W, kami memberikan dukungan kepada Ny. W untuk semangat mengASIhi untuk anak ke-2 dan menyarankan mengonsumsi kacang-kacangan, daun katuk, sayur-sayuran, dan meminum air putih 14 gelas per hari. Setelah dirasa tidak ada lagi yang akan disampaikan dan tidak ada pertanyaan dari Ny. W, kami menyudahi edukasi dengan mendokumentasikan kunjungan rumah tersebut.

Bersama Ny. D
Kunjungan rumah yang kedua adalah ke rumah Ny. D pada jam 10.20 WIB. Di sana kami menanyakan terkait keluhan selama kehamilan ini. Ny. D mengeluh bahwa memasuki trimester ke-3 Ny. D sering buang air kecil di malam hari. Oleh karena itu, kami memberikan pengertian bahwa buang air kecil di trimester ke-3 merupakan hal yang wajar karena janin sudah turun ke panggul dan mendesak kandung kemih sehingga Ny. D akan lebih sering buang air kecil. Selain itu, kami juga menanyakan terkait dengan kesiapan persalinan, berupa tempat bersalin, dana untuk persalinan, kendaraan, kontrasepsi setelah melahirkan, calon pendonor darah, dan kesediaan Ny. D untuk dirujuk jika memiliki faktor risiko/ komplikasi/kegawatdaruratan.
Tak lupa kami menyampaikan terkait ketidaknyamanan di trimester ke-3, tanda awal persalinan, tanda bahaya pada proses bersalin, tanda bahaya pada ibu nifas, dan pentingnya kunjungan nifas dan neonatus setelah Ny. D melahirkan untuk memantau kesehatan ibu dan neonatus. Ny. D menceritakan bahwa sudah mulai mengemas barang yang akan dibawa saat bersalin dan sudah mulai merawat payudara serta membersihkan dengan kapas yang diberi baby oil. Ny. D juga rajin mengikuti kelas ibu hamil yang diselenggarakan oleh Puskesmas Imogiri 1. Kami mengapresiasi keikutsertaan Ny. D dalam mengikuti kelas ibu hamil. Setelah dirasa tidak ada lagi yang akan disampaikan dan tidak ada pertanyaan dari Ny. D, kami menyudahi edukasi dengan mendokumentasikan kunjungan rumah tersebut.

Bersama Ny. M
Kunjungan rumah yang ketiga adalah ke rumah Ny. M pada jam 12.11 WIB. Di sana kami menanyakan terkait keluhan selama kehamilan ini. Ny. M tidak merasakan ada keluhan apa pun, tetapi beliau mengalami hipertensi kronik, obesitas, dan memiliki riwayat SC 2X yang mengharuskan Ny. M mengonsumsi obat penurun hipertensi secara rutin. Oleh karena itu, kami memberikan edukasi terkait makanan yang sebaiknya dikurangi oleh penderita hipertensi yaitu mengurangi konsumsi garam, gorengan, santan, makanan cepat saji, dan makanan yang belum matang sempurna. Selanjutnya kami menggali terkait alasan Ny. M melakukan SC sebanyak 2x. Beliau bercerita jika alasan melakukan SC sebanyak 2x karena memiliki riwayat hipertensi kronik. Kami menyarankan untuk tetap menjaga kenaikan berat badan agar tidak berlebih Ny. M dapat melakukan jalan-jalan di pagi hari selama 20–30 menit dan mengurangi makanan tinggi gula.
Tak lupa kami menyampaikan terkait ketidaknyamanan selama kehamilan di trimester 1, yang harus dihindari selama kehamilan, aktivitas fisik, dan latihan fisik yang harus dihindari, serta pentingnya mengikuti kelas ibu hamil yang diselenggarakan oleh Puskesmas Imogiri 1 jika Ny. M memiliki waktu luang. Setelah dirasa tidak ada lagi yang akan disampaikan dan tidak ada pertanyaan dari Ny. W, kami menyudahi edukasi dengan mendokumentasikan kunjungan rumah tersebut.
Kendala dari terselenggaranya kunjungan ibu hamil adalah penolakan kunjungan rumah oleh satu ibu hamil dengan alasan Ny. A menutup diri untuk dikunjungi ke rumah karena merasa malu akan kehamilannya di usia 42 tahun dan beliau merasa sudah cukup diperiksa oleh Bidan di puskesmas sehingga beliau mengabaikan permintaan untuk dilakukan kunjungan rumah.
메타데이터
- post_id
- 3efa41942eac
- slug
- kunjungan-ibu-hamil-program-kerja-kkn-84-unisa-yogyakarta-fokus-pada-kesehatan-ibu-dan-anak-3efa41942eac
- url
- https://medium.com/@kknunisa84nogosari2/kunjungan-ibu-hamil-program-kerja-kkn-84-unisa-yogyakarta-fokus-pada-kesehatan-ibu-dan-anak-3efa41942eac
- canonical_url
- https://medium.com/@kknunisa84nogosari2/kunjungan-ibu-hamil-program-kerja-kkn-84-unisa-yogyakarta-fokus-pada-kesehatan-ibu-dan-anak-3efa41942eac
- author_url
- https://medium.com/@kknunisa84nogosari2
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 18:20:27